Penyusunan BKSN 2026, Delegatus Kitab Suci Regio Nusra Melakukan Pertemuan di Bali

DENPASAR – Para Delegatus Kitab Suci Keuskupan se-Regio Nusra, berkumpul di Catholik Center Keuskupan Denpasar selama empat hari, 23 – 26 April 2026. Perjumpaan para Delegatus Kitab Suci (Delkit) dari Sembilan Keuskupan ini dalam rangka penyusunan bahan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026.
Kegiatan dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Bapak Uskup Denpasar yang juga Delegatus Kitab Suci KWI Mgr. Silvester San, didampingi imam konselebrasi yaitu Koordinator Delkit Regio Nusra RD. John Pilis dan Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Denpasar RD. Maximus Agustinus Soge.
Dalam homilinya, Bapak Uskup Denpasar mengatakan banyak manusia modern tidak bisa mengatasi masalah yang mereka hadapi, mereka juga tidak menemukan jalan keluar atas masalahnya.

Namun, bagi orang beriman, lanjut Mgr. San, Yesus adalah jawaban atas segala persoalan yang dihadapi. Orang yang percaya dan menyerahkan diri pada Yesus pasti selalu ada jalan keluar atas persoalannya dan tidak akan mengambil jalan pintas dalam menghadapi masalahnya.
Oleh karenanya, Uskup Delegatus Kitab Suci KWI ini, mengajak para peserta untuk tidak lelah mewartakan Yesus.
“Tugas sebagai pengikut Kristus terutama para Rasul Kitab Suci adalah mewartakan-Nya seperti yang dilakukan Filipus dalam bacaan pertama yang tekun mewartakan Yesus kepada sida sida dari Etiopia. Kita harus menjadi Filipus-Filipus masa kini yang mewartakaan Yesus kepada banyak orang sehingga banyak yang percaya kepada-Nya,” kata Bapak Uskup.
Kreatif dan Komunikatif
Bapak Uskup juga berkenan membuka secara resmi pertemuan ini sebelum berkat penutup misa itu. Sebelum membuka kegiatan, Mgr. Silvester San, juga diberi kesempatan menyampaikan sambutan.
Bapak Uskup berharap dalam penyusunan BKSN, para peserta dituntut untuk tidak hanya menyusun bahan yang mendalam secara teologis, tetapi juga yang kreatif dan komunikatif agar mampu menyapa generasi digital.
Ditegaskan, di tengah arus globalisasi dan pesatnya era digital saat ini, karya Kerasulan Kitab Suci menghadapi tantangan besar namun sekaligus peluang yang besar pula. Di dunia yang penuh dengan banjir informasi dan disrupsi nilai, Sabda Tuhan harus hadir sebagai kompas yang tetap relevan dan mudah diakses.
“Kerasulan Kitab Suci harus berani melangkah melampaui batas-batas kertas, menjadi terang yang menuntun umat di tengah kebisingan dunia maya,” kata Bapak Uskup.

Menurut Uskup yang juga Doktor bidang Kitab Suci ini, bahwa tema yang diangkat dalam BKSN 2026: ‘Yesus Guru yang Penuh Kuasa – Wajah Yesus dalam Injil Matius,’ sangat menarik karena menjadi jangkar yang kuat bagi umat (Gereja).
Dalam Injil Matius, lanjut Bapak Uskup, Yesus ditampilkan sebagai “Musa Baru” yang memberikan hukum kasih dengan otoritas ilahi. Melalui pengajaran-Nya, Ia menunjukkan kuasa yang mengubah hidup dan memulihkan martabat manusia.
“Kita ingin agar bahan BKSN nanti mampu menghantar umat untuk tidak hanya mengenal Yesus secara intelektual, tetapi sungguh mengalami kewibawaan sabda-Nya yang memberikan kepastian di tengah ketidakpastian zaman,” imbuh Bapak Uskup.
Selaku Uskup Denpasar dan sebagi tuan rumah, Mgr. San, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Delkit Regio Nusra yang konsisten menyelenggarakan Pertemuan Delkit setiap tahun untuk menyusun bahan Kitab Suci Nasional Regio Nusra.

“Semoga kesetiaan menyediakan bahan BKSN ini mengantar umat untuk semakin mencintai Kitab Suci dan diperkaya dengan tema-tema yang diangkat dan selalu berbeda setiap tahunnya,” pungkas Bapak Uskup.
Koordinator Delegatus Kitab Suci Regio Nusar RD. John Pilis dari Keuskupan Atambua, dalam sambutan sebelumnya mengungkapkan bahwa pertemuan setiap tahun para Delkit Regio Nusra bukan sekedar rutinitas, tetapi pertemuan yang bermakna untuk menghasilan bahan-bahan BKSN demi pengembangan kerasulan Kitab Suci di Regio Nusra.
Sementara Rm. Maximus Agustinus Soge, selaku Ketua Panitia, dalam sapaannya, menyampaikan selamat datang dan salam jumpa kembali kepada para Delkit Regio Nusra yang hadir dalam pertemuan ini. Sebagian besar peserta yang hadir adalah wajah-wajah yang sering berjumpa dalam pertemuan tahunan ini.

Romo Maxi menerangkan, bahwa selain berproses bersama dalam penyusunan BKSN, ada sesuatu yang berbeda dalam pertemuan kali ini yaitu dilaksanakan hari stusi Kitab Suci di Paroki Katedral yang akan dihadiri sekitar 300 umat termasuk beberapa utusan dari paroki selain Katedral.
Selama beberapa hari pertemuan, para peserta akan mambahas, mendalami dan merumuskan BKSN 2026 di bawah tema besar: Yesus Guru yang Penuh Kuasa – Wajah Yesus dalam Injil Matius. Namun sebelum masuk dalam pembahasan terkait tema, dimulai dengan orientasi kegiatan dan dilanjutkan laporan dan evaluasi Keraulan Kitab Suci (KKS) dari masing-masing keuskupan.

Kemudian pembahasan dilanjutkan dengan mendalami gagasan pendukung BKSN 2026, lalu kesepakatan tema dan sub tema BKSN 2026. Kemudian pembuatan draf BKSN dalam kelompok hingga pleno draf BKSN hingga menghasilkan BKSN 2026.
Disela-sela pertemuan, para peserta juga akan mengikuti hari studi Kitab Suci di Paroki Katedral Denpasar bersama umat paroki Katedral dan utusan umat beberapa paroki lainnya.*
Hironimus Adil



