LINTAS PAROKI

Misa Pengenangan Arwah di Pemakaman Kapela Gua Maria Kebayan

Meneguhkan Iman Kebangkitan dan Kuasa Doa bagi Jiwa-Jiwa

SUMBAWA – Suasana khidmat dan penuh pengharapan menyelimuti kawasan pemakaman Kapela Gua Maria Penolong Abadi, Kebayan, Sumbawa Besar, pada Senin (2/11/2026) sore.

Ratusan umat Katolik dari berbagai lingkungan di Paroki Sumbawa, termasuk Stasi Tanjung Menangis dan Stasi Empang, berhimpun bersama merayakan Misa Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman yang dimulai pukul 16.30 WITA.

Perayaan Ekaristi dipersembahkan secara konselebrasi oleh RD. Laurensius Maryono dan RD. Damianus Hyoga Oktav Langi, dengan didampingi Frater Rio Armando. Alunan lagu-lagu liturgis dari paduan suara SMAK St. Gregorius mengiringi jalannya perayaan dengan syahdu.

Dalam pengantar misa, RD. Laurensius Maryono menegaskan pentingnya persekutuan doa bagi jiwa-jiwa di api penyucian.

“Hari ini kita mempersembahkan doa bagi saudara-saudari kita yang telah berpulang, orang tua, kerabat, maupun kenalan, agar mereka segera beroleh kebahagiaan kekal di surga. Peringatan ini meneguhkan bahwa ikatan kasih tidak pernah terputus oleh maut,
sekaligus memberi penghiburan rohani bahwa kelak kita akan dihimpunkan kembali dalam kepenuhan hidup ilahi,” ungkap Romo Laurensius.

Mengupas dasar biblis dan ajaran Gereja dalam homilinya, Romo Laurensius mengutip Kitab Makabe tentang teladan Yudas Makabe yang mempersembahkan kurban silih bagi mereka yang gugur atas dasar iman akan kebangkitan.

Keyakinan tersebut ditegaskan kembali melalui pengajaran Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, “jika tidak ada kebangkitan orang mati, maka sia-sialah iman kristiani.”

Mengutip pandangan Santo Agustinus, Romo Laurensius mengingatkan bahwa doa yang dipanjatkan dengan cinta tulus memiliki kuasa rohani yang nyata bagi mereka yang telah mendahului kita. Ekaristi Kudus hadir sebagai puncak doa tertinggi yang melampaui sekadar tradisi seremonial.

Umat diajak untuk merangkul semua jiwa dalam doa, khususnya mereka yang terlupakan, korban bencana, peperangan, maupun yang meninggal secara mendadak.

Selain itu, umat diimbau untuk terus memperbarui diri melalui pertobatan sejati, menanggalkan manusia lama, menyambut sakramen-sakramen Gereja, serta memanfaatkan rahmat indulgensi penuh melalui ziarah dan doa sepanjang tanggal 1–8 November.

Usai penerimaan Komuni, RD. Damianus Hyoga Oktav Langi, memimpin ritus pemberkatan air suci. Kedua imam selebran kemudian berkeliling memerciki lilin serta bunga yang dibawa oleh umat.

 

Selanjutnya, para Prodiakon bergerak menyusuri dan memerciki seluruh pusara di kompleks pemakaman kapela.

Rangkaian liturgi ditutup dengan momen doa hening pribadi umat di pusara sanak saudara masing-masing. Seluruh umat melangkah pulang dengan hati yang terhibur serta iman yang diteguhkan akan janji hidup kekal dalam Kristus. *

Penulis: Made Suryani-Komsos Sumbawa Besar
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button