LINTAS PERISTIWA

Ribuan Umat Padati Taman Makam Katolik Mumbul Hadiri Misa Peringatan Arwah Orang Beriman

DENPASAR – Umat Katolik membludak mengahadiri misa peringatan Arwah Semua Orang Beriman di Taman Makam Katolik Mumbul, Nusa Dua, Senin (2/11/2026). Misa peringatan arwah di Taman Makam ini, rutin dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 2 November oleh Rukun Kematian Katolik Dekenat Bali Timur (RKK-DBT) sebagai pengelola taman makam itu.

Hak itu tak lepas dari tradisi Gereja Katolik yang memperingati Arwah Semua Orang Beriman setiap tanggal 2 November. Peringatan ini memiliki makna dan tujuan untuk mendoakan jiwa-jiwa mereka yang telah meninggal dunia terutama yang masih dalam Api Penyucian.

Misa dipimpin oleh Gembala Keuskupan Denpasar Mgr. Silvester San, selaku Selebran Utama, didampingi belasan imam dan tiga Diakon.

Misa dimulai pukul 15.00 wita. Kendati demikian, pembacaan intensi misa untuk mengenang dan mendoakan keluarga yang telah meninggal dari umat paroki/stasi di Dekenat Bali Timur dan Dekenat Bali Tengah sudah dilakukan sejak pukul 10.00 hingga pukul 14.30 wita.

Setelah pagi diguyur hujan, siang hari saat perayaan cuaca cukup panas. Namun, tidak menghalangi kekyusukan umat dalam misa yang berlangsung penuh hikmat dan agung itu. Seluruh petugas liturgi termasuk koor ditanggung oleh Paroki St. Petrus Denpasar yang dipercayakan oleh RKK-DBT sebagai Panitia Pelaksana.

Ketua Panitia yang juga Ketua Rukun Kematian Paroki St. Petrus Denpasar Yustinus Aries Hartono, memperkirakan umat yang hadir dalam misa ini sekitar 3.000 orang. Perhitungan Aries sederhana, kursi yang disiapkan panitia ada 2000, hampir seluruhnya terisi. Namun, sebagian umat memadati sekitar makam keluarganya, juga sepajang koridor jalan masuk di areal pemakaman. Hal ini disampaikan Aries, menjawab pertanyaan media ini tentang total umat yang hadir.

Pemberkatan Kolombarium baru sebelum Misa

Sebelum misa berlangsung, Bapak Uskup didampingi Deken Bali Tengah RD. Evensius Dewantoro dan Pengurus RKK-DBT, terlebih dahulu memberkati kolombarium (rumah abu) yang baru dibangun di areal pemakaman.

Perayaan Mulia

Selesai pemberkatan kolombarium baru, dilanjutkan dengan perarakan para imam konselebran dan Bapak Uskup, serta para petugas liturgi (selain anggota koor) dari depan Sekretariat RKK-DBT menuju altar di pelataran doa.

Perarakan menuju altar saat memulai perayaan

Dalam pengantarnya, Bapak Uskup mengungkapkan bahwa misa itu merupakan perayaan mulia mengenang arwah-arwah orang beriman. “Kurban Misa ini adalah perayaan mulia untuk mengenang dan mendoakan arwah orang-orang beriman. Kita Bersatu dalam doa agar saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia khususnya yang masih dalam Api Penyucian boleh menikmati kebahagian kekal dalam kerajaan-Nya.

Dalam kredo kita percaya akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal. Semoga dengan pertolongan doa-doa kita yang masih berziarah di dunia ini mereka disucikan Tuhan dan bebas dari Api Penyucian dan memperoleh kehidupan abadi dalam Surga,” ungkap Bapak Uskup.

Umat memadati kursi di bawah tenda di pelataran doa Taman Makam Mumbul

Dalam homilinya, Bapak Uskup mengatakan kematian adalah krisis terbesar dalam hidup manusia, itu situasi batas yang harus dihadapi, tapi tidak boleh menakutkan karena jalan menuju hidup kekal.

