LINTAS PERISTIWA

RD. Yohanes Martanto: Tuhan Melihat Saya Setiap Hari

MONANG-MANING, DENPASAR – Imam Keuskupan Denpasar RD. Yohanes Martanto, Pastor Paroki St. Petrus Denpasar, pada 21 September 2026, merayakan Pesta Perak Imamat (25 Tahun). Misa meriah dilaksanakan di gereja paroki itu.

Romo Martanto, ketika diberi kesempatan mengungkapkan isi hatinya sebelum berkat perutusan, mengisahkan perjalanan imamatnya dan alasan memilih motto: Tuhan Semoga Saya Dapat Melihat (Lukas 18:41).

Dalam perjalanan menghayati 25 tahun tahbisan imam di Keuskupan Denpasar, ungkap Rm. Martanto, dia merasakan bahwa Sakramen Imamat adalah anugerah terindah Kristus, sang Empunya pemilik Kebun Anggur. Tuhan mempercayakan dia menjadi salah seorang imam-Nya untuk bekerja di kebun anggur kesayangannya di Keuskupan Denpasar dengan melaksanakan Tri Munera Christi, Tugas utama Yesus Kristus di dunia sebagai Imam, (menguduskan) nabi (mewartakan) dan Raja (melayani).

Kedua Yubilaris Rm. Martanto (kanan) dan Rm. Ketut (kiri) bersama Vikjen Keuskupan Denpasar

Romo Martanto melanjutkan, bercermin pada pengalaman Bartimeus yang disembuhkan oleh Tuhan dari kebutaan mata dan hatinya itu, dirinya juga merasakan bahwa Tuhan tidak hanya menyembuhkan matanya, tetapi ‘Tuhan sendiri selalu melihatnya.’

“Tuhan melihat saya setiap hari, karena Dia mempercayakan tugas pekerjaannya kepada saya sebagai ImamNya, tugas itu terkadang berat, tidak bisa saya pahami, terkadang tidak mampu saya kerjakan dengan segenap hati, akal budi, kekuatan, jiwa saya,” ungkapnya.

Sang Yubilaris, mengakui bahwa sebagai manusia biasa dirinya tidak luput dari rasa lelah. “Terkadang dalam menghayati tugas panggilan sebagai imam, saya mengalami kelelahan, burn out, log out atau keluar jalur dan sering kecil-kecilan mengalami game out, tetapi Tuhan selalu membantu saya, menyertai saya, menemani saya, dan menyempurnakan tugas-tugas saya, sampai tugas yang dipercayakan kepada saya itu berhasil dan menghasilkan buah,” lanjutnya.

Misa berlangsung meriah dan agung

Rm. Martanto, yang juga Ekonom Seminari Tuka ini, sungguh merasakan penyertaan Tuhan dalam perjalanan sebagai seorang imam. “Tanpa penyertaan-Nya saya tidak mampu melaksanakan pekerjaan ini,” demikian refleksinya selama 25 tahun menjadi imam seraya mengutip Sabda Yesus: ‘Di Luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa apa-apa’ (Yoh 15:5).

Rm. Martanto melanjutkan, 25 tahun lalu, bersama Rm Ketut Supri, SVD, tepatnya tanggal 21 September 2001 di gereja katedral Denpasar dirinya ”sungguh melihat Tuhan” ketika Bapak Uskup Benyamin Bria mengurapi tangannya dengan minyak Krisma, dan menumpangkan tangan mohon karunia sakramen imamat turun atas dirinya. Ditambah dengan para rekan imam yang hadir, berdoa dan menumpangkan tangan di atas kepalanya.

“Dan setelah menjalani tugas selama 25 tahun sebagai Imam, tepat hari ini, saya tetap bangga menjadi Imam Diosesan Keuskupan Denpasar, saya tetap setia menjalankan tugas yang dipercayakan Bapak Uskup: menjadi Ekonom Seminari sudah 19 tahun, menjadi Pastor paroki di St. Petrus ini, bergabung menjadi team ecclesial ME Distrik XII Denpasar,” lanjutnya.

Kedua yubilaris bersama kedua Bapak Uskup, dan keluarga besar Rm. Martanto

Dikatakan, Tuhan telah memampukannnya menjadi Imam karena “Tuhan Selalu melihatnya,” Tuhan melihat detail hidupnya dalam menjalankan tugas sebagai Imam-Nya, tidak seperti mandor bangunan yang melihat pekerjaan para tukang bangunan untuk mencari kesalahan, tetapi Tuhan melihat dirinya tiap hari seperti Tuhan menemani perjalanan dua murid ke Emaus itu.

