Ketika Panggilan Tumbuh dari yang ‘Kecil-Kecil’

DENPASAR – Pemandangan tak biasa tampak di bangku depan gereja St. Yoseph Denpasar pagi itu, Minggu (26/4). Deretan ‘biarawan-biarawati cilik’ memancing senyum hangat umat yang merayakan Hari Doa Sedunia untuk Panggilan yang ke-63, sekaligus Minggu Paskah IV.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RP. Laurensius I Ketut Supriyanto, SVD, Pastor Paroki St. Yoseph Denpasar. Anak-anak tampil sebagai petugas liturgi sekaligus mengisi paduan suara, menyemarakkan perayaan dengan keceriaan dan kesegaran khasnya.

Dalam homilinya, Pater Ketut, demikian sapaan akrabnya, mengajak umat untuk membuka hati dan peka terhadap bisikan Tuhan di tengah perubahan zaman.
“Di tengah dunia yang terus berkembang dengan segala macam budaya baru, kita diajak untuk belajar mendengarkan suara Tuhan. Tuhan tetap memanggil, Tuhan tetap mengundang kita terlibat dalam karya perutusan dewasa ini,” jelasnya.

Umat juga diingatkan bahwa dalam Kristus, Sang Gembala Baik, tidak seorang pun berjalan sendirian. Hal ini selaras dengan tema Hari Minggu Panggilan tahun ini, “One in Christ, United in Mission”, yang menjadi pengingat bahwa seluruh umat dipersatukan dalam satu misi untuk mewujudkan kasih Allah di tengah dunia.

Usai Perayaan Ekaristi, sekitar 80 anak berkumpul untuk melanjutkan sesi sharing panggilan. Turut hadir RP. Oktovianus Robertus Baunsele, SVD atau yang kerap disapa Pater Vian, untuk berbagi secara langsung tentang perjalanan panggilan hidupnya.

RP Ketut, SVD mengisahkan bahwa benih panggilannya tumbuh dari kebiasaan masa kecilnya bermain ‘pastor-pastoran’. Sementara itu, RP Vian, SVD mengaku dorongan menjalani panggilan imamatnya datang dari keinginan polos seorang anak kecil yang ingin pergi ke luar negeri. Dari titik-titik sederhana itulah, Tuhan perlahan membentuk dan memimpin keduanya hingga menjadi imam.

Kesaksian yang jujur dan menarik hati ini disambut antusias oleh anak-anak. Suasana semakin meriah ketika kedua imam mengadakan kuis seputar panggilan hidup. Tangan-tangan kecil langsung terangkat berebut menjawab, begitu pula mengalirkan pertanyaan spontan yang menunjukkan benih kaingin-tahuan akan panggilan hidup bersemi dalam diri mereka.

Perayaan Hari Doa Sedunia untuk Panggilan ke-63 di Paroki St. Yoseph Denpasar menjadi momentum berharga bagi seluruh umat, khususnya generasi muda. Umat diajak kembali untuk menyadari bahwa panggilan Tuhan bisa hadir dalam hal-hal sederhana dan diwujudnyatakan dalam keseharian.

Paroki St. Yoseph Denpasar
Acara diakhiri dengan doa harapan tumbuhnya benih panggilan oleh Carolus Uben, Seksi Panggilan Bidang Pembinaan Iman Paroki St. Yoseph Denpasar.
Penulis: Intan Sari – Denpasar
Editor: Hiro/KomsosKD



