LINTAS PERISTIWA

Pentas Seni dan Doa Bersama Menutup Hari Pertama Live In Pelajar Lintas Agama

NUSA DUA – Live In pelajar lintas agama yang diselengarakan Komisi Hubungan Antar-agama dan Kepercayaan (HAK) Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar memiliki beberapa agenda utama. Kegiatan ini berlangsung 3-4 Mei 2025 di SDK Soverdi Jimbaran, Nusa Dua.

Hari pertama Sabtu (3/5), agenda utama setelah acara pembukaan, para pejajar lintas agama yang datang dari tiga sekolah swasta Katolik: St. Yoseph Denpasar, Soverdi Tuban (Kuta) dan St. Thomas Aquino Tangeb, adalah pentas seni antar sekolah.

Pentas seni tersebut diberi label sebagai ‘Malam Kerukunan.’ Masing-masing sekolah menampilkan drama dengan latar belakang cerita tentang kerukunan atau toleransi, kendatipun memilih tema dengan alur kisah yang berbeda.

SMA Swasta Katolik (SAMS-K) St. Thomas Aquino, mengusung tema ‘Keberagaman dan Persatuan,’ dengan judul drama ‘Pelangi di Tanah Damai’. Dalam sinopsisnya mereka menekankan bahwa damai itu bukan tentang satu suara tapi salaing mendengarkan dan beda itu indah bila saling paham.

Pentas Seni dari SMAS-K Thomas Aquino Tangeb

Dalam visualisasinya, mereka mementaskan drama tentang kehidupan dari orang-orang yang hidup dalam satu tempat namun dengan latara belakang agama berbeda. Awalnya mereka merasa sungkan untuk bisa berkegiatan bersama, namun mereka berusaha bagaimana menyatukan perbedaan antara mereka dengan kegiatan bersama dan akhirnya sukses.

Demikian pula drama dari SMAS-K St. Yoseph Denpasar. Hiikmah yang dapat di petik dari drama yang mereka pentaskan bahwa mesti agama banyak bukan berarti tidak bisa toleransi, bahkan perbedaan agama pun tidak menghalangi orang untuk bisa saling membantu dan mendukung.

Dalam salah satu bagian visulisasinya, mereka menolong orang-orang lapar dan terkapar di jalanan tanpa menanyakan agamanya apa. Dengan penuh kasih mereka memberikan sedekah bahkan memberi makan kepada yangg lapar. Dari sekolah ini menjelaskan, pesan moral drama mereka bahwa apa pun perbedaan harus tetap rukun dan saling menolong.

Pentas Seni SMAS-K St. Yoseph Denpasar

Sementara dari SMAS-K Soverdi Tuban memberi tema dramanya ‘Empat Sekawan.’ Mereka mementaskan sebuah drama kehidupan yang menceritakan tentang kehidupan yang penuh dinamika. Dalam penjelasanya, mereka menegaskan masalah bisa menimpa siapa saja, termasuk dibully oleh teman sendiri sebagaimana salah satu babak dalam visualisasi yang mereka tampilkan di atas panggung.

Dari drama yang dipentaskan SMAS-K Soverdi ini, memberi pesan yang kuat bahwa persoalan itu tidak mengenal agama dari orang yang mengalaminya, bisa menimpa siapa saja dan wajib juga bagi siapapun untuk saling peduli dan menolong tanpa harus melihat latar belakang agama, budaya, etnis dan sebagainya.

Pentas Seni SMAS-K Soverdi Tuban

Di sela-sela pentas seni berlangsung diselingi beberapa kuis kreatif yang dipandu Pius Lesa (Guru SMAS-K St. Yoseph) sebagai pembawa acara kuis.

Pentas seni berakhir pukul 22.00. Usai pentas seni, seluruh peserta menuju aula SDK Soverdi Jimbaran yang terletak di lantai dua. Di aula ini dilangsungkan doa bersama dan renungan malam. Doa bersama dan renungan malam itu dipandu Sr. Lediana Sinaga, M.Pd (Kepala Sekolah SMAS-K St. Yoseph.

Malam renungan ini dipadu dengan ‘upacara cahaya’, di mana masing-masing peserta menyalakan sebuah lilin yang apinya diambil dari api lilin besar yang terletak di meja doa.

Renungan malam dan Upacara Cahaya dalam Doa Bersama

Dalam doa bersama itu, masing-masing pelajar dari perwakilan agama yang berbeda, diberi kesempatan untuk memimpin doa seturut keyakinannya. Urutan doa dimulai dari Protestan dan Budha dari SMAS-K St. Yoseph, Islam dan Hindu dari SMA-K Soverdi dan Katolik dari SMAS-K Thomas Aquino.

Puncak dari doa bersama itu adalah upacara cahaya, di mana setiap orang diberi kesempatan membawa lilinnya yang menyala, lalu diletakan secara rapi dengan membentuk hati (love) di lantai bagian depan ruangan berlangsungnya doa. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button