Pembekalan Calon DPP-DKP Paroki Praya-Selong; Kecil, Hanya 142 Jiwa tapi Militan

PRAYA, NTB – Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Dewan Keuangan Paroki (DKP) St. Yohanes Pemandi Praya-Selong-Dekenat NTB, akan segera dilantik oleh Uskup Denpasar Mgr. Silvester San.
Sebelum Pimpinan Gereja Lokal Keuskupan Denpasar (Bali-NTB) itu, melantik calon DPP dan DKP periode 2025-2028 pada Minggu (15/6), terlebih dahulu mereka mendapatkan pembekalan.
Paroki Praya-Selong menghadirkan Direktur Puspas sekaligus Vikjen Keuskupan Denpasar RD. Herman Yoseph Babey, untuk memberikan pembekalan pastoral kepada segenap calon pengurus itu.
Pembekalan dilaksanakan Sabtu (7/6/2025), bertempat di Pastoran Praya. Direktur Puspas didamping 4 orang staf dari Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Denpasar.
Acara dimulai pukul 09.00 dan berkahir sekitar pukul 17.00. Diawali dengan pengantar dari calon Sekretaris DPP Yohanes Happy Frenandes. Happy memeperkenalkan setiap calon pengurus DPP-DKP yang hadir pembekalan itu.
Selanjutnya sapaan kasih dari Pastor Paroki St. Yohanes Pemandi Praya-Selong RD. Bartolomeus Bere. Pertama-tama Pastor Paroki menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Tim Puspas yang langsung dipimpin Direktur Puspas.
Menurut Rm. Bartho, kendati wilayah paroki ini cukup luas, teridiri dari dua kabupaten yaitu Lombok Tengah dan Lombok Timur, tapi termasuk paroki kecil dari sisi kuantitas umat.

Total umat paroki ini hanya 142 jiwa, tersebar di dua Lingkungan: Praya (Lombok Tengah) dan Selong (Lombok Timur). Masing-masing Lingkungan terdiri dari 2 KBG sehingga total 4 KBG.
“Kami paroki kecil, umat sedikit sekali tetapi militan dalam imannya. Umat tetap eksis, walau hanya jumlah kecil,” ungkap Rm. Bartho.
Sebagai informasi, Provinsi NTB, mulai dari pulau Lombok sampai pulau Sumbawa adalah daerah dengan mayoritas penduduk beragama Islam.
Menurut Pastor Paroki, pembekalan ini sangat penting, supaya pengurus DPP dan DKP yang telah terbentuk memiliki pengetahun yang baik tentang pastoral serta mengerti tentang tugas pokok dan fungsinya sebagai DPP ataupun DKP.
Materi Pembekalan
Ada beberapa topik yang diberikan Romo Babey, demikian Direktur Puspas disapa, dalam pembekalan tersebut. Romo Babey, memulai dengan mengajak para calon DPP dan DKP itu untuk mengenal identitas diri mereka sebagai pemimpin yang melayani dengan beberapa pertanyaan yang dijawab secara spontan oleh peserta.
Materi lain yang diberikan secara marathon dalam satu hari itu, yakni Tupoksi DPP-DKP, Managemen Pengelolaan Paroki, Mengelola Administrasi Umat (Database Umat), Rancang Bangun Program Pastoral dan diakhiri dengan Spiritualitas Pelayanan.

Pada bagian pertama tentang pengenalan identitas diri, sebagai seorang pemimpin yang melayani, Rm. Babey menanyakan tentang berapa lama sebagai pelayan di gereja dan menjadi pengurus DPP, lalu pengalaman maupun suka dukanya sebagai bagian dari evaluasi diri. Demikian juga, tentang motivasi mereka termasuk yang baru pertama kali masuk dalam DPP.
Vikjen, awalnya ingin mendengarkan dari Pastor Paroki RD. Bartholomeus Bere. Romo Bartho menerangkan sudah 45 tahun menjadi imam, dengan spirit selalu siap melayani umat.

Menurut Romo Bartho, sebagai seorang imam, yang membuatnya selalu sedih adalah kondisi umat yang kecil dengan keadaan ekonomi yang cukup sulit. Ini dialaminya ketika bertugas sebagai Pastor Paroki Dompu. “Tetapi sekarang Dompu sudah lebih baik dan berkembang,” katanya.
Kemudian saat ini menjadi Pastor Paroki Praya Selong, jumlah umat lebih kecil lagi, apalagi belum memiliki gedung gereja sendiri, wilayah luas dan jarak cukup jauh. Namun, campur tangan Tuhan sungguh dirasakannya dan luar biasa. Seperti di Praya, walau tidak memiliki gereja sendiri, tapi mereka tetap dapat beribadah di gereja milik STPDN Praya.
Tugas pelyanan lain yang pernah dialaminya antara lain di paroki St. Petrus Denpasar, St. Antonius Ampenan, Hati Kudus Yesus Palasari dan Katedral Denpasar, sebelum ke Praya.
Sharing berikutnya dari Fransisco Xaverius Fernandez. Fransisco, mulai aktif dalam gereja sejak masih Mudika (OMK) di Paroki Mataram. Demikian pun sejak pindah ke Praya, dia aktif sejak Pastor Thomas Thepo, SVD (alm), sebagai pastor paroki. Dia pernah juga jadi pengurus Kring (Lingkungan) dan DPP Paroki. Di DPP sering mengurus Seksi Liturgi maupun Sekretaris DPP.
Frans menceritakan, banyak hambatan dan merasa tidak layak, memiliki kelemahan, punya kesibukan, dan sebagainya sehingga selalu ingin lari dari kenyataan. Tapi Tuhan selalu punya cara untuk memanggilnya, apalagi saat masih bersama Pastor Thomas Tehpo, SVD, terus menyemangatinya, sehingga dia bertahan dan aktif melayani hingga saat ini.
Sementara Rico, yang saat ini dipercaya mengurus OMK (Seksi Kepemudaan) merupakan pertama kali di DPP. Rico mau terlibat karena kebutuhan gereja, terpanggil untuk mengkordinasi orang muda, walau tidak banyak dan sering datang dan pergi. “Saya mau orang muda di paroki ini tidak mati, harapnya.

