LINTAS PERISTIWA

KEMAH SEKAMI REMAJA DEKENAT BALI BARAT DIBUKA

Bapak Uskup Ajak Anak-Anak Menjadi Pribadi yang Misioner, Solid dan Solider

Palasari-Bali,

Kemah Sekami Remaja Dekenat Bali Barat yang berlangsung di Palasari (3-5/7/2026) resmi dibuka pada Jumat (3/7). Tepat di jam 15.30  Yang Mulia Bapak Uskup Denpasar didampingi Direktut KMKI Keuskupan Denpasar dan pastor Deken Bali Barat memasuki Bale Banjar.

Terdengar suara MC kak Ella dan kak Cory  memberikan ucapan selamat datang dan tampak tiga anak berbusana Bali memberikan kalungan selendang kepada Bapak Uskup, Direktur KMKI dan Pastor Deken Bali Barat.

Rangkaian acara pembukaan yang berlangsung meriah, terdiri dari tiga bagian yakni defile, sambutan-sambutan dan Perayaan Ekaristi.

pada bagian Defile, kontingen dari masing-masing Paroki berjalan memasuki Bale Banjar. Berturut-turut dari Paroki Gumbrih, Tabanan, Singaraja, Negara dan tuan rumah Palasari. Dengan wajah ceria dan sukacita mereka melangkah pasti dan menampilkan yel-yel semangat  yang dibawa dari paroki-masing-masing dihadapan Bapak Uskup, Direktur KMKI, Pastor Deken dan para imam  Se-Dekanat Bali Barat dan umat yang hadir.

Tim animasi gabungan dari lima paroki se-Dekenat Bali Barat membakar semangat peserta dengan berbagai lagu khas Sekami yang sudah tidak asing lagi bagi anak-anak. Antara lain lagu Jumpa Lagi, Bangga jadi Anak Sekami dll. Antusias dan semangat anak-anak dalam gerak dan lagu memenuhi Bale Banjar. Tepuk Zakheus mengantar mereka duduk dan siap mendengarkan sambutan-sambutan.

Sambutan mengalir mulai dari Ketua Panitia, Pastor Deken Bali Barat, Direktur KMKI Keukupan Denpasar dan Uskup Denpasar.

Romo Yonce Castilo selaku Ketua Panitia,  mengajak para peserta agar mengikuti semua kegiatan dengan disiplin, tertib dan penuh tanggungjawab.

Romo Yonce demikian sapaan akrabnya berharap bukan perjumpaan dalam kemah yang dikenangkan tetapi nilai yang diperoleh selama kemah yang harus dibawa pulang dan dijadikan  pembelajaran. Ia juga mengingatkan agar peserta selalu  membawa kasih Kristus dalam hati dan kehidupan sehari hari.

Romo YB. Komang Suryana selaku Deken Bali Barat, mengungkapkan rasa  sukacitanya karena Kemah Sekami Dekenat Bali Barat  diselenggarakan di Palasari. Dengan gaya khasnya Romo Komang  mengharapkan  anak-anak remaja rajin dan tekun mengikuti Perayaan Ekaristi. Ia mengibaratkan  Ekaristi itu seperti makanan, jika tidak makan tentu akan lapar. Ekaristi adalah makanan yang akan menyuburkan hidup rohani  dan iman menjadi tangguh.

Ia melanjutkan, kegiatan kemah bukan final, tungku ada di paroki masing-masing, maka semangat dan nilai-nilai yang didapatkan selama kemah harus terus menyala di paroki masing-masing.

Sementara itu Direktur KMKI RD Herman Yoseph Babey mengawali sambutannya dengan menuturkan bahwa tahun 2026 ini empat Dekenat bekerja sama dengan KMKI Keuskupan Denpasar, menyelenggarakan Kemah Sekami Remaja dengan mengusung tema yang sama: Menjadi Anak Misioner yang Solid dan Solider.

Dekenat Bali Tengah dilesenggarakan pada 23-25 Juni di SDK Soverdi Jimbaran. Menyusul Dekenat NTB  29 Juni – 1  Juli di Paroki Sumbawa Besar dan saat ini sedang berlangsung di Dekenet Bali Barat, 3-5 Juli, serta Bali Timur akan diselenggarakan di SDK Soverdi Jimbaran, 10-12 Juli.

Romo Babey juga menginformasikan bahwa tahun 2027 akan diselenggarakan Kemah Sekami Regio Nusra di Palasari dan tahun 2028 akan diselenggarakan Jambore Nasional Sekami Remaja di Makasar. Terkait dengan hal ini Romo Babey mengatakan bahwa diantara peserta Kemah Dekenat Bali Barat yang memenuhi syarat  akan menjadi utusan dari Keuskupan Denpasar, ungkapnya.

Masih dalam sambutannya Romo Kelahiran Maumere itu berharap anak-anak memiliki iman yang tangguh dan semangat misioner, dengan menghayati panggilan sebagai murid Kristus.

Romo  Vikjen Keuskupan Denpasar itu juga berpesan agar anak-anak Sekami Remaja menjadi misionaris di rumah, sekolah maupun dunia maya. Jadilah sahabat bagi sesama dengan tutur kata yang sopan dan tidak malu menunjukkan identitas diri sebagai seorang Katolik di manapun berada. Gunakan media sosial untuk mewartakan kebaikan dan bijak menggunakan waktu dalam bermedia sosial, harapnya.

Sambutan terakhir disampaikan Pimpinan Tertinggi Gereja Lokal Keuskupan Denpasar Mgr. Dr. Silvester San. Pada kesempatan itu Bapak Uskup mengajak anak-anak menjadi misionaris Yesus. Misionaris artinya utusan Tuhan.

