Paroki MBSB Nusa Dua Selenggarakan Misa Inkulturasi Manggarai

NUSA DUA – Perayaan Ekaristi pada Minggu (19/07/2026) pukul 09.30 WITA di Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua dibalut dengan Inkulturasi Manggarai. Dalam perayaan tersebut, iman dan rasa syukur diungkapkan melalui penampilan budaya Manggarai yang kaya dan liturgi Gereja Katolik.
Misa dipimpin oleh Pastor Paroki RD Adianto Paulus Harun, serta didampingi oleh Pastor Rekan RD Ferdy Panggur Burhan dan Frater TOP Yohanes I Ketut Salvatore Cardia. Ketiganya mengenakan Topi Songke, yakni simbol identitas dan wibawa dari masyarakat Manggarai.
Misa diawali dengan perarakan dari halaman depan gereja dengan tari-tarian dan musik khas Manggarai. Seiring berjalannya perayaan Ekaristi, koor membawakan lagu liturgi Katolik dengan bahasa dari daerah Manggarai. Sementara itu, umat tampak antusias mengikuti setiap bagian dari liturgi.

Dalam homilinya, RD Adianto menjelaskan mengenai perumpamaan yang disampaikan Yesus melalui Injil, yakni tentang ilalang di antara gandum yang merupakan perumpamaan tentang Kerajaan Allah. Kerajaan Allah didefinisikan sebagai kerajaan yang dianugerahkan oleh Allah di atas dunia ini.
“Kerajaan Allah itu seperti benih yang terus bertumbuh dan berkembang. Tentu, benih itu adalah benih terbaik yang diberikan oleh Allah, disiapkan dan ditaburkan-Nya di tengah dunia ini,” terang RD Adianto.
Selain benih terbaik yang ditaburkan oleh Allah, terdapat pula benih buruk yang ditaburkan oleh iblis. Dengan demikian, kejahatan ada bersama dengan kebaikan, bahkan berlomba-lomba untuk tumbuh dan berkembang.

Namun, Yesus mengajarkan bahwa ilalang dapat dibiarkan untuk tumbuh bersama dengan gandum. Dalam ajaran-Nya, Yesus berkata bahwa sebagai anak-anak Allah, manusia telah diutus oleh Allah ke dunia untuk menumbuh kembangkan kerajaan-Nya. Manusia juga telah dilengkapi dengan berbagai macam karunia yang dapat membuat mereka tumbuh dan berkembang dengan baik.
“Dalam kenyataan yang tidak bisa kita hindari adalah keburukan dan kejahatan selalu ada dalam dunia ini. Namun, hal tersebut tidak perlu membuat kita risau. Kita harus yakin bahwa kita telah dianugerahi oleh Allah berupa karunia untuk tumbuh dan berkembang,” jelasnya.
Dengan karunia tersebut, manusia diharapkan menjalani hidupnya dengan baik, sesuai yang diajarkan oleh Tuhan. Yesus sendiri menegaskan bahwa Allah sendiri yang akan bekerja melalui malaikat-malaikat untuk memisahkan yang buruk dan yang baik.

RD. Adianto juga mengungkap bahwa Allah sungguh penuh belas kasihan, bahkan ketika anak-anaknya jatuh ke dalam dosa. Allah masih memberikan kesempatan bagi anak-anaknya untuk bertobat dan berbalik kepada-Nya.
“Namun, walaupun kita sebagai anak-anaknya, hendaknya tetap berjuang untuk melakukan yang baik dan benar, untuk menjadi benih-benih baik yang bertumbuh dan berkembang serta menghasilkan buah-buah kebaikan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Misa Inkulturasi Manggarai, Martinus Rani, menyebut terdapat persiapan 2 bulan menjelang Misa Inkulturasi pada Minggu pagi tersebut. Persiapan untuk Misa Inkulturasi tersebut memerlukan manajemen waktu yang baik karena terdapat persiapan koor untuk masing-masing lingkungan.

“Namun, kesan yang sangat luar biasa karena begitu banyak umat Manggarai yang hadir, termasuk peran serta anak muda yang ambil bagian di tata tertib,” ucap Martinus.
Martinus berpesan agar umat dapat mensyukuri apa yang Tuhan telah berikan kepadanya, seperti pekerjaan, kesehatan, dan kehidupan. Dalam kehidupan sehari-hari, sudah seharusnya manusia untuk saling melayani Tuhan dengan ikhlas.
Penulis: SGT-FernandondabungKomsos Paroki MBSB
Editor: Hiro/KomsosKD



