LINTAS PERISTIWA

IN MEMORIAM RP. GUIDO FAHIK,SVD

Beberapa Kali Berkarya di Palasari, Kini Beristirahat Selamanya di Palasari

Palasari, bukanlah tempat asing bagi Reverendus Pater (RP) Guido Fahik, SVD. Sekitar 45 tahun berkarya sebagai imam di Keuskupan Denpasar, Pater Guido, demikian biasa disapa, beberapa kali ditugaskan di paroki di ujung barat pulau Bali itu sebagai Pastor Paroki.

Pater Guido mencatatkan dirinya sebagai salah seorang imam senior kongregasi SVD Jawa dan paling senior di Keuskupan Denpasar. Hampir seluruh perjalanan imamatnya dihabiskan di Bali. Usai ditahbiskan menjadi Imam SVD 29 Juni 1978, sempat setahun berkarya di Sorong, Papua, lalu dipindahkan ke Keuskupan Denpasar sampai akhir hayatnya.

Suasan Misa pelepasan Jenazah di Gereja Hati Kudus Palasari

Sabtu, 8 Februari 2025, merupakan hari terakhir ziarah hidupnya di dunia. Kini dia melanjutkan perjalanan ke tanah air Surgawi, tempat yang selalu diwartakannya sepanjang hayat sebagai seorang imam.

Pada Senin, 10 Februari 2025, Pater Guido kembali ke Palasari. Tempat yang pasti dicintainya dengan pelayanannya yang tulus kepada umat di paroki itu. Namun, kepulangannya kali ini, tidak lagi untuk karya pelayanan tetapi untuk beristirahat selamanya di Pemakaman Rohaniwan Katolik Palasari, bersama para Uskup, Imam dan Bruder yang pernah berkarya di Keuskupan Denpasar dan telah lebih dahulu dipanggil Tuhan.

Kelurga besar almarhum RP. Guido, SVD

Ratusan umat dari Denpasar dan sekitarnya bersama puluhan keluarga, menghantar kepulangan Pater Guido ke Palasari dari Gereja Roh Kudus Katedral Denpasar, paroki yang juga pernah dilayaninya sebagai Pastor Rekan.

Di Palasari, ratusan umat setempat bersama Pastor Paroki dan Pastor Rekan Palasari, serta beberapa imam yang lebih dahulu tiba di sana, menyambutnya di samping Banjar Palasari. Begitu ambulance jenazah tiba di perempatan jalan di depan banjar, langsung disambut dengan tetabuhan bleganjur oleh sekehe gong paroki itu.

Usai upacara penyambutan, jenazah Pater Guido selanjutnya menuju Gereja Hati Kudus Yesus Palasari untuk diadakan misa pelepasan sebelum dimakamkan. Tetabuhan gong kembali mengiringi prosesi menuju gereja.

Misa dipimpin langsung Gembala Tertinggi Keuskupan Denpasar Mgr. Silvester San, didampingi 28 orang imam termasuk Provinsial SVD Jawa, RP. Gregorius G. Kaha, SVD, yang datang sehari sebelumnya dari Surabaya.

Kendati dalam suasana duka disertai rintik hujan, misa berlangsung hikmat, diiringi koor Paroki Palasari. Umat yang hadir, selain penuh dalam gereja, juga tampak berada di luar bagian depan gereja.

Jenazah Pater Guido dihantar ke pemakaman

Prosesi pemakaman segera setelah misa usai. Dari gereja menuju pemakaman yang berjarak sekitar 100 meter, lautan umat yang hadir menghantar jenazah Pater Guido yang kembali diiringi tetabuhan gong.

Pemimpin ibadat pemakaman adalah Provinsial SVD Provinsi Jawa, didampingi Rektor SVD Distrik Bali-Lombok RP. Laurensius I Ketut Supryanto, SVD. Umat yang ikut dalam prosesi pemakaman itu berdesakan dalam areal pemakaman, sebagian berada di luar pagar yang membatasi jalan dengan pekuburan.

Bersyukur bahwa selama prosesi pemakaman hujan berhenti sejenak dan rintikan hujan kembali turun begitu upacara pemakaman usai.

Kertha Semadi dan Katedral

Sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir di Palasari, jenazah Pater Guido disemayamkan di rumah duka Kertha Semadi pada Sabtu siang hingga Minggu malam. Minggu malam usai misa umat, jenazah kemudian dievakuasi dari Kertha Semadi ke Gereja Roh Kudus Katedral Denpasar hingga Senin pagi.

Suasana di rumah duka Kerta Semadi

Misa requiem dilaksanakan juga di dua tempat itu. Baik misa di Kertha Semadi maupun di Katedral selalu dipadati umat. Saat misa di Katedral sudah ada juga keluarga Pater Guido yang datang dari Kabupaten Belu, Kalimantan, Jawa, selain yang ada di Bali. Juga sudah ada Provinsial SVD Pater Goris Kaha, SVD.

Misa di Kertha Semadi Sabtu (8/2) malam dipimpin oleh Pastor Paroki Katedral Denpasar RP. Yosef Wora, SVD didampingi belasan imam lainnya. Sementara misa requiem di gereja Katedral, Minggu (9/2) malam, dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Denpasar RD. Herman Yoseph Babey dan diikuti sekitar 23 imam lainnya yang tergabung dalam konselebrasi.

Misa Requiem mengenang Romo Guido di rumah duka Kerta Semdi

Dalam setiap perayaan Ekaristi untuk keselamatan Pater Guido, baik di Kertha Semadi, Gereja Katedral maupun di Palasari, selalu terungkap bahwa Pater Guido dikenal sebagai seorang imam yang sangat dekat dengan orang sakit.

Bahkan demi melayani Sakramen Perminyakan Orang Sakit, Pater Guido sampai melupakan dirinya, kalau sebenarnya dia sendiri juga sakit. Saat memimpin misa pelepasan jenazah di Palasari, Bapak Uskup Denpasar, Mgr. Silvester San, mengungkapkan bahwa Pater Guido sudah cukup lama mengidap diabetes (gula darah tinggi).

Hal itu juga diungkapkan RD. Hady Setiawan (Rektor Seminari Tuka) yang sekitar 40 tahun telah mengenal Pater Guido. Dalam kesaksiannya ketika misa requiem di Kertha Semadi, Rm. Hady mengatakan bahwa kondisi terakhir Pater Guido antara lain ginjal dan jantung yang sudah tidak bagus lagi akibat komplikasi dari diabetes yang dialaminya.

Para imam foto bersama di sekitar peti jenazah setelah misa Requiem di Gereja Katedral

Mengiringi kepergian Pater Guido ke Rumah Bapa, kutipan Surat Kedua Santo Paulus kepada Timotius berikut, kiranya tepat menggambarkan perjuangan imamat Pater Guido dengan segala pelayanan dan pengabdiannya bagi umat yang dilayaninya dan demi kemuliaan Tuhan yang diimaninya.

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan” (2 Timotius 4:7-8a)*

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button