“Sebagai manusia pasti takut mati, karena masih ragu dan kurang percaya akan kehidupan kekal. Namun, selayaknya sebagai orang beriman dan pengikut Kristus tidak perlu takut mati, sebab kematian adalah jalan menuju hidup kekal,” lanjut Bapak Uskup.

Dikatan Bapak Uskup, sebagai pengikut Yesus, harus percaya hanya mati secara fisik tetapi jiwa akan memperoleh hidup kekal. Manusia akan diterima sebagai keluarga Allah di Surga setelah disucikan di Api Penyucian,” terang Bapak Uskup.

Gembala Umat Keuskupan Denpasar mengingatkan, berkat Kristus yang telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung, orang yang mengimani Kristus juga akan mengalami kebangkitan dan masuk dalam persekutuan dengan Kristus.

Sebagian umat menempati di sekiatar areal makam dan di bawah kolombarium

“Orang-orang yang meninggal dan masih di Api Penyucian tetap mengharapkan doa-doa kita. Mereka butuh solidaritas kita yang masih berziarah di dunia untuk terus mendoakan mereka. Hal ini juga menjadi alasan kita persembahkan kurban misa ini,” tambah Bapak Uskup.

Bapak Uskup mengingatkan kembali tentang Gereja sebagai satu Tubuh Mistik Kristus. “Kemarin 1 November kita mengenangkan semua orang kudus. Persekutuan para Kudus itu meliputi orang-orang kudus di Surga (Gereja Bahagia). Kemudian kita yang hidup dan masih berziarah di dunia, sebagai Gereja Berziarah membutuhkan doa dari para kudus di Surga.

Lalu mereka yang sudah meninggal dan masih dalam api penyucian (Gereja Menderita/Gereja Dimurnikan). Mereka inilah yang membutuhan doa kita supaya mereka disucikan dan bisa masul dalam keluarga Allah dalam persekutan dengan para kudus di Surga. Maka, hidup atan mati para pengikut Kristus akan tetap menjadi milik Kristus sebagai tubuh mistik-Nya,” pungkas Bapak Uskup.

Ketika misa memasuki konsekrasi

Sebelum berkat penutup, didahului sapaan Panitia dan beberapa sambutan. Ketua Panitia Pelaksana Yustinus Aries Hartono, dalam sapaannya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Uskup, Vikjen, Deken Bali Timur dan Bali Tengah, para Pastor Paroki dan semua pastor yang ikut dalam misa konselebrasi itu, petugas liturgi dan tatib dari Paroki St. Petrus, RKK-DBT, RKK Paroki/Stasi di Dekenat Bali Timur dan Bali Tengah serta seluruh umat.

Menurut Aries, Panitia misa arwah dan kremasi tahun 2026 dipercayakan kepada Paroki St. Petrus dan dalam pelaksanaannya didukung penuh oleh RKK Paroki dan Stasi yang tergabung dalam RKK-DBT.

Sambutan Ketua RKK-DBT

Ketua RKK-DBT Angelica Anak Agung Putu Priniti, dalam sambutannya menyampaikan perkembangan keanggotaan, catatan kegiatan 2026 serta rencana peningkatan fasilitas dan pelayanan RKK-DBT.

Berdasarkan data terakhir per 2 November 2026, menurut Ketua RKK-DBT yang akrab disapa Gek Diaz, anggota berjumlah 39.662 orang, tersebar di 11 paroki dan 1 stasi, 108 Lingkungan dan 436 KBG.

Catatan kegiatan 2026 terdiri dari kremasi massal 2 kali, pembuatan 268 kotak kolombarium baru, pelayanan rutin kedukaan, pemakaman dan kremasi, rapat evalusi keuangan dan operasional persemester, dan menjalin Kerjasama dengan Rumah Duka Oase milik Keuskupan Denpasar untuk penitipan jenazah.

Sementara untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan, tahun 2027 pengurus akan membangun Gudang Peti di areal taman makam, melanjutkan pembangunan wantilan dan tempat istirahat untuk peziarah dan penambahan kolombarium.

Pemberkatan makam setelah misa

Gek Diaz juga menyampaikan tentang penyesuaian Hak dan Kewajiban Anggota RKK DBT dan sudah menyosialisasikan lewat surat edaran, salah satu isinya adalah terkait penyesuasian iuran anggota dari Rp. 40.000/anggota/tahun menjadi Rp. 60.000/anggota/tahun.

