Tim Puspas Turba ke Singaraja, Kupas Judol-Pinjol serta Katekese Kontekstual dan Iman OMK

SINGARAJA – Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Pepatah ini tepat disematkan pada Turba Tim Pusat Pastoral (Puspas) di awal Mei ini. Sekali turun tiga program unggulan langsung terealisasi.
Memanfaatkan waktu libur Hari Buruh 1 Mei 2025, Puspas Keuskupan Denpasar secara serentak dengan kekuatan penuh (full team) melakukan Turba (turun ke bawah) ke Paroki Singaraja.
Turba ini beda dari biasanya. Jika selama ini Turba dilakukan masing-masing bidang atau komisi, tetapi kali ini turun dengan melibatkan hampir semua bidang di Puspas, di antaranya komisi-komisi dari Bidang Aksi Kemasyarakatan (BAK), Bidang Pembinaan Iman (BPI), plus Komisi Kepemudaaan yang merupakan bagian dari Bidang Pendidikan Umat (BPU)

Turba di Singaraja merupakan Turba pertama untuk zona Dekenat Bali Barat 1 (Paroki Singaraja dan Tabanan) dan akan disusul Turba ke Dekenat lainnyaa sesuai zona yang disepakati di tingkat Puspas.
Memanfaatkan waktu dalam satu hari itu, langsung merealisakan tiga program unggulan, antara lain dari BAK, BPI dan Komisi Kepemudaan (BPU).
Unggulan BAK yaitu Seminar Bahaya Judol dan Pinjol, dikuti seluruh peserta utusan dari Paroki Maria Immaculata Tabanan dan tuan rumah Paroki St. Paulus Singaraja yang berjumlah hampir 200 orang termasuk OMK. Persoalan Judol dan Pinjol yang sedang marak saat ini terpapar hampir semua usia, sehingga penting adanya pencerahan terkait persoalan tersebut dipahami oleh seluruh umat Katolik.

Kemudian BPI dengan program unggulan Workshop Katekese Kontekstual dan unggulan Komisi Kepemudaan yaitu Katekese Penguatan Iman dan Kepribadian OMK dilaksanakan dalam waktu yang sama tetapi berbeda sasaran dan di ruangan berbeda.
Kegiatan sehari itu dimulai dengan protokoler pembukaan yang diisi oleh sapaan dari Pastor Paroki Singaraja, lalu sambutan dari Deken Bali Barat dan Vikjen Keuskupan Denpasar, sekaligus membukan secara resmi ketiga kegiatan unggulan itu.
Rm. Libert Marung, Pastor Paroki St. Paulus Singaraja mengungkapkan bahwa perjumpaan ini penting dalam karya pastoral Keuskupan Denpasar dan sebagai tuan rumah sangat menyambut baik kegiatan ini.
“Bersyukur karena paroki kami menjadi tuan rumah turba pertama Puspas. Ini dapat menjadi inspirasi bagi karya pastoral paroki ini terutama untuk mengembangkan iman umat,” katanya.
Deken Bali Barat yang diwakili oleh Sekretaris Dekenat RD. Yohanes F. Castilllo, dalam sambutannya mengatakan Seminar dengan tema judol dan pinjol merupakan tema yang kerap diperbincangkan oleh orang-orang zaman sekarang termasuk orang muda.
“Dengan tema ini kita semua diajak untuk lebih giat lagi membina iman umat supaya lebih melakukan hal-hal bermanfaat. Ingatlah janji baptis kita, bersedia menolak perjudian dan segala bentuk kejahatan lainnya,” kata Romo Yonce, sapaan akrabnya.

Vikjen Keuskupan Denpasar, RD. Herman Yoseph Babey, yang membuka kegiatan itu, dalam sambutannya menegaskan bahwa produk teknologi modern selain mendatangkan hal positif juga dapat menhancurkan kehidupan manusia seperti judol dan pinjol illegal.
“Judol dan pinjol juga dapat merusak relasi sesama manusia bahkan merusak relasi dalam keluarga bahkan merusak relasi dengan Tuhan,” pungkas Rm. Babey.
Seluruh rangkaian berakhir pada pukul 19.00 Wita*
Hironimus Adil



