LINTAS PERISTIWA

PEMBERKATAN DAN PERESMIAN GEDUNG BADMINTON SAINT GREG YAYASAN INSAN MANDIRI DENPASAR CABANG SUMBAWA

Di penghujung bulan Juli, tepatnya Rabu (31/7/2024), Gedung Badminton ‘Saint Greg’ Yayasan Insan Mandiri Denpasar Cabang Sumbawa diberkati dan diresmikan oleh Uskup Denpasar, Mgr. Dr. Silvester San. Menurut Direktur Badan Pelaksana Kegiatan (BPK) Yayasan  Insan Mandiri Cabang Lombok dan Sumbawa, Romo Patrisius Woda, gedung badminton tersebut dikerjakan dalam waktu 6 bulan dan menghabiskan anggaran sekitar 1,5 M lebih.

Pemberkatan dan peresmian Gedung Badminton Saint Greg Yayasan Insan Mandiri Denpasar diawali dengan Ibadat Sabda yang dipimpin oleh  Mgr.Silvester San didampingi romo Patrisius Woda. Dalam kotbahnya Mgr.San mengawali dengan sebuah ceritera tentang seorang ibu yang memiliki seorang anak pergi merantau ke Malaysia.

Mgr. Silvester San memimpin ibadat pemberkatan didampingi RD. Woda

Di Malaysia anak tersebut bernasib baik dan menjadi orang yang kaya-raya. Melihat keadaan ibu anak itu semakin tua dan susah, para tetangganya meminta ibu dari anak itu bersurat kepada anaknya agar bisa mengirim uang kepadanya. Ibu itu menjawab, ”anakku selalu mengirim surat kepada saya setiap bulan disertai dengan kertas berwarna”. Tetangganya merasa ingin tahu dan meminta ibu itu menunjuk surat dari anaknya. Ternyata anaknya selalu mengirim surat kepada ibunya disertai uang dalam bentuk cek. Sayangnya ibu itu tidak tahu bahwa ia punya harta berlimpah dalam bentuk cek yang dikirim oleh anaknya.

Ceritera tentang seorang ibu tersebut sama halnya dengan perumpamaan Yesus tentang kerajaan Sorga. Yesus membandingkan kerajaan Sorga dengan dengan dua hal. Kerajaan Sorga itu seumpama harta terpendam di ladang yang ditemukan orang lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya, pergilah ia menjual segala miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual segala miliknya lalu membeli mutiara itu.

“Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah sangat bernilai dan siapa saja ingin memilikinya. Kerajaan Allah juga suatu yang sangat mahal atau sangat berharga sehingga semua orang dengan berbagai macam cara ingin mendapatkannya, karena betapa pun lamanya hidup manusia, suatu saat pasti akan mati”, tandas Mgr. San. Untuk itu Mgr. San mengajak umat menyiapkan diri agar bisa memperoleh kehidupan kekal yang bahagia di Sorga.

Caranya menurut Mgr San, melalui hidup baik dengan menuruti perintah Allah, dan berani melepaskan tiga kenikmatan yakni kenikmatan mata yakni suka melihat hal-hal porgografi. Kenikmatan daging yakni senang dengan seksualitas atau menjual diri. Dan yang ketiga, kenikmatan hidup dengan berfoya-foya, tanpa memperhatikan orang yang yang hidupnya susah dan menderita.

Suasan ibadat pemberkatan gedung bulu tangkis Saint Greg

Selesai ibadat, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Romo Woda dalam sambutannya mengatakan sangat bersyukur kepada Tuhan karena atas berkat-Nya, Pembangunan gedung badminton ini dapat terlaksana dengan baik.  “Gedung badminton ini menjadi satu-satunya di kota Sumbawa besar. Karena itu,  gedung ini menjadi titik tolak membangun minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah kita”, harapnya.

