LINTAS PAROKI

Paroki Yesus Gembala Yang Baik Resmi Diumumkan sebagai Pemekeran Paroki St. Yoseph

DENPASAR – Perayaan Ekaristi pada Minggu, 14 September 2025, di Gereja Yesus Gembala Yang Baik Ubung, Denpasar, terasa sangat istimewa. Perayaan tersebut menyingkap sejarah baru peziarahan Gereja Katolik di Bali, bahkan Keuskupan Denpasar.

Perayaan itu dipimpin langsung oleh Gembala Keuskupan Denpasar Mgr. DR. Silvester San, didampingi Pastor Paroki St. Yoseph Denpasar (yang juga Deken Bali Timur) RP. Laurensius I Ketut Supryanto, SVD, Pastor Paroki Yesus Gembala Yang Baik RP. Yohanes I Nyoman Madia Adnyana, SVD dan Pastor Rekan RP. Gregorius ‘Gery’ Wangge, SVD. Perayaan ini dimeriahkan oleh koor paroki, yang sampai dengan perayaan kemarin masih berstatus koor Paroki St. Yoseph.

Bapak Uskup Denpasar Mgr. DR. Silvester San, saat menyampaikan homili

Salah satu agenda penting perayaan ini adalah penyampaian secara resmi oleh Bapak Uskup Denpasar tentang penetapan Paroki Yesus Gembala Yang Baik sebagai paroki definitif, yang merupakan pemekaran dari Paroki St. Yoseph Denpasar. Penetapan paroki baru ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Uskup Denpasar yang secara resmi ditetapkan pada 8 September 2025. Sehingga Paroki Yesus Gembala Yang Baik secara resmi dan definitif terhitung sejak tanggal penetapan itu.

Dengan demikian, Keuskupan Denpasar yang meliputi wilayah pelayanan Provinsi Bali dan NTB, kini memiliki jumlah paroki 26, ditambah satu stasi mandiri.

Momentum penting lainnya dalam rangkaian misa meriah itu adalah syukur atas 90 tahun Benih Iman Katolik bersemai di Pulau Bali, sekaligus menandakan 90 Tahun Gereja Katolik Paroki St. Yoseph Denpasar.

Sejarah mencatat, pada 11 September 1935 (petang), Pater Johannes Kresten, SVD, tiba di Bali dan terhitung sejak 12 September 1935, misionaris SVD asal Belanda yang ditugaskan secara resmi oleh Mgr. Henrikus Leven,SVD yang berkedudukan di Ende (bdk. buku 75 tahun Gereja Katolik Menabur Benih Injil di Bali) mulai menetap di sebuah gubuk reot di Denpasar yang kelak menjadi jalan Kepundung no. 2 Denpasar, tempat Gereja Katolik Paroki St. Yoseph berdiri hingga kini.

Sejumlah pengurus DPP-DKP (berseragam putih) dan umat yang memadati Gereja Yesus Gembala Yang Baik dalam perayaan Minggu (5/9) kemarin

Beberapa waktu kemudian datang dua orang pemuda dari Tuka, I Wayan Diblug dan I Made Bronong (keduanya sudah memeluk Kristen Protestan) bertemu Pater Kersten, hendak menjual buku-buku rohani. Sejak itulah terjadi interaksi intesif antara kedua orang Tuka itu dengan Pater Kersten, hingga akhirnya keduanya memutuskan bergabung dalam Gereja Katolik pada Hari Raya Pentakosta tahun 1936, bersamaan dibaptisnya sejumlah umat dari Tuka sebagai buah dari pengenalan iman Katolik oleh Wayan Diblug dan I Made Bronong bersama Pater Kersten. Dari sinilah cikal bakal berkembangnnya Gereja Katolik di Pulau Dewata ini.

Dalam perayaan meriah Minggu, 14 September 2025, di Gereja Yesus Gembala Yang Baik, Bapak Uskup juga melantik Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Dewan Keuangan Paroki (DPK) paroki baru itu.

Salib Suci

Serangkaian peristiwa penting dan bersejarah di Paroki Yesus Gembala Yang Baik Denpasar itu, bertepatan dengan Pesta Pemuliaan Salib Suci. Dalam homilinya Bapak Uskup San, menegaskan bahwa bagi orang Katolik Salib merupakan sarana keselamata, sarana kemenangan.

“Salib bagi kita orang Katolik juga sebagai tanda melewati penderitaan dan kerja keras sebelum sampai pada kemenangan dan kemuliaan,” kata Bapak Uskup.

Bapak Uskup mengingatkan mengenai keteladanan Yesus sendiri yang hendaknya menjadi pedoman sekaligus inspirasi bagi para pengikutNya. Yesus setia memikul Salib dan mengalami penderitaan. “Karena Salib itu, Yesus dimuliakan oleh BapaNya,” imbuh Mgr. San.

