AMPENAN – Bertempat di halaman Gereja St. Antonius Padua Ampenan, satu jam sebelum misa Minggu (24/3/2024), dengan daun palma di tangan ribuan umat tampak antusias mengikuti perarakan daun palma.

Minggu kemarin, Gereja Katolik sejagat memang merayakan Minggu Palma untuk mengenang Sang Raja, Yesus Kristus memasuki gerbang Yerusalem. Perayaan Minggu Palma juga menandai Gereja memasuki Pekan Suci.
Umat yang hadir berdiri sesuai lingkungan masing-masing, dan label nama lingkungan sudah disiapkan oleh Orang Muda Katolik Ampenan sehari sebelumnya.

Sementara itu para lansia yang berjumlah 67 orang dari sembilan lingkungan diberi keistimewaan dengan menempati bangku khusus di dalam gereja.
Lewat homili singkat setelah pemberkatan daun palma, Pastor Paroki Pater Iron, SVD, mengatakan “Pekan Suci Minggu Palma dengan prosesi agung adalah pawai keagungan dari orang sederhana. Yesus sengaja melakukan ini biar semua orang tahu Dia adalah Raja bagi semua orang.”
Selanjutnya Pater Iron mengajak semua umat untuk tetap mencintai Yesus. “Mari berjalan bersama Yesus, walau ada resikonya. Semoga kita tetap bersama Yesus, sekali Yesus dan selamanya Yesus,” pungkasnya.
Perayaanpun dilanjutkan dengan perarakan ke dalam gereja. Meskipun terpantau ramai dengan kehadiran umat, alur lalu lintas tetap teratur. Ini semua tidak lain karena kesigapan ibu-ibu WKRI yang bersedia memakai selendang keamanan selama perayaan berlangsung.
“Kami senang mengambil bagian dalam pelayanan seperti ini. Dan kami akan tetap bertugas selama perayaan paskah kali ini,” ungkap salah seorang pengurus WKRI ranting Ampenan.
Diiringi kemeriahan koor dari lingkungan St. Carolus dengan nuansa merah, semakin menambah semarak perayaan Minggu mengenang kisah sengsara Tuhan ini.
Dalam perayaan selanjut di dalam gereja, homili disampaikan olehPater Kristo, SVD. Lewat homili singkatnya Pastor Rekan Paroki Ampenan itu mengungkapkan bahwa Yesus mau menunjukkan jati diri kepada manusia sebelum wafat di Kayu Salib.

“Dialah Sang Raja Daud. Dialah Tuhan yang mau berkeliling berbuat baik untuk semua umat manusia. Melalui peristiwa ini Yesus bukan ingin mencari kebahagiaan saja tapi juga rela memberikan diriNya untuk keselamatan kita,” katanya.
Perayaan misa berjalan berjalan seperti biasa sampai akhir, dengan tetap memberi pelayanan terbaik terhadap 67 lansia. Menurut Pastor Paroki, Mereka tetap mendapat perhatian dan tempat khusus bukan hanya pada Minggu daun-daun ini saja, tetapi sepanjang perayaan Paskah kali ini.***

Oman Otto
Editor: Hiro/KomsosKD