Secara sederhana Bapak Uskup menjelaskan bahwa Misionaris adalah orang yang  mulutnya dipakai Tuhan untuk mewartakan kebaikan, hatinya dipakai untuk mengasihi dan tangannya dipakai Tuhan untuk mengulurkan kasih bagi sesama yang membutuhkan.

Bapak Uskup juga meminta agar anak-anak Sekami memiliki iman yang solid artinya beriman tangguh tidak tergoyahkan oleh situasi apapun dan kompak dalam membangun kasih persaudaraan diantara teman-teman.

Jauhi sikap mengejek dan membuly teman! Jangan biarkan ada teman yang merasa sendirian dan kesepian. Sikap bullying  atau perundungan itu sangat menyiksa bagi yang bersangkutan. Anak-anak Sekami juga diharapkan memiliki sikap solider. Solider adalah perasaan senasib dan sikap mau peduli kepada sesama lebih-lebih mereka yang membutuhkan, ungkapnya.

Bapak Uskup juga memberikan tips Agar menjadi Pribadi yang misioner, solid dan soilder, anak-anak harus rajin berdoa, membaca Kitab Suci dan Merayakan Ekaristi. Juga rajin mengikuti pertemuan Sekami yang mengajarkan banyak pengetahuan iman dan nilai-nilai kehidupan.

Mengakiri sambutannya Bapak Uskup meminta anak-anak  menggunakan kesempatan dalam kemah ini untuk menempa diri menjadi anak Sekami yang Misioner, Solid dan Solider.

Akhirnya Bapak Uskup didampingi Direktur KMKI, Pastor Deken Bali Barat dan ketua Panitia membuka secara resmi Kemah SEKAMI Remaja Dekenat Bali Barat dengan pemukulan gong.

Perayaan Ekaristi Puncak Pembukaan Kemah

Perayaan Ekaristi menjadi puncak  pembukaan Kemah Dekenat Bali Barat. Suasana berubah dari euphoria  ekspresi sukacita-gembira ke suasana hening dan Sakral.  Dari Bale Banjar peserta beranjak menuju Gereja Hati Kudus Yesus Palasari yang dikenal indah dan bertaksu.

Perayaan Ekaristi tampak agung dan megah. Barisan Imam konselebran: RD. Herman Yoseph Babey (Vikjen sekligus Direktur KMKI Keuskupan Denpasar), RD. YB. Komang Suryana (Pastor Deken Dekenat Bali Barat sekaligus Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Palasari), RD. Benediktus  Deni Mary (Pastor Paroki St. Petrus Negara), RD. Yohanes Made Mahastra (Pastor Rekan Paroki Santo Paulus Singaraja), Romo Yonce Castillo (Pastor rekan Paroki Palasari sekaligus Ketua Panitia Kemah) dan Bapak Uskup Denpasar sebagai konselebran utama  memasuki Gereja mengenakan busana  liturgi warna merah, karena hari itu Gereja sejagat merayakan Pesta Santo Thomas Martir.

Dalam kotbahnya  Bapak Uskup mengajak anak-anak meneladani Rasul Thomas, yang awalnya ia  tidak percaya dengan kebangkitan Yesus, sebelum ia melihat langsung bekas paku di tangan Yesus dan mencucukkan jarinya ke dalam bekas luka  serta lambung-Nya. Ia menolak mempercayai kesaksian para murid lainnya sampai ia mendapatkan bukti fisik.

Rasul Thomas akhirnya percaya setelah Yesus menampakkan diri langsung kepadanya. Yesus kemudian menyuruh Thomas untuk melihat tangan-Nya yang terluka, menaruh jarinya pada bekas paku dan memasukkan tangannya ke lambung-Nya.  Setelah melihat bukti fisik Thomas langsung megakuinya dengan berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Masih kata Bapak Uskup: “dari rasul Thomas kita belajar bahwa keraguan bukanlah lawan dari iman, melainkan bagian dari proses pendewasaan Rohani. Sikap Thomas mengajarkan kita jujur pada diri sendiri, berani mencari kebenaran serta menumbuhkan keberanian yang teguh dalam mengikuti Tuhan.”

Rasul Thomas yang awalnya tidak percaya namun setelah melihat Yesus Ia menjadi Rasul yang tangguh dengan mewartakan Injil hingga ke wilayah Siria, Persia dan India. Ia dikenal membantu banyak rakyat miskin  dan akhirnya meninggal sebagai martir demi mempertahankan imannya.

Mengakhiri kotbahnya Bapak Uskup mengajak anak Sekami  meneladani Rasul Thomas dengan berusaha menjadi anak Sekami yang Misioner, solid dan solider.

Talkshow Bersama Bapak Uskup

Kemah hari pertama ditutup dengan talkshow Bersama Bapak Uskup. Tujuannya  adalah mendekatkan anak-anak Sekami dengan Bapak Uskup sebagai gembala umat Keuskupan Denpasar yang tidak setiap hari bisa dijumpai anak-anak. Di sesi ini anak-anak boleh bertanya apa saja kepada Bapak Uskup. Hal yang menggembirakan adalah  anak-anak antusias memberikan pertanyaan bervariasi seputar kehidupan iman, dunia digital dan juga ada yang minta di berikan tips agar menjadi pribadi yang beriman tangguh di Tengah dunia digital. Kepada setiap penanya Bapak Uksup memberikan hadiah berupa rosario.

Tanpa terasa dua jam berlalu. Taklkshow diakhiri dengan foto  peserta dari masing-masing Paroki Bersama Bapak Uskup.

Doa bernada Syukur  dan berkat Bapak Uskup mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan kemah hari pertama. Salam Misioner. Christin***

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button