LINTAS PAROKI

Paroki St. Yoseph Denpasar Melangkah Bersama dalam Rapat Kerja

PANCASARI, BALI- Sesudah perjalanan 90 tahun dan melahirkan anak bungsu Paroki Yesus Gembala Yang Baik, Ubung, Paroki Santo Yoseph kembali mengatur langkah untuk tetap menjadi Gereja Sinodal.

Berbekal keprihatinan dan rasa yang sama, aneka unsur dalam paroki melangkah bersama, meramu diri dalam Rapat Kerja Dewan Paroki 2025.

Rapat Kerja (Raker) diawali dengan Pra-Raker pada 11 Oktober 2025 bersama Romo Vikaris Jendral Keuskupan Denpasar, Romo Herman Yoseph Babey. Raker sendiri diselenggarakan pada 25-26 Oktober 2025 di Wisma Nangun Kerti, Pancasari, Buleleng.

Rapat ini diadakan di luar paroki karena memang sulit untuk menyelenggarakan rapat besar di tempat sendiri. Ketiadaan tempat yang memadai, sambil memperhatikan ketersediaan dana dan bantuan donatur, Rapat Kerja Dewan ParokiSanto Yoseph telah dilaksanakan dengan baik.

Rapat ini dihadiri dan diikuti oleh anggota Dewan Pastoral Paroki, Dewan Keuangan Paroki, para Ketua Lingkungan, Ketua Komunitas Basis Gerejani, wakil-wakil Kelompok Kategorial, dan utusan kelompok-kelompok yang ada di paroki.

Ada 77 orang terlibat dalam Rapat Kerja ini. Peserta yang terpaksa tidak bisa hadir, juga mengirimkan wakilnya sesuai kebijakan yang ada.

Dibimbing oleh Panitia Pengarah, dipandu oleh Panitia Pelaksana, disokong oleh DKP dan donatur, rapat pleno mencapai kesimpulan akhir dalam sajian Tim Perumus.

Rapat terjadi dalam sukacita meskipun angin dingin Bedugul menyentuh kulit, namun kehangatan suasana rapat menepisnya. Diselingi dengan guyonan segar, diskusi dalam kelompok-kelompok kecil sampai pada dua bagian utama rapat pleno. Pleno pertama membahas latar belakang situasi, aneka keprihatinan yang dihadapi di umat.

Dengan situasi yang disimpulkan dengan baik oleh tim perumus, diskusi di hari kedua menyasar langkah-langkah yang perlu ditempuh sembari melangkah bersama dalam Visi keuskupan yakni “Persekutuan Umat Katolik Keuskupan Denpasar yang Partisipatif dan Transformatif, Militan, Solid dan Solider, Berdaya Pikat dan sebagai Tanda Keselamatan bagi Dunia.”

Sembari memperhatikan langkah bersama dalam fokus pastoral Keuskupan Denpasar 2026: “Bangkit dan Bergerak Bersama Mewujudkan Gereja Sinodal melalui Keluarga, SEKAMI, OMK dan KBG yang Solid dan Solider” Paroki Santo Yoseph Denpasar meletakkan fokus perhatian pada pembenahan dan pengadaan sarana dan prasarana.

Ruang gereja yang hanya bisa menampung sekitar 175 orang, tentu akan kesulitan menjadi fasilitas rutin bagi 2.503 jiwa, baik untuk beribadat maupun kegiatan pembinaan lain.

Raker Paroki Santo Yoseph tahun 2025, berhasil dilaksanakan meski harus mengeluarkan biaya ekstra karena dilaksanakan di luar wilayah paroki dan menginap.

“Penangkaran” peserta Raker sangat signifikan untuk proses rapat dan hasil yang dituju, selain karena Raker ini telah disiapkan dengan baik oleh Panitia. Pengelola Wisma Nangun Kerti sendiri memberi harga yang sangat khusus kepada Paroki Santo Yoseph Denpasar, sehingga bisa menyelesaikan rapat meski harus over time.

Hasil rapat sudah dibagikan kepada peserta rapat dan para pengurus KBG, Lingkungan dan Kelompok untuk disosialisasikan kepada umat beriman.

Anggaran rumah Tangga Paroki dan aneka prosedur sekretariat yang baru pun telah disepakati. Termasuk iuran RKK, penyesuaian Lingkungan dan pengurusnya. Beberapa KBG akan lebur. Ada pula lingkungan yang memekarkan KBG nya.

Demikian banyak hal penting yang perlu dibicarakan dan diputuskan, namun dengan konsentrasi bersama, pembagian tugas melalui para Kepala Bidang dan panitia, rapat telah berhasil membawa nilai yang melebihi dari sekedar harga sebuah Rapat Kerja ini.

Dengan harapan segenap umat beriman Paroki Santo Yoseph akan tetap ada di jalan yang sama untuk melangkah sinodal bukan hanya sebagai paroki melainkan sebagai umat Keuskupan Denpasar.

Dilandasi oleh semangat Gembala Gereja Lokal “Deus Incrementum Dedit”, para pengurus di Paroki Santo Yoseph Denpasar hendak tetap setia, sabar dan penuh kasih merawat kawanan yang perlu diterima, didampingi untuk berjalan bersama.

“Jika hendak berjalan cepat, berjalanlah sendirian, namun jika hendak menempuh lebih jauh, berjalanlah bersama”. Dan langkah sinodal ini telah dipilih demi keselamatan jiwa-jiwa, cura animarum, sambil dengan sabar menanti saat Tuhan memberi pertumbuhannya.

Penulis: Laurensius I Ketut Supriyanto, SVD
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button