12 Pasangan Suami-Istri Ikut Pemberkatan Perkawinan Bersama di Paroki MBSB Nusa Dua

NUSA DUA – Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua mengadakan pemberkatan perkawinan bersama pada Sabtu (18/04/2026) pagi. Pemberkatan tersebut dilakukan oleh Pastor Paroki RD. Adianto Paulus Harun bersama Pastor Rekan RD. Ferdy Panggur Burhan. Hadir juga Frater TOP, Fr. Yohanes I Ketut Salvatore Cardia.
Sebanyak 12 pasangan diberkati dalam perkawinan bersama itu. Kepada pasangan tersebut, RD. Adianto mengatakan bahwa mereka mampu bertahan hingga jenjang berikutnya karena saling mencintai. Dalam Katolik, sakramen perkawinan merupakan suatu anugerah dari Tuhan yang mempersatukan ikatan cinta manusia dengan Allah hingga kehidupan kekal.
“Keluarga besar Gereja Katolik yang dikuduskan dalam sakramen perkawinan ini menjadi suatu tanda yang menghadirkan kerajaan Allah di tengah dunia, yang menghadirkan kasih Allah bagi manusia dalam wujud cinta suami terhadap istri atau istri terhadap suami,” terang Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Denpasar ini dalam homilinya.

Bacaan Injil dalam pemberkatan bersama menyatakan bahwa cinta yang diwujud nyatakan oleh pasangan suami dan istri adalah cinta seperti yang dilakukan Yesus. Cinta tersebut yang menguduskan dan menyelamatkan manusia, serta mengantarkan orang-orang berdosa sampai kepada persekutuan dengan Allah dalam kehidupan yang kekal.
“Sakramen perkawinan juga menjadi suatu hal yang penting bagi kehidupan kita sebagai warga negara Indonesia. Ketika Anda sudah diikat dalam sakramen perkawinan atau sah secara agama, maka Anda akan memiliki status hukum yang jelas dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” kata RD. Adianto.
Dengan menjadi sah di mata hukum, orang tersebut akan mampu mengurus pencatatan sipil, kartu keluarga, dan akta kelahiran untuk anak-anak. Menurut RD. Adianto, hal tersebut yang mendorong gereja untuk meresmikan perkawinan dalam sakramen perkawinan.
RD. Adianto berharap, pasangan yang dinikahkan tersebut berjuang bersama dan berkembang menjadi pasangan yang baik dalam iman dan dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Kehidupan setelah perkawinan memang bukan hal yang mudah, tetapi terdapat doa dan perayaan ekaristi yang menghidupi sakramen perkawinan itu sendiri.

“Selalu berdoa. Jadi paling kurang satu hari sekali, sebelum tidur malam. Panggil istri, panggil suami dengan anak-anak, berdoa dan memohon agar Tuhan memberkati, menguatkan Anda sekalian sebagai satu keluarga dalam menghadapi tantangan dan kesulitan apa pun,” ungkapnya.
Selain itu, RD. Adianto juga berpesan agar pasangan-pasangan tersebut aktif dalam Komunitas Basis Gerejani (KBG) dan lingkungan. Dengan keaktifan tersebut, maka mereka dapat bertemu dan berbagi pengalaman dengan orang-orang yang seiman. Mereka juga dapat belajar dari orang yang seiman.
“Tentu juga soal komunikasi. Komunikasi yang selalu dibangun atas dasar saling percaya antara satu sama lain, saling menghormati antara satu sama lain, dan saling terbuka antara satu sama lain. Komunikasi yang terbuka ini dapat membantu untuk bertahan dan menghilangkan berbagai macam hal-hal negatif,” ujar RD. Adianto.
Judi Online Sumber Kehancuran
RD. Adianto menegaskan mengenai bahaya judi online yang menjadi sumber kehancuran beberapa keluarga. Apabila pasangan terperosok ke dalam judi online, maka terdapat banyak hal yang dapat mengganggu harmonisnya perkawinan, serta menyebabkan seseorang terjerumus ke dalam rantai masalah yang tidak pernah selesai.
“Semoga Tuhan yang memberkati Anda sekalian senantiasa melimpahi saudara sekalian dengan roh kudusnya agar saudara sekalian mampu menghidupi cinta perkawinan ini dengan baik, sesuai dengan kehendak Tuhan,” tutupnya.
Pemberkatan Perkawinan bersama tersebut merupakan inisiasi dari Seksi Keluarga Paroki MBSB. Seksi tersebut dipimpin oleh pasangan suami-istri Vincentius Ferdy Wibisono dan Veronika Ambar Kusumaningrum. Mereka mengatakan, dalam satu tahun, Paroki MBSB akan mengadakan pernikahan bersama sebanyak satu kali.

“Nikah bersama ini dibuat untuk menuntaskan setiap pasangan suami-istri yang ada di paroki ini, agar mereka semua bisa menerima berkat. Jadi semua pasangan suami-istri yang ada di Paroki Maria Bunda Segala Bangsa semuanya terberkati,” kata Veronika. *
Penulis: SGT- B.Tandiono komsos Paroki MBSB
Editor: Hiro/KomsosKD



