Pengantar
Dalam sebuah kesempatan istimewa di awal Tahun ini, Romo Bartho yang sudah akrab kami sapa Opa Bartho langsung tunjuk, to the point kepadaku “Pak Jon, Kasi sambutan kepada imam baru sedikit too, sambutan selamat datang di depan gereja mewakili umat, dan sambutan nanti di mimbar sebagai ungkapan kesan pesan dari umat.”

Nah inilah, kalau opa Bartho sudah tunjuk.. berarti harus siap, laksanakan!, untung Puji Tuhan disela-sela kesibukan masih ada persiapan yang cukup, tambah lagi kalau opa Bartho sudah pakai akhiran too di ujung kalimat, berarti opa serius dan (sangat) berharap untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya…,
Sidang pembaca daring keuskupan Denpasar terkasih, tulisan yang kuajukan ini merupakan sukacita ku, sukacita kami…umat paroki Praya-Selong, ketika menerima imam baru RD Marten de Porres Loya untuk mempersembahkan misa perdana di Paroki kami.. mohon maaf sudah lama terjadi, namun yang lama selalu membuat terkenang juga too?
2 (dua) pengharapan ala orang Praya-Selong
Misa tersebut berlangsung sore hari, pada tanggal 27 Januari 2024 di Gereja Santu Yohanes Pemandi Kompleks IPDN Praya. Persis jam 17.00 Wita, Opa Bartho bersama RD. Orez tiba di Gereja.

Sebelumnya umat sudah memenuhi gereja, ada pula RP. Khristo Retas SVD, Para Suster SSPS, Suster SFD dan para perwakilan umat dari Ampenan.
Kedatangan Romo Deken RD. Laurens Maryono, Romo Stefanus Danan, Frater Edo serta suster Virgil, AK dari Mataram semakin menambah sukacita kami.
Misa konselebrans dipersembahkan oleh RD. Orez yang dalam homilinya menceritakan perjalanan panggilan imamat beliau.
Menjelang berkat penutup dan sebagai sambutan pertama yang disilakan oleh MC Frater Rio Bara, sebagai perwakilan umat, kami mengemukakan pengharapan PERTAMA.. yakni.. kami segenap umat bolehlah bersukacita seperti Nabi Samuel di Kenisah, kami boleh berjumpa kembali dengan Romo, setelah dahulu Romo boleh melaksanakan TOP di tempat ini, kiranya Romo yang akan melaksanakan tugas perutusan, laksana pohon yang kuat, subur, indah dan permai…
Sidang pembaca nan budiman, Sebagai wakil umat, sengaja kami mengibaratkan Romo sebagai sebuah pohon, kami berharap akarnya menancap di Keuskupan ini, dengan menancap dalam ke Tanah untuk mencari air, maka ia akan bersukacita – sukacinta – sukaduka dengan umat, sebagai pohon remaja yang akan kuat, ia akan mengambil bagian untuk berdinamika.. kita juga tahu nantinya bahwa dedaunan yang lebat dan tentunya sejuk rindang akan menjadi sumber kesegaran bagi para makluk hidup, entah hewan ataupun manusia.. ia akan bermamfaat banyak..
Perlu juga kami kemukakan bahwa Romo Marten de porres Loya melaksanakan tahun orientasi pastoral di tempat kami persis 2 tahun lamanya.

Situasi Paroki Praya Selong yang cukup unik karena umat tersebar dalam 2 kabupaten yang luas yakni Lombok Tengah dan Lombok Timur di tambah dengan masa pandemi kala itu membuat medan pelayanan yang begitu menantang, oleh karenanya, kami berbahagia seturut motto tahbisan Romo Orez, yakni “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam Doa! Surat Santu Paulus kepada Jemaat di Roma 12:12”, tentunya hal ini selaras dengan pegharapan KEDUA kami, yakni seperti kata Santa Theresia dari Avila.. Solo Dios Basta“Tuhan engkau cukup bagiku..” dengan segala kesulitan-keterbatasan yang ada.. Romo menjalani panggilan pelayanan ini dengan sukacita dan sabar hati mewartakan Injil, baik atau tidak baik waktunya!
Doa unik ala Fransiskan
Karena didapuk oleh opa Bartho untuk mewakili umat, dan kebetulan karena saya pribadi adalah pengagum Si Miskin dari Assisi, (ini karena dahulu pertemuanku dengan P. Robert Wowor O.F.M, terimakasih Bu Kustati yang membawa Pater ke Mataram untuk Kurkit waktu itu)… dan sebelum mengakhiri sambutan, atas nama umat, kami mengingat pada saat Kardinal Bergoglio S.J ketika baru saja dipilih menjadi Paus, dengan rendah hati beliau mohon untuk di doakan umat yang hadir di lapangan Santu Petrus Vatikan waktu itu, kami pula mendoakan Romo Orez dengan doa seperti ini “semoga Romo menjadi abdi DamaiNya, pembawa harapan ketika umat dalam kecemasan, semoga warta kasih yang akan selalu Romo sampaikan memberikan umat penghiburan, Bunda Maria yang maharahim menopang dan melindungi romo, memperlihatkan wajah dan belaskasihNya kepada Romo, serta memberi romo damai sejahtera…Amin”
Penutup
Ketika berdiri di mimbar dan menyampaikan sambutan kepada umat, secara pribadi saya terharu, nah..kali ini hampir tidak dapat membedakan, ternyata orang bahagia toh hampir meneteskan air mata pula, bahagia karena perjalanan, perjuangan panggilan yang terkasih RD Marten De Porres Loya telah poll, ( tidak heran ketika Om Hiro tulis di berita sebelumnya bahwa pada saat Doa Penyerahan orang tua, ayahanda Romo Orez bersuara berat dan haru menahan tangis )…
Sekarang Romo telah ditahbisakan yang Mulia Monsinyur San, sudah resmi masuk dalam jajaran imam kesukupan Denpasar dan paroki kecil kami boleh sukses menjadi tempat TOP seorang imam, perjalanan masih panjang, namun doa umat selalu bersama, Proficiat RD. Orez Loya, Tuhan Berkati!!!

Wastuwijaya



