LINTAS PAROKI

Komuni Pertama Untuk 38 Anak di Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus di Paroki Sumbawa

SUMBAWA BESAR – Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai Gereja Katolik Paroki Sang Penebus, Sumbawa, pada perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Minggu (7/6/2026).

Sebanyak 38 anak resmi menerima Sakramen Ekaristi atau Komuni Pertama dalam perayaan misa yang dimulai pukul 08.00 WITA. Namun, sudah sejak pagi, para calon penerima Komuni Pertama yang mengenakan pakaian putih bersih tampak didampingi orang tua masing-masing di halaman gereja.

Prosesi diawali dengan perarakan masuk bersama orang tua menuju dalam gereja. Anak-anak menempati barisan bangku sebelah kiri, sementara orang tua mendampingi di sebelah kanan. Perarakan agung itu diiringi oleh misdinar, lektor, prodiakon, frater, dan Pastor Paroki, RD. Laurensius Maryono, selaku selebran utama.

Dalam homilinya, Romo Laurensius Maryono, menyampaikan bahwa ke-38 anak yang menerima komuni hari ini telah dinyatakan lolos setelah mengikuti proses bimbingan intensif selama tiga bulan.

“Selama masa persiapan, mereka diuji dalam hal keseriusan, ketertiban, dan kerajinan berdoa.
Sebagai persiapan batin terakhir, anak-anak beserta orang tua juga telah menerima Sakramen Tobat,” ungkapnya.

Ketika Romo bertanya apakah mereka benar-benar rindu menyambut Tubuh dan Darah Kristus, anak-anak menjawab serentak dengan penuh semangat, “Benar, Romo!”

Romo Laurensius kemudian merefleksikan Kitab Suci Yohanes 6:35, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi…” Romo menegaskan bahwa naluri dasar manusia adalah mencari Allah, dan rasa lapar batiniah hanya dapat dipuaskan oleh Kristus melalui Ekaristi.

“Komunio artinya persekutuan. Kita dipersatukan oleh Tuhan dan sesama. Ekaristi adalah Sakramen Cinta Kasih, ungkapan cinta Tuhan yang memberikan Tubuh dan Darah-Nya bagi kita,” jelas Romo Laurensius.

 

Mengakhiri homilinya, Romo membacakan kutipan Kolose 2:6-7, mengajak anak-anak agar hidup mereka tetap berakar, dibangun, dan bertambah teguh di dalam iman kepada Kristus Yesus.

Apresiasi dan Pemberian Rosario Momen sakral terjadi saat ritus Komuni, di mana anak-anak maju menyambut Tubuh dan Darah Kristus dengan khusyuk didampingi orang tua.

 

Sebelum berkat penutup, Paroki memberikan apresiasi khusus kepada tiga anak lulusan terbaik selama masa bimbingan, yang dinilai berdasarkan aspek kerajinan, ketertiban, dan keseriusan belajar.

Rangkaian misa diakhiri dengan sesi foto bersama di panti imam. Sebagai kenangan rohani agar mereka semakin rajin berdoa, anak-anak menerima sertifikat Komuni Pertama dan sebuah rosario dari pihak paroki. *

Penulis: Made Suryani-Komsos Sumbawa Besar
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button