Hal senada diungkapkan Nathan, yang bersama Rico mengurus OMK. “Harapan saya semua OMK bisa aktif dan ikut dalam kegiatan OMK,” harap Nathan.
Setelah mendengarkan cerita dari beberapa calon pengurus itu, Romo Babey, melanjutkan dengan memaparkan materi-materinya. Menurut Direktur Puspas ini, pelayan dalam Gereja, terdiri dari Pelayan Tertahbis seperti Uskup, Imam dan Diakon. Lalu pelayan Terbaptis (Awam) yakni mereka yang terlibat dalam pengurus DPP, DKP, Lingkungan dan KBG, termasuk pelayan-pelayan dalam liturgi gereja dan sebagainya.
Tupoksi DPP-DKP
Romo Babey, menjelaskan bahwa DPP merupakah wadah partisipasi umat beriman dalam membantu pastor paroki untuk menyelenggarakan kehidupan Gereja yang menyeluruh di wilayah paroki sesuai dengan semangat sinodalitas dan arah pastoral keuskupan.
Tugas pokok DPP antara lain membantu Pastor Paroki dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi program pastoral paroki. Kemudian mewujudkan semangat persekutuan dan pelayanan di tengah umat melalui koordinasi lintas wilayah dan kategorial serta menjadi sarana komunikasi dua arah antara umat dan hirarki Gereja.
Kemudian Fungsi DPP antara lain menyusun visi-misi pastoral paroki, perencanaan pastoral dengan menyusun rencana kerja tahunan dan jangka panjang berdasarkan kebutuhan umat dan arah keuskupan.

Fungsi lainnya adalah koordinasi pastoral dengan mengkoordinasi dan menghidupkan Seksi-seksi dalam DPP, menghidupkan Lingkungan dan KBG serta mendukung kegiatan liturgi, katekese, sosial, keluarga, OMK dan sebagainya.
Fungsi DPP lainnya untuk melakukan evaluasi pastoral secara berkala terhadap program dan kegiatan pastoral dan memberikan masukan dan rekomendasi kepada pastor paroki.
Sementara Dewan Keuangan Paroki (DKP), merupakan badan penunjang pastor paroki dalam hal pengelolaan keuangan dan asset paroki agar dilaksanakan secara transparan, akuntabel dan sesuai dengan hukum Gereja serta peraturan sipil yang berlaku.

Tugas pokok DKP antara lain menyusun, mendampingi dan mengevaluasi anggaran paroki bersama pastor paroki, mengelola dan mengawasi penggunaan dana serta aset milik paroki dengan prinsip efisiensi, transparan dan keadilan serta membuat laporan keuangan secara berkala dan menyampaikan kepada umat.

“DKP juga melakukan pengawasan dan evaluasi untuk memastikan dana digunakan sesuai tujuan, serta melakukan audit internal terhadap penggunaan dana paroki,” urai Rm. Babey.

Setelah memaparkan tentang tugas pokok dan fungsi DPP-DKP, Romo Babey membakali calon DPP-DKP itu dengan manajemen penggelolan paroki, cara mengeleloal database umat serta diakhiri spiritulitas pelayanan.
Sebelum mengakhiri dengan Spritualitas Pelayanan, para peserta masuk dalam tiga kelompok untuk mempraktekan rancangan program pastoral Praya-Selong, setidaknya dalam waktu 6 bulan tersisa tahun ini.

Tiga kelompok itu, masing-masing didampingi oleh staf Puspas, antra lain BPI didampingi Blasius Naya Manuk, BAK didampingi Kristin Herman dan BPU didampingi Laurensius Sogen. Dalam kerja kelompok itu mereka melakukan hal praktis yaitu menyusun program yang penting dan mendesak dilakukan saat ini.
Dari kerja kelompok itu, setiap bidang menghasilkan beberapa program kerja yang dapat dilakukan, baik unggulan maupun program rutin.

Para calon DPP itu mengaku sangat puas dengan pembekalan ini karena sampai pada penyusunan program kerja. “Ini merupakan pertama kali kami alami, termasuk bagaimana menyusun program pastoran yang baik dan benar,” kata Ria yang dipercaya menjadi pendamping Sekami. Hal senada diungkapkan Marthin, yang dipercaya sebagai Koordinator BPI dan merangkap juga beberapa Seksi.

Seluruh rangkaian pembekalan diakhiri dengan doa dan foto bersama. Tim Puspas selanjutnya kembali ke Mataram dan langsung balik ke Denpasar malam harinya. *
Hironimus Adil



