PUSAT PASTORAL

Uskup Denpasar Menutup Secara Resmi Rangkaian Pembekalan untuk Pemberdayaan KBG

DENPASAR – Program unggulan Bidang Pembinaan Iman (BPI) Puspas Keuskupan Denpasar yaitu “Pembekalan untuk Pemberdayaan KBG yang Solid dan Solider – Refleksi 25 Tahun Perjalanan KBG di Keuskupan Denpasar” telah tuntas dilaksanakan. Terakhir adalah zona Dekenat Bali Timur untuk 3 paroki di Kota Denpasar: St. Yoseph, Yesus Gembala Yang Baik dan St. Petrus.

Puncak turba ini ditutup secara resmi oleh Bapak Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, di Catholic Center, Minggu (19/7/2026) petang, yang didahului dengan Perayaan Ekaristi meriah. Namun sebelum diakhiri dengan perayaan Ekaristi dan ditutup secara resmi oleh Bapak Uskup, peserta diberi kesempatan untuk mengevaluasi simulasi yang baru dialami dalam kelompok serta penegasan dan catatan akhir dari Direktur Puspas RD. Herman Yoseph Babey.

apak Uskup dan para imam konselebrasi dan dua diakon yang memimpin Ekaristi penutupan pembekalan

Sebagai informasi, setelah mendapatkan pendalaman materi dari para narasumber, peserta dibagi dalam 5 kelompok besar untuk melakukan simulasi modul katekese umat di KBG, sehingga nanti pasca kegiatan ini, para peserta dapat menjadi fasilitator untuk pendalaman modul itu di KBG masing-masing. Simulasi ini dipandu oleh Tim dari Pusat Pastoral keuskupan Denpasar.

Modul yang disiapkan oleh Tim BPI mengunakan metode AsIPA. Dalam evaluasi peserta dari masing-masing kelompok mengatakan bahwa metode ini menarik dan memungkinkan setiap orang aktif berpartisipasi. Peserta juga bersaksi, contoh-contoh dalam modul katekese untuk umat basis yang digunakan dalam simulasi sangat kongkret dalam membangun hidup ber-KBG.

“Dari katekese ini, kita mengetahui banyak manfaat kita berkomunitas, dibanding kita berjalan sindiri,” kata salah seorang perwakilan peserta.

Peserta dari kelompok lainnya mengungkapkan bahwa metode ini berbeda dari yang biasa. “Dengan metode ini kita diajak berpikir untuk memberikan pendapat atau makna pada gambar yang ada, lalu kita belajar untuk mendengar. Pertemuan ini sangat cocok bagaimana memberdayakan umat dalam KBG untuk mewujudkan KBG yang solid dan solider,” katanya.

Selepas evaluasi, Rm. Babey kemudian memberikan penegasan dan catatan akhir pertemuan dan mengajak peserta untuk bertolak lebih dalam (duc in altum) guna membangun KBG-KBG demi terwujudnya KBG yang solid dan solider.

Setelah seluruh rangkaian pembekalan tuntas, dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi penutup. Misa penutupan ini menjadi istimewa karena dipimpin langsung Gembala Tertinggi Keuskupan Denpasar Mgr. Silvester San.

Sebelum berkat perutusan, Bapak Uskup juga berkenan menutup secara resmi seluruh rangkaian pembekalan untuk pemberdayaan KBG, tidak hanya pembekalan pada putaran terakhir ini tetapi juga merangkum seluruh pembekalan di zona-zona sebelumnya.

Dalam perayaan Ekaristi itu, Bapak Uskup didampingi 5 imam yaitu Vikjen RD. Herman Yoseph Babey, Sekretaris Uskup RD. Agustinus Sugiyarto, Deken Bali Timur RP. Laurensius Ketut Supriyanto, SVD, Ketua Komisi Liturgi RD. Antonius Gede Ekadana Putra, dan Pastor Rekan Paroki St. Petrus Denpasar RD. Firgianus Botu, serta 2 Diakon yaitu Diakon Dede dan Diakon Niko.

Bapak Uskup disela-sela homilinya, mengungkapkan rasa syukur atas rahmat Tuhan yang telah menyertai seluruh karya pastoral Keuskupan Denpasar, khususnya atas berjalan lancarnya pembekalan untuk pemberdayaan KBG yang solid dan solider yang telah dilasanakan untuk seluruh paroki di Keuskupan Denpasar sebagai program unggulan Bidang Pembinaan Iman (BPI).

Sebelum berkat perutusan di akhir misa, Bapak Uskup dipersilahkan untuk menutup seluruh rangkaian pembekalan yang telah dilakukan dalam beberapa bulan ini. Dalam sambutan sebelum menutup rangkaian pembekalan, Bapak Uskup mengatakan, dalam menjawab tema pastoral 2026: Bangkit dan Bergerak Bersama Mewujudkan Gereja Sinodal melalui Keluarga, Sekami, OMK dan KBG yang Solid dan Solider beberapa kegiatan berskala besar telah terealisasi.

Kegiatan-kegiatan berskala besar yang telah dilaksanakan itu antara lain Jumpa Orang Muda Katolik keuskupan Denpasar di Palasari, Kemah Sekami di 4 Dekenat dan Turba Pembekalan KBG yang Solid dan Solider.

“KBG kita di Keuskupan Denpasar tahun ini memasuki usia perak (25 tahun). Tujuan pembekalan ini untuk melihat kembali sejauh mana KBG-KBG itu berjalan sesuai harapan kita bersama,” kata Bapak Uskup.

Lima kelompok simulasi katekese umat basis dengan metode ASIPA

KBG, lanjut Mgr. San, merupakan komunitas yang berakar pada Kristus dengan iman yang teguh dan kokoh, sekaligus komunitas perjuangan termasuk pemberdayaan sosial ekonomi umat. Maka, diharapkan KBG-KBG terus bertumbuh dan berkembang menjadi KBG yang solid, artinya sungguh berkar kuat dalam kristus, dan menjadi KBG solider dalam arti menjadi komunitas yang bergerak keluar sebagai perpanjangan tangan Kristus melalui tindakan kasih terhadap sesama dan lingkungan.

“KBG juga harus menjadi garda terdepan membantu warga yang sakit dan menderita. Jangan sampai ada umat yang terlantar dan tidak diperhatikan,” harap Bapak Uskup, seraya mengatakan bahwa KBG adalah wajah Gereja yang paling kongkret, sehingga dibutuhkan pemberdayaan secara kontinyu.

Menutup sambutannya Bapak Uskup mengatakan “Selaku Uskup saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Puspas melalui BPI yang menyelengarakan kegiatan ini. Terima kasih kepada seluruh pastor paroki dan pastor rekan Keuskupan Denpasar yang telah mendukung kegiatan ini.”

Perwakilan peserta saat evaluasi simulasi masing-masing kelompok

Bapak Uskup juga berterima kasih Kepada seluruh peserta di semua zona yang telah ambil bagian dalam kegatan ini. “Terima kasih untuk komitmen kita membangun KBG yang solid dan solider. Mari kita kembali ke KBG kita masing-masing, dan jangan takut karena Roh Kudus akan selalu menyertai kita. Mari bangkit dan bergerak bersama untuk mewujudkan KBG yang solid dan solider,” ajak Mgr. San

Sebagai pamungkas, Bapak Uskup mengungkapkan, “Seluruh rangkain turba dalam rangka pembekalan untuk pemberdayaan KBG yang solid dan solider di seluruh wilayah Keuskupan Denpasar, dengan ini saya nyatakan ditutup.”

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button