Merenungkan Kehadiran Roh Kudus dalam Pentakosta

NUSA DUA- Umat Katolik sedunia merayakan Hari Pentakosta pada Minggu (24/05/2026). Perayaan tersebut dirayakan pada hari Minggu ketujuh setelah paskah dengan tujuan memperingati turunnya Roh Kudus kepada para rasul dan murid-murid Yesus di Yerusalem. Selain itu, Pentakosta menjadi awal terbentuknya Gereja yang mewartakan kehadiran Allah.
Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua, mengadakan empat kali Misa Hari Pentakosta, yakni pada Sabtu (23/05/2026) pukul 18.00 WITA, serta Minggu (24/05/2026) pukul 07.00 WITA, 09.30 WITA, dan 18.00 WITA.
Pada misa hari Minggu pukul 09.30 WITA, misa dipimpin oleh Pastor Paroki RD. Adianto Paulus Harun dan didampingi oleh Frater Tahun Orientasi Pastoral (TOP) Fr. Yohanes I Ketut Salvatore Cardia. Misa tersebut juga diiringi oleh koor dari Lingkungan Ratu Rosari.

Dalam homilinya, RD. Adianto menjelaskan bahwa Pentakosta merupakan salah satu puncak perayaan iman, yakni ketika umat Katolik merenungkan dan merayakan kembali kehadiran Tuhan dalam Roh-Nya. Roh tersebut senantiasa menyertai umat di mana saja dan kapan saja.
“Perayaan Pentakosta adalah perayaan di mana gereja sendiri hidup melalui kehadiran Allah dalam Roh Kudus yang menyertai, menguatkan, dan menuntun para murid untuk bangkit dan bergerak mewartakan tentang Yesus yang bangkit dan hidup,” kata RD. Adianto.
Setelah mengalami peristiwa Pentakosta, para murid menjadi dipenuhi Roh Kudus dan pergi mewartakan tentang Yesus, Allah yang senantiasa memberi kehidupan. RD Adianto mengatakan, para rasul mulai berkotbah dan mewartakan Injil kepada setiap orang yang ditemui mereka.
Dari warta tersebut, orang-orang tersebut mulai percaya dan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah yang hidup. Oleh sebab itu, Pentakosta juga dimaknai sebagai tanda bahwa Allah sedang berkarya di dalam diri setiap orang dan membuka hati setiap orang untuk mendengar-Nya.
“Roh Kudus memberikan keberanian kepada para rasul untuk berbicara tentang kebenaran, kasih, dan keselamatan. Roh yang sama juga meyakinkan setiap orang untuk mengimani akan Yesus sebagai kebenaran dan kehidupan sejati,” ungkapnya.

RD. Adianto menyebut bahwa kekuatan Roh Kudus yang membuat setiap orang tergerak untuk menyatukan diri dalam Yesus sebagai kepala dari tubuh. Meskipun manusia memiliki latar belakang yang berbeda-beda, tetapi oleh iman yang satu dan sama akan Yesus, umat-Nya disatukan untuk mewartakan tentang Yesus.
Bacaan Injil pada hari Pentakosta mengisahkan tentang Yesus yang hadir dalam diri para murid. Ketika Yesus bangkit dari alam maut, hal pertama yang dilakukan Yesus adalah menampakkan diri dan mengembuskan Roh Kudus kepada para murid. Hal tersebut yang membuat hati para murid semakin terbuka dan percaya.
“Mereka pun mulai keluar dari segala ketakutan dan kecematan, serta mulai mewartakan bahwa Yesus sendiri hidup dan keselamatan bagi setiap orang,” tambah RD. Adianto.
Dijelaskan dalam bacaan pertama bahwa Roh Kudus turun ke atas para rasul dalam rupa lidah-lidah yang menyala, serta membantu mereka untuk berbicara dalam berbagai macam bahasa. Kehadiran Roh Kudus juga membuka hati banyak orang untuk mendengarkan dan memahami segala sesuatu yang diwartakan para Rasul, sehingga mereka semakin percaya.
“Kita melihat betapa dahsyatnya peran Roh Kudus yang senantiasa membimbing dan mendukung kita untuk memberikan kehidupan, kekuatan, serta membimbing dan mendukung,” jelasnya.

Di masa kini, upaya pewartaan tentang Yesus dapat dilakukan di keluarga, Komunitas Basis Gerejawi (KBG), lingkungan, paroki, hingga keuskupan. Oleh sebab itu, RD. Adianto mengajak umat Paroki MBSB untuk terus menghadirkan kasih melalui kehidupan bersama yang dipenuhi semangat.
“Mari kita menjadikan diri kita sebagai pribadi yang siap dipakai dan diutus oleh Tuhan, untuk menghadirkan keselamatan. Kita tidak perlu takut dan gentar untuk mengatakan apa yang boleh kita lakukan,” tutupnya.
Penulis: SGT-B.Tandiono Komsos Paroki MBSB Nusa Dua
Editor: Hiro/KomsosKD



