Perayaan Syukur Umat dan Pesta Perak Imamat Pastor Paroki St. Petrus Denpasar

MONANG-MANING, DENPASAR – Dua orang Uskup dan sekitar 45 orang imam konselabrasi, plus 4 Diakon, serta ratusan umat dan undangan hadir memeriahkan perayaan syukur umat Paroki St. Petrus Monang-Maning, Denpasar yang merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-39 paroki itu, dengan dimahkotai Perayaan Perak (25 tahun) Imamat Pastor Paroki St. Petrus Denpasar RD. Yohanes Martanto, pada Senin (21/9/2026).
Bapak Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, memimpin misa syukur tersebut, didampingi imam konselebrasi antara lain Bapak Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus dan sekitar 45 orang pastor ditambah 4 Diakon, baik yang berkarya di Keuskupan Denpasar termasuk beberapa datang dari Dekenat NTB, maupun imam tamu yang merupakan keluarga dan teman kelas Yubilaris Rm. Martanto.

Kehadiran Bapak Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus (teman kelas Yubilaris ketika kuliah di Seminari Tinggi Ritapiret, Maumere, NTT-red.), turut memberikan warna tersendiri dalam perayaan mulia itu.
Sejatinya dalam misa meriah ini, ada dua orang yubilaris, selain pastor paroki, juga RP. Laurensius Ketut Supriyanto, SVD (kini pastor paroki St. Yoseph Denpasar), yang beberapa tahun lalu sempat menjadi pastor rekan di St. Petrus Denpasar. Rm. Martanto dan Rm. Ketut Supriyanto, SVD, sama-sama ditahbiskan oleh Mgr. Benyamin Yosef Bria (alm) di Gereja Roh Kudus Katedral pada 21 September 2001.

Misa berlangsung meriah. Koor yang mengiringi misa itu menyanyikan lagu-lagu liturgi inkulturasi Jawa, diiringi gamelan Jawa.
Dalam pengantar misa, Bapak Uskup Denpasar, Mgr. Silvester San, menyampaikan bahwa bertepatan dengan Pesta Wajib Santo Matius (Penulis Injil) hari itu, umat Paroki St. Petrus patut bersyukur atas dua peristiwa berahmat yaitu HUT paroki ke 39, yang bersamaan dengan Pesta Perak Imamat Rm. Martanto sebagai pastor paroki dan Rm. Ketut Supriyanto, SVD yang pernah berkarya di sana.
“Kita doakan semoga kedua Yubilaris ini selalu setia dan dapat melaksanakan tugas mereka sebagai pelayan umat dan memuliakan Allah. Umat paroki ini juga kiranya terus bertumbuh dan berkembang, memiliki iman yang teguh dan semakin solid dan solider,” ajak Bapak Uskup.

Sementara dalam homilinya, Bapak Uskup mengingatkan bahwa sebagai murid Kristus handaknya selalu siap diutus. “Kita semua murid Kristus yang dipanggil menjalankan tugas perutusan. Sebagai yang diutus kita diminta dapat menjalankan tugas itu dengan setia,” katanya.
Bapak Uskup juga mengungkapkan, sesuai Injil hari itu (Lukas 18:35-43), di mana yubilaris mengutip salah satu ayat sebagai moto tahbisannya: ‘Tuhan semoga aku dapat melihat’ (Lukas 18:41), umat diajak untuk menyadari dan melihat dengan mata iman akan kebaikan dan kemuliaan Tuhan pada umat-Nya, seperti orang buta yang memohon belas kasihan Tuhan, akhirnya sembuh dan dapat melihat karena imannya telah menyelamatkannya.
Menurut Bapak Uskup, peristiwa penyembuhan si buta ini tetap aktual. “Mungkin kita masih buta melihat kehadiran Tuhan, tetapi Tuhan sendiri yang selalu dekat dengan kita. Kita mohon Tuhan membuka mata iman kita untuk melihat kebaikan dan melihat anugerah dari-Nya,” imbuh Bapak Uskup.

Demikian juga dengan kedua imam yang merayakan perak imamat, awalnya mungkin tuli dan tidak melihat panggilan Yesus. Tetapi kini kedua yubilaris dapat melihat dengan jelas kemuliaan Tuhan dan dengan penuh iman memberikan kesaksian melalui pelayanan mereka. “Semoga yubilaris dapat menjadi imam yang setia dan berbelas kasih,” harap Bapak Uskup.
Misa berlangsung khidmat, seluruh bangku dalam gereja termasuk di balkon, terisi penuh. Sebagian umat ada yang duduk di luar gereja. Sebelum berkat perutusan, Yubilaris Rm. Yohanes Martanto, diberi kesempatan untuk menyampaikan sapaan kasih, lalu sambutan Bapak Uskup.

Dalam kesempatan itu juga, diberi waktu kepada Penulis Buku Sejarah Gereja Katolik Paroki St. Petrus F.X. Sunaryo, untuk memberikan gambaran sekilas kepada Bapak Uskup, para imam dan seluruh umat yang hadir mengenai isi buku itu. Setelah menjelaskan isi buku secara singkat, dilanjutkan penyerah satu exemplar buku itu kepada Bapak Uskup, didampingi Rm. Martanto selaku Pastor Paroki.
Selepas misa dilanjutkan resepsi syukuran di halaman depan gereja St. Petrus Denpasar. Dalam acara ini, antara lain diisi dengan laporan Ketua Panitia, dan aneka acara hiburan. Diselingi juga dengan pemotongan kue ulang tahun oleh kedua yubilaris didampingi Bapak Uskup San dan Bapak Uskup Maksimus dan Rm. Firgi, Pastor Rekan Paroki St. Petrus Denpasar.

Ketua Panitia Budi Prayitno, dalam laporannya mengungkapkan kesaksiannya tentang Rm. Martanto. “Selama dua puluh lima tahun karya imamatnya, RD. Yohanes Martanto, telah hadir sebagai gembala, pelayan sakramen, pewarta Sabda Tuhan, pembimbing rohani, sekaligus sahabat bagi umat,” ungkapnya.
Resepsi syukuran juga dimeriahkan dengan pengundian kupon doorprize dengan hadiah utama sepeda motor dan banyak hadiah-hadiah lainnya.
Dalam acara itu juga dihadiri sejumlah undangan dari luar Gereja Katolik, antara lain tokoh adat, tokoh masyarakat dan unsur pemerintah. *
Hironimus Adil



