Kunjungan Uskup Denpasar ke Paroki St. Petrus Negara: Misa Krisma dan Visitasi Kanonik

NEGARA — Paroki St. Petrus Negara menerima kunjungan pastoral Bapak Uskup Keuskupan Denpasar, Mgr. Dr. Silvester San, yang didampingi RD. Agustinus Sugiarto, selaku Sekretaris dan Ekonom Keuskupan Denpasar.
Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka penerimaan Sakramen Krisma serta Visitasi Kanonik di wilayah Paroki St. Petrus Negara yang berlangsung di paroki itu, Minggu, 28 September 2025.
Agenda kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi penerimaan Sakramen Krisma pada pukul 07.45 WITA di Gereja St. Petrus Negara.

Dalam perayaan itu, sejumlah umat menerima Sakramen Krisma sebagai tanda penguatan iman Katolik yang diterima secara penuh melalui karya Roh Kudus.

Selanjutnya, pada pukul 15.30 WITA, dilaksanakan Visitasi Kanonik yang bertempat di Aula Paroki. Visitasi Kanonik merupakan kunjungan resmi yang dilakukan oleh seorang uskup ke suatu paroki dengan tujuan untuk meninjau kehidupan iman, tata kelola pastoral, administrasi keuangan, serta memberi arahan dan dukungan kepada umat maupun para pelayan pastoral.

Kegiatan visitasi ini dihadiri oleh Pastor Paroki dan Pastor Rekan, para Suster dan Frater, Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Keuangan Paroki (DKP), serta para Ketua Lingkungan dan Koordinator KBG. Pertemuan dipandu oleh Ibu Entin selaku moderator dan diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Frater TOP di Paroki Negara.
Pemaparan Umum Pastor Paroki
Dalam sesi pertama, Pastor Paroki St. Petrus Negara RD. Benedicktus Deni Mary, menyampaikan laporan umum mengenai kondisi pastoral dan sosial umat.

Romo Deny, demikian akrab disapa, menegaskan bahwa umat Paroki St. Petrus Negara berasal dari berbagai latar belakang etnis dan budaya, seperti Sumatra, Jawa, Flores, Timor, dan Bali.
“Keanekaragaman ini menjadi kekayaan tersendiri dalam kehidupan menggereja di paroki,” katanya.
Dari sisi ekonomi, lanjut Pastor Paroki, umat memiliki profesi yang beragam, antara lain petani, nelayan, pegawai negeri sipil (PNS), serta pekerja jasa seperti kurir.
Sementara itu, berdasarkan data administrasi, jumlah umat yang tercatat sekitar 800-an jiwa, namun partisipasi umat pada momen liturgi besar seperti Paskah dan Natal mencapai lebih dari 1.000 jiwa, yang mengindikasikan adanya umat yang belum terdata secara resmi.
Pastor Paroki juga menyampaikan kerinduan umat untuk membangun sebuah Taman Doa Maria Guadalupe di lingkungan paroki.
“Pilihan kepada devosi Maria Guadalupe bukanlah semata-mata untuk berbeda dari paroki lain, melainkan karena keyakinan bahwa Maria Guadalupe merupakan Bunda Misi, sebagaimana perannya yang signifikan dalam pertumbuhan iman Katolik di wilayah Amerika Latin,” terang Rm. Deny.
Setelah pemaparan dari Pastor Paroki, Dewan Pastoral Paroki, yang diwakili oleh Bapak Bayu, menyampaikan laporan mengenai kegiatan pastoral serta dinamika pelayanan umat.
Tanggapan Uskup dan Ekonom Keuskupan
Menanggapi laporan tersebut, Bapak Uskup menyambut baik semangat umat dalam mengembangkan karya pastoral, termasuk aspirasi untuk mendirikan SMP Katolik di wilayah Negara.
Sebagai informasi bahwa saat ini telah tersedia unit pendidikan Katolik mulai dari TK, SD, hingga SMK, namun belum ada jenjang SMP.
Secara prinsip, Mgr. Silvester San menyatakan dukungan terhadap rencana pendirian SMP Katolik, dan menyerahkan proses lebih lanjut kepada Yayasan Marsudirini Cabang Negara sebagai pemangku otoritas pendidikan Katolik di wilayah tersebut.
Sementara itu, RD. Agustinus Sugiarto, selaku Ekonom Keuskupan, memberikan penekanan pada pentingnya pelaporan administrasi keuangan paroki yang lengkap dan akuntabel.

Romo Agus menyarankan agar laporan tidak hanya disampaikan dalam bentuk softcopy, tetapi juga dilengkapi dengan hardcopy beserta nota atau kuitansi pendukung, guna menunjang ketertiban administrasi dan keperluan perpajakan.
Suara Umat dan Peneguhan Rohani
Dalam sesi selanjutnya, para Ketua Lingkungan menyampaikan laporan terkait dinamika kehidupan umat di wilayah masing-masing.
Secara umum, mereka mengungkapkan tantangan dalam meningkatkan partisipasi umat dalam kegiatan-kegiatan gereja seperti doa lingkungan, latihan koor, dan kerja bakti.
Mereka berharap mendapat masukan dan motivasi dari Bapak Uskup dalam menghadapi situasi tersebut.
Menanggapi hal ini, Bapak Uskup memberikan peneguhan rohani dengan mengutip sabda Tuhan Yesus dalam Kitab Suci: “Jangan takut, Aku menyertai kamu sampai akhir zaman.”

Pesan Bapak Uskup itu menjadi penutup yang meneguhkan seluruh peserta dalam pertemuan Visitasi Kanonik tersebut.
Kegiatan visitasi diakhiri dengan doa penutup serta dilanjutkan dengan makan malam bersama sebagai bentuk syukur dan kebersamaan dalam pelayanan Gereja. *
Penulis: Fr. Jhony-Negara
Editor: Hiro/KomsosKD



