LINTAS PAROKI

Sederhana, HUT Perak Imamat RP. Ketut Supriyanto,SVD dan ke-91 Paroki St. Yoseph

DENPASAR – Tidak ada acara special, apalagi pesta meriah. Hanya pemotongan kue ulang tahun di depan teras gereja, setelah misa hari Minggu, 20 September 2026. Setelahnya, bagi nasi kotak kepada seluruh umat yang hadir, makan bersama lalu pulang. Selesai.

Suasana ini sangat terasa pada puncak syukur umat dan imam Paroki St. Yoseph, atas Perak Imamat (25 Tahun) Pastor Paroki RP. Laurensius I Ketut Supriyanto, SVD, dan HUT ke-91 paroki itu.

Perayaan syukur berlangsung dalam Misa Kudus bersamaan dengan perayaan hari Minggu, (20/9/2026) di Gereja St. Yoseph, jalan Kepundung Denpasar. Mengantisipasi banyaknya kehadiran umat dalam perayaan syukur ini, pihak panitia yang dikoordinir oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki itu, meminta ijin kepada pihak berwenang untuk menutup jalan Kepundung selama upacara berlangsung hingga selesai.

Suasana Misa Syukur

Kendati sederhana, tetapi umat sungguh bersukacita bersama pastor parokinya atas perayaan penuh syukur hari itu. Suasana pesta sedikit terasa dan berbeda dari perayaan hari Minggu lainnya, saat perarakan pembuka diiringi dengan tarian oleh para remaja paroki itu. Juga ada tarian mengiringi persembahan, selebihnya seperti biasa. Menariknya koor yang mengiringi misa itu merupakan penampilan perdana koor paroki St. Yoseph yang baru terbentuk untuk pelayanan misa ini.

Sebagai informasi bahwa jejak sejarah Paroki St. Yoseph dimulai ketika misionaris perdana Pater Johanes Kersten, SVD menjejakan kaki dan mulai menetap di Bali, tanggal 12 September 1935. Sehingga kini genap 91 tahun benih Injil ditaburkan di Bali, yang dimulai dari Paroki St. Yoseph.

Sedangkan RP. Lauresnsius I Ketut Supriyanto, SVD, sejatinya ditahbiskan pada 21 September 2001, di Gereja Roh Kudus Katedral Denpasar oleh Mgr. DR. Benyamin Yosef Bria (alm), bersama RD. Yohanes Martanto (kini Pastor Paroki St. Petrus Denpasar) dan seorang imam lainnya yang sudah menarik diri dan kembali menjadi awam.

Yubilaris RP. Laurensius Ketut Supriyanto,SVD; 25 Tahun Imamat

Misa dipimpin sang Yubilaris, RP. Ketut Supriyanto, SVD, didampingi konfrater SVD, yakni Pastor Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar RP. Yosef Wora, SVD dan RP. Vian, SVD yang akan menjadi misionaris di Australia dan sementara ini membantu di Paroki St. Yoseph, serta Diakon Ferin,SVD.

Di sela-sela homilinya pada perayaan syukur itu, Rm. Ketut, demikian pastor kelahiran Palasari itu akrab di sapa mengungkapkan, 91 tahun gereja hadir di Bali untuk memelihara jiwa jiwa (cura animarum) sejak Pater Kersten menjejakan kaki dan mulai menetap di Bali pada 12 September 1935.

“Dalam usia ke-91 ini, patut kita bertanya, kita sedang berada di posisi mana, dan ke mana kita hendak melangkah ke depan. Bagaimana kita akan bertumbuh dan berkembang dengan baik terutama iman kita maupun perkembangan gereja ini secara fisik, semuanya kembali kepada kita,” katanya.

Persembahan Misa Syukur, dipimpin Yubilaris Rm. Ketut, didampingi Rm. Yosef (kanan) dan Rm. Vian (kiri)

Sebagai refleksi, Rm. Ketut, mengungkapkan bahwa paroki-paroki yang merupakan pemekaran dari Paroki St. Yoseph saat ini berkembang sedemikian pesat. Hal ini dikatakannya bukan untuk membandingkan, tetapi untuk menyadarkan umat supaya tahu posisinya sambil menatap ke depan ke mana harus melangkah, untuk kebaikan gereja ini.

Menurut Rm. Ketut, secara definitif St. Yoseph sebagai paroki tahun 1947. Ini dilihat dari catatan Buku Baptis di mana pembaptisan pertama paroki ini mulai tahun 1947.

“Saya sendiri sudah belajar 25 tahun menjadi imam. Saya belajar seperti Bunda Maria, ‘Terjadilah padaku menurut kehendakmu.’ Karena saya mengambil moto tahbisan yang jika dimaknai memiliki arti ‘Apapun yang menimpamu terimalah’,” lanjutnya.

Paroki yang sudah memasiki usia 91 tahun, dan dirinya yang sudah berkarya sebagai imam Tuhan selama 25 tahun, katanya, perlu terus belajar untuk bertumbuh dan berkembang seturut kehendak Allah. “Seperti moto Bapak Uskup kita ‘Allah yang memberikan pertumbuhan’,” imbuhnya.

