43 Anak Terima Komuni Pertama di Paroki YGYB Denpasar, Romo Yan: Ekaristi adalah Puncak Kehidupan Iman

DENPASAR – Sukacita mewarnai Perayaan Ekaristi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi) di Paroki Yesus Gembala Yang Baik (YGYB) Denpasar, Minggu (7/6/2026). Sebanyak 43 anak menerima Komuni Pertama setelah menjalani masa persiapan dan pendalaman iman selama beberapa bulan.
Proses persiapan Komuni Pertama diawali dengan pertemuan perdana pada Minggu (25/1/2026) lalu yang dihadiri anak-anak calon penerima Komuni Pertama bersama orang tua mereka, Tim Katekese Paroki, Pengurus Inti DPP, serta pastor paroki.
Dalam kesempatan tersebut, Pastor Paroki YGYB, RP. Yohanes I Nyoman Madia Adnyana,SVD, memberikan arahan umum mengenai jadwal dan tata tertib selama masa persiapan, sekaligus mengajak para orang tua untuk berperan aktif mendampingi serta mempersiapkan batin anak-anak dalam menyambut Tuhan Yesus dalam Tubuh dan Darah-Nya melalui Sakramen Ekaristi.

Pada pertemuan itu juga dibentuk Panitia Komuni Pertama yang terdiri atas para orang tua dan sejumlah seksi di Dewan Pastoral Paroki (DPP) guna memastikan seluruh rangkaian persiapan hingga perayaan puncak berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman iman terbaik bagi anak-anak.
Dalam penerimaan komuni pertama, wajah-wajah bahagia terpancar dari para penerima Komuni Pertama yang untuk pertama kalinya menyambut Tubuh dan Darah Kristus dalam Sakramen Ekaristi. Momen tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan iman mereka sebagai umat Katolik.
Perayaan Ekaristi dipimpin Pastor Paroki YGYB, RP. Yohanes I Nyoman Madia Adnyana, SVD, didampingi Pastor Rekan, RP. Gregorius Loudowick Lengga Wangge, SVD.

Dalam homilinya, Romo Yan mengajak umat untuk semakin menyadari besarnya kasih Kristus yang dinyatakan melalui Ekaristi. Menurutnya, Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus mengingatkan umat akan cinta Tuhan yang begitu mendalam kepada manusia.
“Dalam Ekaristi, Yesus menghadirkan diri-Nya secara nyata dalam Tubuh dan Darah-Nya. Kehadiran itu hanya dapat dipahami dan diterima dengan mata iman. Karena itu, kita patut bersyukur karena diberi kesempatan untuk bersatu dengan Kristus melalui Komuni Kudus,” ujarnya.
Romo Yan menegaskan bahwa Ekaristi merupakan puncak dan sumber kehidupan iman umat Katolik. Melalui perayaan Ekaristi, umat memperoleh kekuatan rohani untuk menjalani kehidupan sehari-hari dan mewujudkan kasih Kristus dalam tindakan nyata.
Ia mengingatkan bahwa keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial dan pelayanan gereja perlu ditopang oleh kehidupan Ekaristi yang aktif.
“Orang Katolik tanpa Ekaristi akan mengalami spiritual stunting karena Ekaristi adalah puncak iman. Seaktif apa pun seseorang dalam kegiatan sosial, pelayanan, maupun kegiatan gerejani lainnya, tanpa kehidupan Ekaristi yang baik tetap ada sesuatu yang kurang dalam pertumbuhan imannya,” tegasnya.
Secara khusus, Romo Yan juga berpesan kepada para orang tua agar terus mendampingi pertumbuhan iman anak-anak yang telah menerima Komuni Pertama. Menurutnya, penerimaan Komuni Pertama bukanlah akhir dari proses pembinaan iman, melainkan awal dari perjalanan yang harus terus dipelihara dan dikembangkan.

“Anak-anak membutuhkan teladan dan dukungan dari keluarga. Orang tua hendaknya membantu mereka untuk tetap rajin mengikuti Misa, berdoa, dan menghidupi nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Perayaan Komuni Pertama berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Selain dihadiri keluarga para penerima Komuni Pertama, perayaan tersebut juga diikuti umat Paroki Yesus Gembala Yang Baik yang turut mendoakan agar anak-anak semakin bertumbuh dalam iman dan cinta kepada Kristus melalui Ekaristi.
Momentum penerimaan Komuni Pertama yang bertepatan dengan Hari Raya Corpus Christi ini menjadi pengingat bagi seluruh umat bahwa Ekaristi bukan sekadar ritual, melainkan perjumpaan nyata dengan Kristus yang menjadi sumber kekuatan dan pertumbuhan iman. Bagi ke-43 anak tersebut, hari istimewa ini menjadi awal perjalanan baru untuk semakin mengenal, mencintai, dan mengikuti Kristus dalam kehidupan sehari-hari. *
Penulis: Karolina Ida-Komsos Paroki YGYB Denpasar
Editor: Hiro/KomsosKD



