LINTAS PERISTIWA

Pertemuan Delkti Regio Nusra Membuahkan Bahan BKSN 2026

DENPASAR – Pertemuan Delegatus Kitab Suci (Delkit) Regio Nusra berlangsung hingga Minggu (26/4) malam sebagai acara penutupan dan malam persaudaraan. Senin kemarin, sebagian peserta dari Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah meninggalkan Bali, kembali ke keuskupan masing-masing dan ada yang masih menyusul kemudian.

Kendati pertemuan usai, tetapi jejak pertemuan ini telah berbuah dengan mengasilkan bahan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 yang akan menjadi bahan pendalaman sepanjang BKSN pada September yang akan datang di KBG-KBG atau Lingkungan di Regio Nusra.

Kelompok 1 membahas sub tema pertemuan Minggu I

Tema besar BKSN 2026 adalah: Yesus Guru yang Penuh Kuasa – Wajah Yesus dalam Injil Matius. Dengan dasar biblis “Inlah putra-Ku yang terkasih, dengarkan Dia” (Bdk. Mat. 17:5).

Dalam kata pengantar dijelaskan, melalui tema ini, umat diajak untuk semakin mengenal Yesus sebagai Guru yang mengajar dengan penuh wibawa dan kuasa, yang Sabda-Nya memberi terang, menguatkan harapan, serta membaharui hidup umat beriman.

Kelompok 2 membahas sub tema pertemuan Minggu II

Dalam penyusunan BKSN 2026 ini, para Delkit Regio Nusra yang bertemu di Catholic Center, Keuskupan Denpasar sejak 23-26 April ini, tetap memperhatikan gagasan dasar yang diberikan Lembaga Biblika Indonesia (LBI) dengan memperhatikan konteks kehidupan umat di wilayah Nusra secara umum.

Dari lima kumpulan pengajaran Yesus dalam Injil Matius, dipilih empat pokok pengajaran yang akan direnungkan dalam empat kali pertemuan selama Bulan September 2026, dan ini sejalan dengan penanggalan Liturgi Gereja Katolik yang setiap Tahun A terutama menampilkan Injil Matius sebagai bacaan Injil dalam perayaan Ekaristi hari Minggu Masa Biasa.

Kelompok 3 membahas sub tema pertemuan Minggu III

Adapun 4 sub tema yang telah disepakati dalam pertemuan Delkit Regio Nusra, untuk masing-masing pertemuan, dan perikop-perikop yang dipilihkan sebagai pendalaman BKSN 2026 sebagai berikut:
Pertemuan 1: Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Sejati (Mat. 5:1-12).
Pertemuan 2: Pengajaran Yesus tentang Tugas Pengutusan Para Murid (Mat. 10:1-15).
Pertemuan 3: Pengajaran Yesus tentang Persaudaraan dalam Iman (Mat. 18:15-20).
Pertemuan 4: Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Kekal (Mat. 25:31-46).

Dalam terang Roh Kudus, pembahasan bahan BKSN ini tuntas dilaksanakan hingga Sabtu (25/4) malam. Prosesnya, peserta dibagi empat kolompok dan setiap kelompok bertanggung jawab untuk menuntaskan satu sub tema.

Kelompok 4 membahas sub tema pertemuan Minggu IV

Untuk satu sub tema, setiap kelompok mendiksusikan dan mengesekusi bahan BKSN mulai dari tujuan, gagasan dasar, pelaksanaan pertemuan, langkah-langkah pengembangan hingga penutup. Setelah diskusi kelompok, lalu pleno untuk menggali masukan dan penyempurnaan hingga akhirnya bahan BKSN 2026 diterima dan disahkan.

Setelah tiga hari berkutat dalam ruangan Catholic Center (diselingi Hari Studi Kitab Suci di Paroki Roh Kudus Katedral pada Jumat sore), untuk menuntaskan penyusunan bahan BKSN, Minggu pagi, para peserta pergi rekreasi bersama di Tanah Lot. Menariknya, dalam rekreasi itu Bapak Uskup Denpasar, yang juga Delegatus Kitab Suci KWI ikut serta bersama rombongan.

Berangkat ke daerah tujuan wisata Tanah Lot dilakukan setelah peserta mengikuti misa hari Minggu Panggilan di Kapela Catholic Center, Minggu (26/4) pagi. Misa ini dipimpin oleh Bapak Uskup Mgr. Silvester San, didampingi RP. Petrus Christologus Dhogo, SVD (Wakil Ketua LBI) dan RD. Siprianus S. Senda (Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang).

Merilekskan badan di sela-sela padatnya pertemuan

Sebelum berkat penutup, Wakil Ketua LBI, yang akrab disapa Pater Ito, mengungkapkan betapa spesialnya pertemuan Delegatus Kitab Suci kali ini, karena dukungan luar biasa Bapak Uskup Mgr. Silvester San.

Pater Ito, juga memberikan apresiasi kepada Delkit Keuskupan Denpasar selaku tuan rumah yang sudah bekerja luar biasa dan berharap Delkit Nusra semakin kompak. “Pertemuan seperti ini harus jalan terus,” katanya, seraya berpesan kepada seluruh peserta agar memastikan supaya bahan BKSN ini harus dikatekesekan.

Bapak Uskup (tengah) setia sampai akhir pertemuan. Tampak pula Pater Ito Dhogo (belakang, jaket biru) dan Rm. Kristo dari Keuskupan Labuan Bajo

Sementara itu Bapak Uskup Denpasar, dalam sambutannya mengucapkan syukur kepada Tuhan yang telah menyertai dan memberkati kegiatan ini sehingga berjalan dalam kegembiraan dan semangat persaudaraan.

Selepas Misa Minggu Panggilan di Kapela Catholic Center

“Saya berharap, para penggerak atau Delegatus Kitab Suci ini tidak hanya merumuskan bahan di atas kertas tapi menjembatani umat kita untuk sampai kepada Tuhan dengan memberikan pemahaman yang benar tentang bahan BKSN ini dan paling penting menghayatinya,” harap Bapak Uskup.

Bapak Uskup mengingatkan bahaya budaya pamer yang sangat terasa di era digital dan munculnya banyak guru palsu di dunia maya. Maka tugas para penggerak Kitab Suci, selain terus memberikan pencerahan kepada umat, termasuk pewartaan yang benar di media digital, juga memastikan umat harus fokus pada guru sejati Yesus. “Kuasa Yesus yang membangkitkan harapan dari segala situasi kehidupan,” imbuh Mgr. San.

Kebersamaan ketika berkunjung ke daerah tujuan wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan

Pada bagian akhir sambutannya, Bapak Uskup, berpesan “Pulanglah ke keuskupan masing-masing dengan semangat berkobar-kobar mewartakan Sabda Tuhan, seperti dua murid Emaus yang pulang berkobar-kobar setelah bertemu Yesus yang bangkit.”

Usai misa, para peserta kemudian berangkat menuju Tanah Lot sampai siang. Kemudian kembali ke Catholic Center untuk istirahat dan malam harinya lannjut dengan acara penutupan dan malam persaudaraan. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button