Rayakan 16 Tahun Imamat, RD Adianto Paulus Harun: Aku Mengasihi Engkau

NUSA DUA – Sukacita menyelimuti Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua pada Sabtu (26/9/2026). Hari itu, Pastor Paroki, RD Adianto Paulus Harun, memperingati ulang tahun tahbisan imamat yang ke-16.
Perayaan ulang tahun tahbisan imamat RD Adianto diadakan di Aula Santo Kristoforus setelah misa Sabtu sore.

Dalam perayaan tersebut, hadir pula Pastor Rekan Paroki MBSB, RD Ferdy Panggur Burhan dan RD Johannes Handrijanto Widjaja, serta Frater TOP Yohanes I Ketut Salvatore Cardia.
Umat juga antusias berdatangan ke perayaan tersebut, antara lain para Ketua Lingkungan, Ketua Komunitas Basis Gereja (KBG), Gerakan Lansia Bahagia (Grasia) MBSB, serta Sekami. Grasia dan Sekami bahkan membawakan persembahan berupa pertunjukkan untuk RD Adianto.

Perjalanan imamat RD Adianto dimulai pada 26 September 2010 di Gereja Katedral Denpasar, ketika menjalani pentahbisan bersama dengan dua imam lainnya yaitu RD. Maxi Soge dan RD. Patrisius Woda.
Setelah ditahbiskan, RD Adianto mendapatkan tugas perdana menjadi Pastor Rekan di Paroki Hati Kudus Yesus Palasari.
Setelahnya, RD Adianto pindah tugas ke Paroki MBSB Nusa Dua sejak bulan Maret 2020 dan menjadi Pastor Paroki hingga saat ini.
Dari perjalanan tersebut, RD Adianto mengatakan, ada banyak sukacita, tantangan, dan kesulitan yang telah dihadapi. Namun, semua itu dapat dilewati dengan perantaraan Tuhan.

RD Adianto mengambil motto dari Yohanes 21:15-17 yang berbunyi “Aku mengasihi engkau”. Ayat tersebut menjadi landasan bahwa Tuhan selalu mengasihi RD Adianto dalam perjalanan karya-karya imamatnya. Sebaliknya, RD Adianto juga melakukan hal yang sama kepada Tuhan.
“Saya juga berusaha untuk menunjukkan bahwa saya juga mengasihi Tuhan, dan saya menyalurkan kasih Tuhan itu juga kepada sesama saya, kepada umat yang saya layani,” kata RD Adianto.
RD Adianto mengingat masa-masa ketika pandemi COVID-19 melanda dunia. Saat itu, RD Adianto baru saja dipindahkan ke Paroki MBSB Nusa Dua.

Namun, tidak lama setelahnya, semua gereja tutup dan terdapat pembatasan interaksi dengan umat. Kesempatan pelayanan pun dilakukan dengan live streaming.
“Untuk saya, itu pengalaman yang sangat luar biasa. Mengingatkan saya bahwa ternyata dalam karya pastoral, dalam perayaan Ekaristi, kehadiran umat itu menjadi sangat penting. Begitu pembatasan ada, ada sesuatu yang hilang. Ada sukacita yang berkurang di sana,” ujarnya.
Namun, RD Adianto bersyukur karena Tuhan masih memberikan kesehatan dan kekuatan untuk melayani. Pada masa tersebut, RD Adianto juga melayani penguburan umat yang menjadi korban dari pandemi. Pelayanan tersebut dilakukan, meskipun banyak imam yang takut tertular ketika melayani penguburan korban.
“Saya waktu itu dengan keyakinan bahwa Tuhan akan melindungi, kita tetap berusaha melayani mereka,” tambahnya.
Dalam acara ulang tahun tahbisan imamat yang diadakan, RD Adianto merasa senang dan bersukacita karena banyaknya umat yang hadir dan memberi dukungan serta doa.
Menurut RD Adianto, umat Paroki MBSB Nusa Dua selalu antusias dalam menjalani karya pastoral dan selalu mau berjalan bersama.
Selain itu, umat juga sangat mendukung karya pastoral dari RD Adianto beserta Romo lainnya yang berkarya di dalam Paroki MBSB. RD Adianto berharap agar umat bisa tetap berjalan bersama dalam melaksanakan karya pastoral.

“Melalui karya bersama, karya pelayanan semakin hari akan semakin baik, semakin berkembang, dan keselamatan itu semakin dirasakan oleh seluruh umat. Saya mohon kita terus berjalan bersama, kita saling mendoakan supaya kita terus mampu melaksanakan karya pastoral yang Tuhan percayakan dengan baik,” jelasnya.
RD Adianto juga menegaskan bahwa dia mengasihi umat Paroki MBSB Nusa Dua. Kasih tersebut disampaikan dalam tindakan yang tecermin pada karya pastoral yang dilakukan di Paroki MBSB Nusa Dua.
“Kasih yang saya sampaikan itu, saya mau nyatakan dalam tindakan, dalam seluruh karya pastoral yang bisa saya lakukan di tempat ini,” ucap RD Adianto.

Ketua Bidang Pembinaan Iman (BPI) DPP MBSB Nusa Dua, Emanuel Peor, menyampaikan harapan dari umat agar RD Adianto tetap berpegang teguh pada kesetiaan tugas panggilannya, serta menyatakan kesediaan dari umat untuk mendukung karya pastoral berikutnya.
“Hari ini kita bersuka cita dan bergembira karena banyak keluarga yang datang. Mari kita sama-sama selalu bawa dalam doa, supaya perjalanan imamat Romo kita selalu dibawa dalam perlindungan dan berkat Tuhan,” ucap Emanuel.
Ucapan syukur juga datang dari pihak keluarga RD Adianto. Perwakilan keluarga, Pius, merasa bersyukur karena RD Adianto sudah 16 tahun berada dalam karya imamatnya bersama para umat.
Pius juga berharap dukungan dan doa para umat untuk mengantarkan para Romo dan gereja untuk beranjak ke arah yang lebih maju, baik, dan sukses.
“Barangkali itu yang membuat tambah banyak kebahagiaan bersama RD Adianto. Apapun itu, kita harus bersyukur dan berdoa. Romo kita tetap bawa dalam doa,” tutup Pius.
Sumber : Komsos Paroki MBSB
Editor: Hiro/KomsosKD



