77 Anak Terima Komuni Pertama di MBSB Nusa Dua

Sukacita menyelimuti Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB), sebab terdapat 77 anak yang menerima Komuni Pertama pada tahun 2026 ini.
Momen Komuni Pertama diselenggarakan bertepatan pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Minggu (07/06/2026) pukul 09.00 WITA. Momen ini juga istimewa karena untuk pertama kalinya anak-anak menerima Tubuh dan Darah Kristus melalui Sakramen Ekaristi.
Mereka diharapkan untuk semakin bersatu dengan Kristus, serta bertumbuh dalam iman sebagai seorang Katolik. Mereka juga diajak untuk menghidupi nilai Injil dalam keluarga, komunitas, gereja, dan kehidupan bermasyarakat.

Sebelumnya, anak-anak penerima Komuni Pertama telah didampingi dalam katekese atau pembelajaran Komuni Pertama selama 4 bulan. Proses tersebut bertujuan membuat anak-anak memahami ajaran Yesus Kristus dan menumbuhkan iman.
Misa Komuni Pertama dipimpin oleh Pastor Paroki RD. Adianto Paulus Harun, dengan Pastor Rekan RD. Ferdy Panggur Burhan sebagai konselebran, serta didampingi oleh Frater TOP Fr. Yohanes I Ketut Salvatore. Koor dari Lingkungan Stella Maris mengiringi misa tersebut.
Misa diawali dengan perarakan anak-anak penerima Komuni Pertama dengan didampingi oleh orang tua mereka. Setelah itu, prosesi dilanjutkan dengan Liturgi Sabda dan Homili oleh RD. Adianto.
Dalam Homilinya, RD. Adianto melakukan dialog dengan anak-anak penerima komuni pertama. Dialog tersebut menanyakan perihal perasaan anak-anak dan kegiatan yang akan dilakukan setelah menerima komuni pertama.
Setelah dialog, RD. Adianto mengatakan bahwa proses persiapan komuni pertama cukup panjang dikarenakan anak-anak harus mengetahui tentang doa, sakramen, serta iman mereka sebagai Katolik.

Selain itu, anak-anak penerima komuni pertama harus menerima Sakramen Tobat melalui rekoleksi yang diadakan menjelang pemerimaan komuni pertama.
“Kita mempersiapkan diri karena yang kita terima adalah Yesus sendiri. Yang datang kepada kita, yang kita terima dalam rupa roti dan anggur, yang menjadi tanda atau simbol tubuh dan darah Yesus. Oleh sebab itu, kita tidak main-main untuk menerima,” kata RD. Adianto dalam homilinya.
Dalam Injil, Yesus telah mengatakan bahwa barangsiapa yang memakan tubuh dan meminum darah-Nya, maka orang tersebut akan tinggal di dalam-Nya dan memperoleh hidup yang kekal. Kehidupan tersebut akan dijalani setelah manusia beralih dari dunia.
Perayaan Ekaristi menjadi momen penerimaan Yesus sebagai Allah yang menjadi manusia untuk menyelamatkan umat manusia. Oleh sebab itu, diperlukan persiapan yang panjang agar Yesus dapat diterima dengan hati yang tenang dan bersih.
“Kalau kita sudah masuk dalam gereja dan mempersiapkan diri untuk menerima tubuh dan darah Yesus, maka yang kita lakukan adalah kita berdoa,” ujar RD. Adianto.
RD. Adianto mengatakan seseorang yang hendak menyambut Sakramen Ekaristi harus meninggalkan sementara kesibukan duniawi, sebab Yesus telah merendahkan diri untuk masuk ke dalam kehidupan manusia.
Selain itu, dalam Injil Yohanes yang dibacakan pada misa, dinyatakan bahwa kedatangan Yesus merupakan tanda cinta kepada umat manusia. Dalam diri Yesus terdapat roti hidup yang membuat manusia tidak lapar dan haus lagi.
“Yesus menegaskan kepada para muridnya dan kepada semua orang yang mengikuti Dia bahwa yang mereka ikuti adalah Dia yang telah memberikan diri-Nya,” jelas RD. Adianto.
RD. Adianto berpesan kepada orang tua penerima komuni pertama agar mengantar anak-anak ke gereja setiap hari Minggu untuk menerima tubuh dan darah Kristus.
Selain itu, RD. Adianto juga berpesan agar semangat pergi ke gereja yang ditunjukkan pada hari komuni pertama tersebut menjadi awal yang baik untuk terus dilakukan di hari mendatang.
“Supaya Yesus yang ada dalam diri mereka membuat mereka bertumbuh dan berkembang menjadi orang-orang Katolik yang baik, menjadi gereja-gereja yang hidup. Ini juga akan mendorong mereka untuk bertumbuh dalam kasih orang tua dan akan sesama,” ungkapnya.
Kepada anak-anak, RD. Adianto berkata bahwa mereka tidak lagi berjalan sendirian karena ada Yesus yang selalu menemani dan tinggal di dalam diri anak-anak tersebut.
Oleh karena Yesus tinggal di dalam diri anak-anak tersebut, mereka harus mengamalkan ajaran Yesus dalam hidupnya. Contoh ajaran tersebut adalah mendengarkan nasehat orang tua dan pergi misa setiap hari Minggu.
“Tuhan memberkati kita semua,” tutup RD. Adianto.
Selanjutnya, prosesi misa dilanjutkan dengan penerimaan komuni secara bergilir oleh anak-anak dan orang tua, serta doa setelah menerima komuni pertama. Setelah misa, anak-anak penerima komuni pertama berfoto dengan para Romo.

Sementara itu, Ketua Panitia Komuni Pertama sekaligus orang tua dari anak penerima komuni pertama, Benyamin Rilu, mengungkapkan bahwa perayaan Ekaristi telah berjalan dengan baik dan anak-anak terlihat antusias.
Menurut Benyamin, Panitia Komuni Pertama telah melakukan tugasnya dengan baik. “Untuk putra-putri yang hari ini sudah menerima tubuh dan darah Kristus, tanamkanlah cinta Tuhan Yesus ke dalam diri masing-masing. Berbaktilah kepada orang tua, rajinlah berbuat yang terbaik, hadirlah di perayaan setiap hari minggu dalam perayaan Ekaristi. Semoga lewat tubuh Kristus, iman mereka dihidupkan,” ucap Benyamin.
Penulis: Sandra- Komsos Paroki MBSB
Editor: Hiro/KomsosKD