Romo Woda juga bersyukur atas dukungan dari bapak Uskup selaku Ketua Badan Pembina Yayasan Insan Mandiri Denpasar, Badan Pengurus dan Badan Pengawas terhadap semua Pembangunan di Yayasan Insan Mandiri Denpasar cabang Lombok Sumbawa. Tak lupa, romo Woda mengucapkan terimakasih kepada Semua pihak yang dengan caranya masing-masing telah membantu mewujudkan Pembangunan gedung badminton Yayasan Insan Mandiri Cabang Sumbawa ini.

Ketua Yayasan Insan Mandiri Denpasar, Romo Thomas Almasan mengapresiasi dan mengucapkan proficiat bagi romo Woda yang telah menyelesaikan pembangunan gedung badminton. Harapannya dalam mengelola dunia pendidikan, dibutuhkan kolaborasi dengan semua pihak terutama dengan  orang tua murid, semua orang yang terlibat dalam dunia pendidikan di Yayasan Insan mandiri Denpasar dan dengan pastor Paroki. Sebagai buktinya, hari ini di saat pemberkatan dan peresmian gedung badminton ini, semua unsur Yayasan, mulai dari badan pembina,  badan pengurus, badan pengawas dan direktur BPK semuanya hadir, termasuk pastor paroki Sang Penebus Sumbawa Besar yang baru Romo Laurensius Maryono.

Uskup Denpasar dalam sambutannya mengatakan pembangunan gedung badminton ini membuat tempat ini tertata dengan baik. Sebelumnya tempat ini sangat romo dan penuh dengan tumpukan material bangunan. Setelah ditata dengan baik oleh romo Woda kelihatannya menjadi bersih dan indah. Zaman sekarang menurut Mgr. San, orang lebih memperhatikan penampilan. Jika areal tanak kita yang bagus ini ditata dengan baik maka orang akan tertarik dengan unit-unit sekolah kita dan mau menyekolahkan anaknya di sekolah kita. Karena itu sering saya katakan, jika dalam penerimaan peserta didik baru biar pun hanya  mendapatkan satu kelas saja maka sekolah itu tidak akan ditutup. Jika hanya mendapat 4 atau 5 murid saja maka sekolah itu akan ditutup, karena tidak mampu membiayai kelangsungannya.

Acara selanjutnya  bapak Uskup bersama seluruh jajaran Pembina, Pengurus, Pengawas dan semua umat yang hadir menuju pintu depan gedung badminton Saint Greg Yayasan Insan Mandiri Denpasar untuk menyaksikan pelepasan balon dan pengguntingan pita oleh yang mulia Mgr. San; sebagai tanda gedung badminton itu telah diresmikan dan siap digunakan.

Pemotongan pita oleh Bapak Uskup, Mgr. San

Hadir dalam ibadat pemberkatan dan peresmian gedung badminton Saint Greg Yayasan Insan Mandiri Denpasar sebagai berikut:  Dari unsur Badan Pembina, Uskup Denpasar Mgr. Silvester San dan  Vikjen Keuskupan Denpasar RP. Yosef Casius Wora,SVD.

Pemukulan Shuttlecock perdana oleh Mgr. San

Dari unsur Badan Pengurus, Ketua, Sekretaris dan Bendahara: Romo Thomas Almasan, Blasius Naya Manuk dan Romo Alfons Kolo; dan dari unsur Badan Pengawas, yang berkesempatan hadir adalah I Gusti Ngurah Wisnu Purwadi (Sekretaris), B. Wayan Wertiana dan Kristian Pake Seko selalu anggota.

Dari unsur Badan Pelaksana Kegiatan Kedua Direktur BPK, baik BKP Yayasan Insan Mandiri Denpasar, Romo Kadek Ariana dan Direktur BPK Cabang Lombok Sumbawa, Romo Patrisius Woda juga hadir, bersama Staf BPK Cabang Lombok dan Sumbawa dan  para guru/tenaga pendidik dan tenaga kependidikan; baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun.

Proficiat! Semoga kehadiran gedung badminton ini membawa berkat bagi Yayasan Insan Mandiri Denpasar Cabang Sumbawa dan juga bagi masyarakat di kota Kabupaten Sumbawa.

*Blasius Naya Manuk (Sekretaris Pengurus Yayasan Insan Mandiri Denpasar

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button