LINTAS KOMISI

SOMA DEKENAT NTB MEMBINA 35 PENDAMPING SEKAMI

AMPENAN, NTB — Sebanyak 35 pendamping SEKAMI baru se-Dekenat NTB mengikuti kegiatan School Of Missionary Animators (SOMA), yang berlangsung di Rumah Retret Aryo-Ampenan.

Kegiatan ini diadakan oleh Komisi Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Denpasar, Jumat-Minggu, 25-27 September 2026.

Kegiatan SOMA dibawakan oleh Dirdios KMKI Keuskupan Denpasar, RD. Herman Yoseph Babey bersama tim KMKI Keuskupan Denpasar. Melalui berbagai sesi pembinaan, para peserta diajak untuk semakin memahami panggilan dan peran mereka sebagai pendamping SEKAMI dalam mewartakan semangat misioner di tengah anak-anak dan remaja.

Mengawali SOMA, Romo Babey memberikan beberapa pertanyaan refleksi yang mengajak peserta untuk mendalami apa yang membuat mereka mau menjadi pendamping, potensi apa yang ada pada diri masing-masing serta tantangan yang dihadapi dan apa komitmen yang mereka bangun untuk selanjutnya.

RD. Herman Yoseph Babey, Dirdios KMKI Keuskupan Denpasar saat menyampaikan materi SOMA

Selama kegiatan SOMA, peserta mendapatkan banyak materi mulai dari Misi Trinitaris dan Misi Gereja, Sejarah serta Karya Misioner Gereja (KMKI), Urgensi Pastoral Anak dan Remaja, Peranan Kitab Suci dalam Temu SEKAMI, Public Speaking bagi Pewarta Iman, TanggungJawab & Spiritualitas Animator SEKAMI hingga Kreativitas Temu SEKAMI serta yang tidak kalah menarik adalah Katakese Pewartaan Iman Dalam Media Sosial, termasuk penggunaan AI.

Animasi berupa lagu dan tepuk khas ala SEKAMI juga mewarnai SOMA kali ini, sehingga menambah keseruan dan kebersamaan antar pendamping baru. Hal berbeda dalam SOMA ini, peserta dibagi dalam 4 kelompok yang masing-masing langsung didampingi tim KMKI Keuskupan.

Pendampingan setiap kelompok saat SOMA berlangsung

Selain itu, peserta juga diajak mempraktikkan langsung berbagai metode pendampingan, seperti: gerak dan lagu, penyusunan bahan pendampingan, game edukatif, pembuatan video katekese serta simulasi materi pendampingan bina iman anak dan remaja.

Praktik Games edukasi iman

Sebagai pendamping SEKAMI dalam situasi dunia saat ini, Romo Babey mengajak para pendamping untuk mendasarkan hidup yang berakar dan mencintai Yesus, humanis, relevan, kreatif dan misioner. ‘Pendamping harus mampu menjadi teladan bagi anak-anak’, demikian tegasnya.

Simulasi pendampingan bina iman anak dan remaja

Simulasi pendampingan bina iman anak dan remajaDi hari terakhir kegiatan, seluruh peserta SOMA dikukuhkan serta diutus dalam perayaan ekaristi yang berlangsung di Gereja Santo Antonius Padua Ampenan. Dihadapan imam dan seluruh umat, pendamping baru ini mengucapkan doa dan janji sebagai animator-animatris misioner.

Pengukuhan dan perutusan para animator dan animatris SEKAMI

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan sesi Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang diisi dengan sharing situasi pembinaan iman anak di masing-masing paroki serta persiapan perayaan Minggu Misi 2026.
Dalam RTL ini, Romo Babey juga menyinggung tentang kemah SEKAMI Regio Nusra 2027 yang berlangsung di Palasari serta Jamobore SEKAMI remaja di Keuskupan Agung Makasar 2028 yang akan datang.

Melalui SOMA ini, diharapkan pendamping SEKAMI semakin diperlengkapi untuk menjalankan tugas perutusannya dengan penuh sukacita, kreatif dalam semangat misioner.
Dari Rumah Retret ARYO, semangat pelayanan tersebut diharapkan terus dibawa dan diwujudkan dalam pendampingan SEKAMI di paroki-paroki se-Dekenat NTB.*

Penulis: Bowo-Mataram

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button