Ungkapan Hati Kedua Orang Tua Diakon Valdo, SVD

Penantian panjang Bapak Lambertus Soba dan Ibu Katharina Sang Ayu Jineng Pariani, akhirnya akan berlabuh pada 21 Oktober 2025.
Saat itu, sang buah hati yang mereka kasihi, Diakon Fabrizio Olie Valdo, SVD, akan ditahbiskan menjadi imam Kongregasi Societa Verbi Divini (Serikat Sabda Allah) oleh Uskup Denpasar Mgr. DR. Silvester San.
Diakon Valdo akan ditahbiskan bersama calon Imam Keuskupan Denpasar Diakon Firginius Botu, bertempat di Paroki St. Antonius Padua Ampenan.
Di sela-sela pertemuan Panitia Tahbisan Imam dengan Vikjen Keuskupan Denpasar, belum lama berselang, kedua orang tua yang bahagia ini berbagi cerita mengungkapkan isi hati mereka.

Perasaan kedua orang tua ini, bisa juga mewakili perasaan seluruh umat Paroki Ampenan, sebab Diakon Valdo, merupakan calon imam pertama dari paroki itu.
“Perasaan kami bahagia, haru dan syukur,” kata Ibu Katharina Sang Ayu Jineng Pariani, dan ditimpali anggukan tanda setuju dan senyum ceria Bapak Lambertus Soba di sebelahnya.
Bapak Lambertus Soba, menambahkan bahwa mereka terharu sebab putra kedua dari dua bersaudara mereka ini telah melewati proses yang panjang untuk sampai pada titik ini.
Bahkan dia mengaku, sebagai orang tua selalu ada perasaan was-was selama Diakon dalam proses pendidikan, takut dia tidak bisa lanjut.
“Apalagi kita dengar ada teman-temannya yang mundur, kita juga ikut kepikiran. Namun, kami berpasrah saja pada Tuhan, sebab Dia yang paling tahu anak kami,” kata Pak Soba, sapaan akrabnya.
Kebahagiaan utama yang dirasakan kedua orang tua Diakon Valdo adalah karena sang buah hati dipilih Tuhan untuk melayani umat. “Ini yang membuat kami sungguh terharu sekaligus bahagia,” tambah Ibu Ayu yang berdarah Bali ini.
Diakon Valdo, SVD adalah anak kedua. Kedua orang tuanya bersaksi, jika dari kecil dia suka peragakan menjadi imam di kamarnya.
Kepada sang ibu, Diakon Aldo pernah berujar “Ma kalau saya jadi imam, saya mau buat kasula seperti kasula Romo Kadek. Dia sungguh terobsesi sekaligus terinspirasi kasula yang dikenakan Rm. Kadek ketika itu,” cerita Ibu Ayu.
Romo Kadek yang dimaksud adalah mantan Pastor Rekan Paroki Ampenan RD. Yohanes Kadek Ariana, yang kini menjadi Ketua BPK Yayasan Insan Mandiri Denpasar.
Jalan panjang Diakon Valdo, SVD dalam meraih cita-citanya menjadi imam bukan tanpa tantangan. Kedua orang tuannya berkisah, dia pernah mengalami krisis pngggilan waktu TOP di Kalimantan kerena terpengaruh oleh situasi di sana yang sangat sepi.
“Di sana sepi, lalu dia pernah berpikir kenapa saya harus berada di sini. Ditambah lagi ada dua temannya yang sama-sama TOP di Kalimantan waktu menarik diri tidak mau melanjutkan panggilannya. Saat itu dia sempat berpikir untuk mengikuti jejak temannya,” ungkap Pak Soba menceritakan pergulatan batin putranya.
Tetapi bersyukur, lanjut Pak Soba, dia merefleksikan kembali, merenung kembali ke belakang bahwa proses yang telah dilalui sudah panjang mengapa harus mundur. Kemudian dia bawa dalam doa, sehingga dia menjadi kuat kembali dan meneruskan panggilannya.
Ketika ditanyakan apakah pernah terlintas dalam pikiran kedua orang tua ini, bahwa putra mereka orang pertama yang menjadi imam dari Paroki Ampenan.
Ibu Ayu berkisah, filingnya sebagai seorang ibu. Pernah terlintas dalam pikiran, anaknya pasti bisa jadi imam.

“Saya punya filing anak saya pasti bisa jadi imam. Hal ini karena beberapa kali saya bertanya apakah kami masih ingin maju terus, atau apakah kamu masih mau bertahan? Jawabnya, kenapa ibu nanya seperti itu, saya masih mau bertahan karena belum ada alasan yang kuat untuk mundur. Ini menumbuhkan kepercayaan saya bahwa anak saya jadi,” ungkap ibu Ayu.
Bapak Lambertus Soba dan Ibu Ayu Pariani mempunyai harapan, putra mereka selalu setia sampai akhir hayat, dapat melayani umat di manapun dengan baik dan selalu rendah hati.
Harapan berikutnya agar ada lagi dari paroki Ampenan ataupun kaum muda Katolik di manapun yang terpanggil.
“Semoga dengan peristiwa ini ada bibit panggilan lagi dari Paroki St. Antonius Padua Ampenan maupun pulau lombok umumnya dan kaum muda Katolik lainnya. Dia sudah buka jalan, semoga Tuhan terus melapangkan jalan selajutnya dari paroki ini atau paroki lainnya,” harap kedua orang tua Diakon Valdo di akhir obrolan. *
Hironimus Adil