Mendasarkan pada bacaan Injil hari itu, tentang kebijakan pemilik ladang yang membayar para pekerja masing-masing satu dinar, tanpa memperhitungkan panjang atau pendek waktu dia bekerja, menurut Rm. Ketut, bahwa perumpamaan itu menunjukan keadilan menurut Tuhan, manusia tidak perlu keberatan atau mempersoalkan kebijakan dan kehendak Tuhan. Tuhan sendiri mengingatkan, ‘Rancangan-Ku bukan rancanganmu.’

Seusai homili perayaan dilanjutkan dengan liturgi Ekaristi hingga ritus penutup. Sebelum misa berpuncak pada berkat perutusan, didahahuli beberapa sapaan dan sambutan.

Dimulai dari Laporan Ketua Panitia Yohanes Giovani Putra Rio, seorang OMK Paroki. Menurut Rio, perayaan sederhana hari itu merupakan puncak ungkapan syukur umat atas HUT paroki ke-91 dan Pesta Perak Imamat Pastor Paroki, Rm. Ketut.

Rio melaporkan bahwa dalam rangka pesta perak dan HUT Paroki, panitia telah menggelar aneka kegiatan, baik bersifat jasmani seperti donor darah, lomba badminton, lomba fashion show, dance, karaoke, mewarnai dan menggambar dan lain-lainya, juga lomba-lomba bersifat rohani di antaranya lomba mazmur, strory telling Kitab Suci, lektor dan menulis renungan.

Rangkaian acara-acara ini, berpuncak pada acara persaudaraan dan kebersamaan seluruh umat di Lapangan Puputan Badung, Minggu (13/9). Rio juga menyampaikan, karena keadaan gereja St. Yoseph yang sempit, beberapa acara bersifat jasmani dilaksanakan di Banjar Bun atas Kerjasama yang baik dengan krama setempat dan tempat lainnya.

Koor Paroki: pelayanan perdana dan baru dibentuk

“Terima kasih kita melakukan semjuanya dalam kasih. Semoga kita terus tumbuh dan berkembang dalam iman, semakin kompak dan penuh persaudaran dan selalu siap melayani,” pungkas Rio.

Mewakili umat, Ketua BPI Paroki St. Yoseph John Miharjo, menyampaikan proficiat kepada seluruh umat atas HUT ke 91 paroki dan selamat bahagia kepada Rm. Ketut yang merayakan 25 tahun imamatnya.

“Semoga persaudaraan kita semakin kuat dan solid, terutama di KBG dan Lingkungan. Dalam keterlibatan aktif di gereja kita tunjukan menjadi umat yang baik, bersatu dan bersolider, serta berani melangkah ke depan. Kepada Romo Ketut, semoga tetap menjadi menjadi gembala yang baik,” harapnya.

Umat memenuhi badan jalan Kepundung mengikuti acara pemotongan kue syukur Ultah Paroki dan Pastor Paroki

Mewakili Konfrater SVD, RP. Yosef Wora,SVD dalam sapaannya mengungkapkan “Saya bahagia hadir di sini.” Romo Yosef juga mengungkapkan bahwa sebagai paroki perintis St. Yoseph telah banyak melahirkan paroki-paroki lain di Keuskupan Denpasar, terutama di sekitar Denpasar, sebagaian Kabupaten Badung, hingga Gianyar, Klungkung dan Karangasem, seraya mengingat RP. Servatius Subhaga,SVD (alm) yang telah berjuang dan tanpa lelah merintis perkembangan paroki-paroki tersebut selama menjadi Pastor Paroki St. Yoseph.

“Tanpa St. Yoseph tidak ada Katedral. Tapi semua ini bukan karena siapa-siapa, semua karena Tuhan yang memberikan pertumbuhan,” katanya.

Romo Yosef juga menyampaikan Proficiat kepada Rm. Ketut, sambil berharap semoga berkat doa St. Yoseph, Rm. Ketut dapat menjalani karya pelayaan dengan baik dan dapat bekerjasama dengan umat untuk tumbuh kembangnya paroki St. Yoseph. Romo Yosef juga menyampaikan selamat kepada seluruh umat yang merayakan HUT ke-91 Paroki itu.

Sementara Yubilaris Rm. Ketut, mengungkapkan sebagai imam selama 25 tahun selalu dikeliligi orang baik, di manapun diutus termasuk di Paroki St. Yoseph. “Saya tidak sempurna tapi saya selalu belajar menjadi orang baik dengan berlandaskan kasih,” katanya.

Ketua Panitia, Rio (OMK Paroki) yang telah sukses mengkordinir panitia perayaan dapat kehormatan potongan kue pertama dari Yubilaris

Usai misa, acara dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun di teras gereja. Sementara umat duduk dan sebagian berdiri di bawa tenda yang menutupi jalan Kepundung. Sesudah itu, seluruh umat diajak menyantap nasi kotak yang disediakan sekaligus mengakhiri rangkaian pesta syukur tersebut. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button