LINTAS PAROKI

Penerimaan Komuni Pertama di Paroki Santa Maria Ratu Gumbrih

GUMBRIH – Perayaan Ekaristi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Minggu, 7 Juni 2026, menjadi hari penuh rahmat bagi umat Paroki Santa Maria Ratu Gumbrih. Dalam sukacita Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, lima orang anak menerima Komuni Pertama, menandai langkah awal mereka dalam perjamuan kudus bersama Kristus.

Perayaan berlangsung meriah. Anak-anak penerima komuni pertama didampingi orang tua masing-masing, bersama Imam, Misdinar, Lektor, dan Pemazmur berarak memasuki Gereja diiringi lagu pembuka. Seluruh umat berdiri sebagai tanda hormat akan kehadiran Allah.

Bacaan suci dalam perayaan ini khususnya Injil, diambil dari Injil Yohanes 6:51-58. Dalam salah satu perikopnya Yesus menegaskan “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

Dalam homilinya, Pastor Paroki Santa Maria Ratu Gumbrih, RD. Paulus Seran Nahak, yang akrab disapa Romo Paulus, membuka dengan pertanyaan sederhana, “Apakah saudara-saudari dan anak-anak sudah makan?”

 

Atas pertanyaan itu, umat menjawab spontan. Ada yang berkata “sudah”, namun dari sudut belakang terdengar jawaban polos, “Belum.”

Romo Paulus menyambung, “Makan itu sangat penting. Karena kebutuhan utama untuk kesehatan, terutama untuk kelangsungan hidup kita. Dan kita bisa berjuang untuk menjalankan kehidupan ini.”

Lalu Romo mengajak umat, bahwa sebagai Murid Kristus , perlu merenungkan dua jenis makanan yang penting yaitu makanan jasmani untuk badan kita di dunia ini dan kedua makanan rohani untuk menguatkan iman akan kehidupan kekal, yaitu Sabda dan Ekaristi.

“Kita menyadari kehidupan anak-anak Tuhan memang sangat sulit dan banyak tantangan seperti bacaan yang kita dengar hari ini. Sebagai umat beriman kita disatukan dalam Kristus dan Tubuh Kristus adalah untuk yang kekal karena Kristus yang memberi pertumbuhan dan kehidupan abadi,” tegas Romo Paulus.

Romo menutup dengan refleksi: “Apakah yang kita cari dalam kehidupan ini? Apakah kita percaya kita akan menerima kehidupan kekal setelah menerima Tubuh dan Darah Kristus?”

Setelah anak-anak menerima Komuni untuk pertama kalinya, sebelum berkat penutup, ucapan selamat sapaan kasih dari umat diwakili oleh F. Nyoman Melastika. Ia juga meminta Sie Liturgi mempersiapkan anak-anak ini untuk kelak bisa menjadi pelayan altar.

Romo Paulus pun menyampaikan harapan agar kelak di antara mereka ada yang bersedia menjawab panggilan Allah menjadi Biarawan-Biarawati, Romo, Suster ataupun Bruder.

Perayaan ditutup dengan syukuran sederhana di halaman Gua Maria Paroki Santa Maria Ratu Gumbrih, dihadiri anak-anak penerima komuni pertama, orang tua, Romo, DPP serta DKP dalam suasana penuh syukur dan sukacita. *

Penulis: F. Nyoman Melastika
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button