Sabda Sosial di Mimbar Pengharapan

PALASARI – Umat bersama pengurus Lingkungan Santo Yoseph, Paroki Santa Maria Ratu Rosari (Sanmari) Ginyar melakukan ziarah sekaligus aksi sosial di Palasari, Bali Barat, Sabtu (25/10/2025) .
Kegiatan tersebut menjadi momen penuh makna bagi peziarah. Mengusung tema “Sabda Sosial di Mimbar Pengharapan,” kegiatan ini dirangkai dengan kunjungan sekaligus berbagi kasih di Panti Asuhan Maria Goreti Palasari.
Tema Sabda Sosial di Mimbar Pengharapan, terinspirasi dari pewartaan Pastor Paroki Sanmari Gianyar RD. Dominikus I Gusti Bagus Kusumawanta dua minggu sebelumnya.
Sabda Sosial di Mimbar Pengharapan itu diwujud-nyatakan dengan kehadiran para peziarah dari Lingkungan St. Yoseph di Palasari. Sabda ini menekankan bahwa iman sejati harus diwujudkan melalui aksi sosial, bukan sekadar kata-kata.
Para Peziarah Peharapan itu, begitu tiba di Pasalari langsung menuju Panti Asuhan Maria Goreti untuk menyapa anak-anak panti serta berbagi kasih dengan mereka.
Tidak hanya berupa kunjungan dan berbagi kasih dengan anak-anak Panti, tetapi juga diwarnai ziarah ke Gua Maria Palasari sebagai wujud penghormatan dan doa melalui perantaraan Bunda Maria. Di Gua Maria para peziarah melantunkan doa Rosario dalam suasana penuh khidmat.

Selain itu, peziarah melakukan tabur bunga di makam para Uskup dan Imam sebagai tanda penghormatan dan doa bagi mereka.
Selain peziah dari Lingkungan St. Yoseph, kegiatan ini juga dihadiri oleh Pengurus Gereja POK (Persekutuan Oikoumene Kristiani Puri Candara Asri), serta anak-anak Sekami Lingkungan Sanjosep sehingga kegiatan berlangsung hangat, penuh kebersamaan dan semangat kekeluargaan.
“Kami percaya, iman tanpa aksi sosial seyogianya mati, hanya sekadar slogan biasa. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa iman dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan,” ungkap Paul Widhi Ketua Panitia.

Kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan para donatur yang dengan sukacita turut berpartisipasi, membuktikan bahwa berbagi kasih adalah bentuk nyata pengamalan iman.
Sabda sosial, ziarah, doa, dan aksi sosial ini menjadi pengingat bahwa melalui perbuatan sederhana, setiap orang dapat menjadi saluran harapan bagi sesama. *
Penulis: Agus Anagoga
Editor: Hiro/KomsosKD



