Grasia Mengunjungi Galasia

DENPASAR – Gerakan Lansia Bahagia (Grasia) Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua melakukan kunjungan ke Gabungan Lanjut Usia Katolik (Galasia) Paroki Santo Petrus Monang Maning Denpasar pada Selasa (21/04/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka kunjungan kasih persaudaraan antara komunitas lansia di kedua paroki. Acara diawali dengan misa harian yang dipimpin oleh Pastor Paroki St. Petrus Denpasar RD. Yohanes Martanto.
Dalam homilinya, RD. Martanto menjelaskan tentang upaya Yesus untuk meyakinkan dan menampakan diri setelah kebangkitan-Nya. Saat itu, Yesus menemani perjalanan para murid dari Yerusalem ke Emaus.

“Mereka baru melihat Yesus yang bangkit ketika Yesus singgah di rumah mereka. Yang dilakukan oleh Yesus di rumah itu sebagai tamu adalah Yesus mengambil roti, memberkatinya, memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada mereka. Setelah mereka menerima roti yang dibagikan oleh Yesus itu, mata mereka menjadi terbuka,” kata RD. Martanto.
Pada bacaan Injil, Yesus mengatakan kepada muridnya bahwa barangsiapa yang percaya kepada-Nya, dia tidak akan lapar lagi. Menurut RD. Martanto, cara paling mudah untuk menjumpai Yesus adalah melalui Ekaristi. Dalam Ekaristi, umat bisa melihat kembali pengalaman di Emaus tersebut.
RD. Martanto berbangga karena lansia yang ada di Paroki Santo Petrus Monang Maning aktif dalam kehidupan menggereja, bahkan tidak kalah dengan Orang Muda Katolik (OMK). Aktivitas yang biasa dilakukan oleh para lansia di paroki tersebut adalah misa mingguan, latihan angklung, ziarah, dan taize.
“Saya mengajak para lansia yang ada di Paroki MBSB Nusa Dua dan Paroki Santo Petrus untuk merayakan Ekaristi seminggu sekali. Ekaristi menjadi kesempatan bagi lansia untuk semakin mendekatkan hidup kepada Tuhan. Dengan Ekaristi yang dirayakan oleh para lansia, maka jalan ke surga yang pintunya selalu terbuka itu menjadi semakin dekat,” terangnya.

Melalui Ekaristi tersebut, Tuhan menunjukkan bukti dan memberikan tubuh-Nya sendiri. Namun, terkadang, manusia diibaratkan dengan para murid yang belum mampu melihat Tuhan ketika sedang berada dalam perjalanan ke Emaus.
“Kita tidak melihat Yesus, padahal Yesus senantiasa menyertai perjalanan hidup kita. Saya mengajak para lansia untuk semakin mencintai Ekaristi. Dengan demikian, kita akan mampu menjadi misionaris Ekaristi. Kita akan diajak menjadi saksi-saksi dari kebangkitan Yesus,” tutupnya.
Setelah misa, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah di Aula Paroki Santo Petrus Denpasar. Hudi Hapsoro, Ketua Galasia dari Paroki Santo Petrus Denpasar, mengatakan kunjungan Grasia dari Paroki MBSB Nusa Dua menjadi momen yang menyenangkan dan mempererat tali persaudaraan.

“Semoga di hari berikutnya, tali silahturahmi tetap terjaga, sehingga pesan kasih dari Yesus untuk saling menyayangi satu sama lain, untuk menggandeng satu sama lain, dapat berjalan terus dengan baik. Baik sekarang maupun sepanjang masa,” tutur Budi.
Sementara itu, Ketua Grasia dari Paroki MBSB Nusa Dua, Susiana Handojo, mengucapkan terima kasih atas penyambutan oleh Galasia Paroki Santo Petrus Denpasar. Kunjungan tersebut dilakukan oleh Paroki MBSB Nusa Dua dalam rangka silahturahmi antara dua komunitas lansia dalam rangka Paskah dan Hari Kartini.
“Sangat berkesan sambutan dan ramah tamah dengan Galasia Santo Petrus Denpasar. Opa dan oma senang, gembira, dan bahagia. Semoga dari Galasia Santo Petrus kemudian hari dapat berkunjung ke Grasia MBSB Nusa Dua,” ucapnya.
Penulis: SGT- B.Tandiono Komsos Paroki MBSB
Editor: Hiro/KomsosKD



