LINTAS PERISTIWA

Uskup Denpasar Rayakan Misa Minggu Paskah II di Kapela Rumah Duka Oase

NUSA DUA – Uskup Denpasar, Mgr. Silvester San, mengunjungi Kapela Rumah Duka Oase di Taman Mumbul pada Minggu (12/04/2026). Dalam kunjungan tersebut, hadir pula Pastor Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) RD. Adianto Paulus Harun, dan umat dari Lingkungan Stella Maris.

Kunjungan tersebut diawali dengan misa Minggu Paskah II. Dalam homilinya, Mgr. Silvester San mengangkat kisah tentang Santo Pius dari Pietrelcina atau yang dikenal sebagai Padre Pio. Padre Pio diketahui memiliki banyak kekuatan rohani, seperti menyembuhkan orang sakit, yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah atau dengan ilmu Kedokteran.

“Itulah sebabnya dia dikunjungi oleh banyak orang dari segala penjuru dunia dan dari berbagai agama, bahkan orang-orang yang tidak beragama untuk mendapatkan penyembuhan,” kata Mgr. Silvester San dalam homilinya.

Mgr. Silvester San mengatakan, hal-hal yang dialami oleh Padre Pio dapat menolong umat Katolik untuk percaya pada penderitaan dan kebangkitan Kristus. Selain itu, iman umat Katolik akan kebangkitan Kristus didasarkan pada kesaksiakn para Rasul yang tertuang dalam kitab suci.

Bacaan Injil pada Minggu Paskah II tersebut mengisahkan tentang Thomas yang tidak percaya pada kebangkitan Kristus karena dia tidak menyaksikan atau tidak melihat sendiri bukti dari kebangkitan tersebut, seperti bekas luka yang ada kaki dan tangan Yesus.

“Oleh karena itu, dia mengatakan sebelum aku melihat bekas paku dan menaruh tanganku dalam lambungNya, sekali-kali aku tidak percaya. Padahal sebetulnya, bukti-bukti itu tidak terlalu perlu. Namun, Thomas adalah tipe orang yang tidak mau percaya begitu saja,” terangnya.

Rasul yang menjadi teman Thomas tidak dapat membuktikan bahwa Yesus telah bangkit, selain memberikan kesaksian mengenai apa yang mereka lihat dan alami. Oleh sebab itu, Yesus menampakkan dirinya kepada Thomas dan memintanya untuk memasukkan jarinya ke dalam luka-lukanya. Pada akhirnya, Thomas menjadi percaya dan melihat dengan hati, serta mengakui sifat Allah yang dimiliki Yesus.

“Thomas ditegur Yesus karena kurang percaya. Karena engkau melihat, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, tetapi percaya,” tegas Mgr. Silvester San.

Umat pada masa kini memang tidak pernah melihat Yesus secara langsung, tetapi mereka tetap dapat percaya bahwa Kristus hadir melalui gereja dan sakramennya. Uskup Denpasar mengatakan, iman adalah sikap dasar atau sikap yang harus ada dan dihayati oleh setiap orang yang percaya.

Mengakhiri homilinya, Mgr. Silvester San mengatakan bahwa umat Katolik dapat menghayati iman dalam hidup sehari-hari dengan cara memiliki hidup yang berkenan kepada Allah, mengikuti perintah Allah, dan melalui karya-karya cinta kasih Allah.

“Karena melalui karya-karya itulah, kita semua menghayati iman kita sampai memperoleh keselamatan,” tutup Uskup Denpasar.

Seusai misa, Mgr. Silvester San menegaskan terdapat kesepakatan bahwa misa di Kapela Rumah Duka Oase akan diselenggarakan setiap bulan pada Minggu kedua. Hal tersebut dilakukan agar kapela tersebut dapat rutin beroperasi.

“Setiap bulan akan dilaksanakan misa di kapela ini, pada Minggu kedua setiap bulan akan ada rekomendasi,” tambahnya.

Penulis :David-Komsos Paroki MBSB
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button