LINTAS PAROKI

Paroki MBSB Nusa Dua Lantik 122 Anak Misdinar

NUSA DUA – Sebanyak 122 orang anak dilantik menjadi misdinar di Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua pada Minggu (09/08/2026). Mereka merupakan anak-anak dengan rentang usia kelas 6 SD hingga 3 SMA yang sudah dibaptis secara Katolik dan menerima Komuni Pertama.

Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Perayaan Ekaristi yang dimulai pada pukul 09.30 WITA. Koor dalam misa tersebut dibawakan oleh Lingkungan Santa Monica dan dipimpin oleh Pastor Paroki RD. Adianto Paulus Harun dengan didampingi oleh Frater TOP Yohanes I Ketut Salvatore Cardia.

Dalam homilinya, RD. Adianto menjelaskan bahwa dalam kehidupan, manusia sering menemui banyak tantangan dan kesulitan. Namun, dalam situasi tersebut, manusia terkadang mencari kekuatan lain daripada bersandar kepada Tuhan.

Bacaan Injil pada hari itu menjelaskan peristiwa Yesus yang telah memberi makan 5.000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan. Dalam peristiwa tersebut, mereka yang kebingungan dan kelaparan lantas bersukacita dan menyadari bahwa Yesus adalah Allah.

Setelah peristiwa tersebut, Yesus datang kepada Bapa dengan mendaki sebuah bukit untuk berdoa. Yesus berdoa untuk memohon kekuatan dan terang dari Bapa agar Dia tetap mampu berjalan pada jalan yang dikehendaki oleh Allah, yaitu melalui penderitaan dan kematian-Nya kelak.

Sementara itu, para murid yang telah pergi meninggalkan-Nya mengalami sebuah peristiwa yang menakutkan. Perahu yang mereka tumpangi terombang-ambing, sehingga mereka menjadi takut dan cemas karena tidak mengetahui harus berbuat apa.

“Di tengah berbagai macam ketakutan dan kebingungan yang melanda para murid, Yesus datang. Dia datang dengan berjalan di atas air. Dia datang menjumpai mereka,” tutur RD. Adianto dalam homilinya.

Akan tetapi, para murid justru tidak mengenal-Nya dan mengira yang tampak di depan mereka adalah hantu. Petrus yang merupakan wakil dari para murid mengatakan, “Jika memang benar itu Engkau, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.”

Setelahnya, Yesus memanggil Petrus untuk datang kepada-Nya. Petrus pun turun dari perahu dan mulai berjalan kepada Yesus. Namun, ketika dia merasakan angin yang sangat kencang, Petrus mengalami ketakutan dan berseru kepada Yesus untuk menyelamatkannya.

Kejadian tersebut mirip dengan manusia yang sering jatuh ke dalam dosa dan mengatakan Tuhan tidak lagi hadir atau mendengarkan. Tidak jarang, manusia jatuh ke dalam kekuatan gelap atau jahat yang muncul di depan mereka.

“Melalui peristiwa yang dialami para murid, kita disadarkan bahwa di dalam segala situasi apa pun, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dia senantiasa datang pada saat yang tepat, untuk menguatkan dan menyelamatkan kita,” jelas RD. Adianto.

RD. Adianto menegaskan bahwa kita harus mengingat Tuhan dalam segala situasi, terutama ketika kita mengalami kejatuhan, rintangan, dan penderitaan dalam hidup. Tuhan yang hadir bersama dengan manusia akan menunjukkan belas kasih dan kekuatan-Nya untuk menyampaikan keselamatan.

“Petrus yang tadinya kurang percaya, kemudian diselamatkan. Bahwa danau yang bergitu bergelora, angin yang begitu gila, kemudian menjadi tenang. Di sini menjadi titik, di mana mereka menyadari bahwa Tuhan adalah Allah yang menyelamatkan,” terang RD. Adianto dalam homilinya.

Dalam akhir homilinya, RD. Adianto berpesan kepada anak-anak misdinar untuk selalu menyandarkan diri kepada Tuhan, sebab Tuhan adalah Allah yang tidak pernah meninggalkan. Tuhan merupakan pokok keselamatan yang senantiasa memperhatikan dan menyayangi anak-anak.

“Semoga Tuhan senantiasa menumbuhkan iman kita akan Allah,” tutup RD. Adianto.

Sementara itu, Ketua Misdinar Paroki MBSB Nusa Dua, Vincencia Marcella, menjelaskan bahwa dari 122 orang yang tergabung ke dalam misdinar, sebanyak 95 orang hadir untuk mengikuti pelantikan. Dia menjelaskan bahwa persiapan untuk pelantikan tersebut hanya memakan waktu selama 1 minggu.

“Ini kedua kalinya saya dipercayakan untuk menjadi Ketua Misdinar. Ada senang dan terharunya,” kata Marcella ketika ditemui setelah misa.

Marcella menginginkan agar misdinar dapat menjadi pelayan Tuhan yang kompak, serta menjalani setiap tugasnya dengan baik.

“Semoga teman-teman yang terpilih menjadi pengurus baru, yang sudah dipercayakan oleh Tuhan untuk menjadi pelayan Tuhan, tetap solid, kompak, dan terus menjalani tugas pelayanannya dengan tidak kendor,” ungkapnya.

Anggota Misdinar, Lovely, mengemukakan alasannya mengikuti misdinar. Dia ingin menambah wawasan dan lebih mengenal Kristus melalui karya pelayanan sebagai seorang misdinar. Dia menganggap pelantikan sebagai salah satu janji kepada umat dan Pastor Paroki untuk tetap setia pada tanggung jawab dan disiplin.

“Pesan saya untuk para senior dan pengurus yang baru, semoga bisa melayani dan memimpin adik-adik yang baru dan teman-teman, supaya menjadi misdinar yang baik dan menjadi contoh gembala Kristus,” tambahnya.

Penulis : SGT-B.Tandiono Komsos Paroki Nusa Dua
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button