“Kita yang bersabar memikul Salib hidup kita juga akan dimuliakan dan diselamatkan. Maka, pertama-tama untuk memperoleh keselamatan harus percaya kepada Yesus dan kepada Allah Bapa yang mengasihiNya,” ungkap Bapak Uskup.

Bapak Uskup lebih jauh menganalogikan tentang orang Katolik kura-kura. Dikatakan, pada saat situasi Gereja atau hidupnya nyaman dan baik-baik, mereka seperti kura-kura yang menonjol keluar dari dalam cangkangnya yang keras dengan kepalanya berdiri tegak, tetapi ketika berhadapan dengan tantangan dan kesulitan mereka cepat-cepat menarik diri berlindung dibalik cangkangnya.

Itulah gambaran orang Katolik pura-pura yang hidup seperti kura-kura. Orang seperti ini tidak menjanjikan keselamatan di akhirat nanti sebab mereka tidak setia dan tekun memikul Salib hidupnya seperti cerita legenda yang diilustrasikan Bapak Uskup di awal homilinya.

Pastor Paroki St. Yoseph Denpasar RP. Laurensius Ketut Supryanto, SVD membacakan SK Pemekaran Paroki St. Yoseph dan dokumen kesepakatan dan berita acara serah terima inventaris Parok Yesus Gembala Yang Baik

Usai homili, Pastor Paroki St. Yoseph Denpasar RP. Ketut Supryanto, SVD membacakan beberapa SK Uskup Denpasar terkait dengan pemekaran Paroki St. Yoseph yang kini telah menjadi dua paroki yaitu St. Yoseph Denpasar dan Yesus Gembala Yang Baik Denpasar dan SK tentang pembebasan RP. Yohanes Nyoman Madia Adnyana, SVD dari Pastor Paroki St. Yoseph dan mengangkatnya sebagai Pastor Paroki Yesus Gembala Yang Baik.

Tidak hanya SK Bapak Uskup yang dibacakan oleh Pater Ketut, namun dalam kesempatan yang sama turut dibacakan ‘Pernyataan Kesepakatan’ antara Pastor Paroki St. Yoseph Denpasar dan Pastor Paroki Yesus Gembala Yang Baik.

Penandatanganan Pernyataan Kesepakatan oleh kedua pastor paroki dengan Saksi-saksi dari DPK masing-masing, didampingi Bapak Uskup Denpasar

Dalam Pernyataan Kesepakatan itu diatur antara lain mengenai semua asset beregerak dan tidak bergerak milik Paroki St. Yoseph, dan semua barang bergerak maupun tidak bergerak sesuai dengan daftar inventaris di Paroki Yesus Gembala Yang Baik.

Mengatur juga kesepakatan pelaksanaan reksa pastoral secara kolaboratif berikut tentang saldo dana dan harta benda lainnya yang dimiliki hingga 5 September 2025 dan pembagiannya untuk dua paroki ini, serta hal-hal lainnya. Romo Ketut juga turut membacakan ‘Berita Acara Serah Terima Inventaris Paroki Yesus Gembala Yang Baik.’

Setelah membacakan SK Uskup, berikut Pernyataan Kesepatan dan Berita Acara tersebut, dilanjutkan penandatanganan oleh kedua belah pihak antara Pastor Paroki St. Yoseph dan Pastor Paroki Yesus Gembala Yang Baik, dengan saksi-saksi yaitu Angelica A. A. A. Putu Priniti selaku pengurus Dewan Keuangan Paroki St. Yoseph dan Yohanes Vincentius Bai dari Dewan Keuangan Paroki Yesus Gembala Yang Baik. Bapak Uskup Denpasar turut menyaksikan penandatanganan dari kedua belah pihak.

Bapak Uskup melantik DPP dan DPK Paroki Yesus Gembala Yang Baik

Setelah itu, Bapak Uskup melanjutkan pelantikan DPP dan DKP Paroki Yesus Gembala Yang Baik periode 2025-2028, setelah dibacakan SK Uskup Denpasar oleh Sekretaris Paroki Yesus Gembala Yang Baik. Turut dibacakan pula SK tentang penetapan Prodiakon Paroki Yesus Gembala Yang Baik periode 2025-2028.

Selepas acara-acara penting itu, perayaan dilanjutkan seperti biasanya hingga selesai. Berlanjut dengan resepsi syukur atas berbagai peristiwa bersejarah itu setelah misa di basemen gereja Yesus Gembala Yang Baik.

Anggota Koor Paroki St. Yoseph bersama Bapak Uskup dan para Imam

Sebagai informasi pelantikan DPP-DKP Paroki St. Yoseph Denpasar, telah dilakukan seminggu sebelumnya oleh Bapak Uskup Denpasar di Gereja Paroki St. Yoseph, jalan Kepundung no. 2 Denpasar, Minggu (8/9/2025) dalam perayaan Ekaristi pada pukul 18.00 Wita. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button