“Terkait dengan kenaikan ini, kami menerima banyak saran dan masukan serta keberatan dari sebagian umat (anggota). Perlu kami sampaikan kenaikan iuran Rp. 20.000 ini selaras dengan manfaat yang didapatkan berupa penitipan jenazah selama 3 hari, 2 malam dan kamar tidur ber-AC serta kamar mandi pribadi bagi keluarga di rumah duka Oase. Tambahan nilai manfaat ini sebesar Rp. 3.150.000, yang akan dibayarkan oleh RKK-DBT kepada pihak Oase,” terang Gek Diaz.

Gek Diaz, lantas memberikan ilustarasi menarik. Dengan iuran Rp. 60.000, perjiwa/tahun, atau Rp.5000/jiwa/bulan, nilai manfaat yang didapatkan saat anggota meninggal adalah sebesar Rp. 18.550.000, dengan rincian peti jenazah Rp.2.500.000; ambulance 3 kali trip Rp.900.000; tanah makam Rp.12.000.000; dan rumah duka Oase Rp.3.150.0000.

“Sebagai anggota, jika nominal Rp.18.550.000 dibagi Rp.60.000 maka dalam satu kali pelayanan diperlukan subsidi dari 308 anggota lain untuk mewujudkannya,” imbuh Gek Diaz.

Sementara Bapak Uskup Denpasar, Mgr. Silvester, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada RKK-DBT yang telah menjalankan tugas dengan baik dan sebagai Uskup memberikan apresiasi yang tinggi.

Bapak Uskup mengatakan bahwa mengurus RKK dengan anggota puluhan ribu tidak mudah, pasti ada banyak diskusi, ada yang protes, tidak setuju dan sebagainya. “Kalau ada rotes itu tanda masih ada kehidupan. Tetapi kita tetap mengambil keputusan dan pasti tidak bisa memuaskan semua oran. Itu normal dalam sebuah organisasi. Uskup juga memutuskan belum tentu semua umat setuju, tetapi sebagai uskup, harus memutuskan,” tegasnya.

Menurut Bapak Uskup semangat solidaritas dan semangat sinodalitas itu penting. “Hari ini kita bantu orang, lain kali orang lain yang membantu kita. Saya harap pengurus RKK-DBT banyak bersabar dan tetap menjalankan tugas dengan baik,” pungkas Mgr. San.

Deken Bali Tengah RD. Evensius Dewantoro, dalam sambutan sebelum Bapak Uskup, menyampaikan apresiasi dan memuji Taman Makam Katolik Mumbul telah banyak perubahan, sangat tertata rapi dan indah berkat kerja keras pengurus RKK-DBT, didukung RKK Paroki/Stasi. “Selagi kita masih hidup, mari kita berbuat baik. Salah satunya solidaritas dengan sesama. Solidaritas dengan keluarga yang berduka sering kita saksikan, dan ini perlu ditingkatkan dengan saling bantu,” kata Deken.

Rm. Evensius, juga mengungkapkan tentang rumah duka Oase, di mana sejak hadirnya Oase, pelayanan makin bagus dan keluarga bisa menitipkan keluarga yang meninggal dengan baik dan sangat layak. Deken juga mengingatkan kalau ada anggota keluarga yang meninggal, kontak RKKP, pasti akan diarahkan dengan baik.

Rangkaian Misa Peringatan Arwah Samua Orang Beriman itu, diakhiri dengan pemberkatan seluruh makam dan rumah abu di Taman Makam Mumbul oleh para imam dan diakon.

Para peziarah masih berdatangan hingga malam. Situasi sampai sekitar pukul 21.30 wita, 2 November 2026

Para peziarah tidak semua langsung pulang setelah misa, banyak yang masih melanjutkan ziarah di makam keluarganya dan berdoa. Bahkan semakin malam masih banyak keluarga dan peziarah yang datang. Hampir setiap blok makam pada malam hari memperlihat nyala lilin yang berpendar indah dan manjadikan suasana syahdu serta menyenangkan. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button