“Selama 25 tahun menjadi Imam, Tuhan selalu melihat dan menyertai perjalanan hidup saya. Pengalaman perjalanan dua murid dari Yerusalem menuju Emaus yang dipenuhi dengan ketidakpercayaan, rasa frustasi, putus asa para Murid, itu ternyata menjadi saat Penuh Rahmat. Tuhan juga menyertai perjalanan Imamat saya yang juga penuh dengan kebosanan, frustasi dan kegagalan sebagai Imamnya,” katanya dengan rendah hati.

Romo Martanto juga mengisahkan tentang karya-karya pastoral yang dilaksanakannya selama dipercaya menjadi pastor paroki St. Petrus, antara lain pembangunan pastoran tiga lantai, pemekaran lingkungan yang sudah menjadi 15 dan total KBG 38, serta kegiatan-kegiatan lainnya dalam rangka menumbuh kembangkan iman umat.

Romo Martanto bersyukur, karena umat dan para fungsionaris pastoral mendukungnya sehingga semua pekerjaan Tuhan yang dipercayakan kepadanya dapat terlaksana dengan baik. Romo Martanto menambahkan, di usia 1 tahun menuju Panca Windu paroki itu, jumlah umat berkembang cukup pesat. Hingga kini tercatat ada lebih dari 3.000 umat, dengan jumlah kk hampir 1.000.

Apresiasi dari Bapak Uskup

Sementara Bapak Uskup Denpasar, Mgr. Silvester San, dalam sambutannya menyampaikan syukur dan proficiat kepada umat st. Petrus yang merayakan ulang tahun paroki ke-39, sekaligus proficiat kepada kedua yubilaris (Rm. Martanto dan Rm. Ketut Supriyanto,SVD), yang merayakan perak imamat.

“Kita bersyukur sakaligus berdoa semoga umat di paroki ini terus bertumbuh dan berkemban serta menjadi paroki yang solid dan solider, iman umat juga semakin kuat dan teguh,” harap Mgr. San.

Yubilaris menyerahkan potong kue ulang tahun kepada Bapak Uskup Denpasar

Atas rahmat imamat yang sudah 25 tahun dijalani kedua yubilaris, Bapak Uskup mengatakan, “Hari ini pantas bersukacita dan bersyukur atas rahmat imamat Rm. Martanto dan Rm. Ketut. Keduanya telah menanggapi panggilan Tuhan menjadi imam-Nya.”

Dikatakan Bapak Uskup, angka 25 tahun bukan sekedar deretan waktu tetapi ada perjalanan pelayanan kedua imam yang telah menyertai dan menguatkan umat. “Mereka selalu siap diutus ke ladang manapun seturut kehendak Tuhan sebagai pemilik ladang,” ungkap Bapak Uskup.

Suasana acara ramah tamah (resepsi) setelah misa

Bapak Uskup menambahkan bahwa kedua imam dikenal sebagai pribadi yang baik dan rendah hati. Romo Martanto, misalnya, sangat berbaik hati bahkan para sahabatnya terutama yang pernah sama-sama kuliah di Ritapiret, selalu mampir dan diterima dengan penuh persaudaraan. Terbukti, dengan kehadiran Bapak Uskup Mgr. Maksimus Regus dan dua imam dari Ruteng dan Labuan Bajo yang merupakan teman kelasnya.

Sebuah tarian pembuka saat acara resepsi syukuran

“Kedua imam juga dapat melaksanakan tugas dengan tekun dan penuh tanggung jawab.
Selaku Uskup, saya memberikan apresisai dan terima kasih kepada Rm. Martanto dan Rm. Ketut. Terima kasih telah berjalan bersama saya dan menopang karya pastoral di Keuskupan Denpasar,” ungkap Mgr. San, seraya mengharapkan topangan doa dari umat untuk kedua yubilaris dalam karya imamat selanjutnya.

“Topangan doa dan partisipasi umat penting, mendengar, mentaati dan mencintai imammu, agar dengan penuh sukacita terus menabur benih iman yang baik bagi umat,” pungkas Bapak Uskup.*

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button