Pelantikan 31 Katekumen Warnai Misa Minggu Laetare di Paroki MBSB Nusa Dua

NUSA DUA – Perayaan Ekaristi Minggu Laetare (Minggu Prapaskah IV) pada Minggu, 15 Maret 2026 di Gereja Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua berlangsung istimewa.
Dalam perayaan yang dipimpin oleh Pastor Rekan Paroki MBSB RD. Ferdi Panggur, sebanyak 31 orang katekumen secara resmi dilantik sebagai bagian dari perjalanan iman menuju penerimaan Sakramen Inisiasi pada perayaan Paskah mendatang.

Dalam homilinya, Romo Ferdi merefleksikan bacaan Injil dari Yohanes 9:1–41, yang menceritakan tentang Yesus menyembuhkan seorang yang buta sejak lahir. Ia menyoroti makna mendalam dari tindakan orang buta yang taat pada perintah Yesus untuk membasuh diri di kolam Siloam.
“Dengan membasuh diri di kolam Siloam, orang buta itu tidak hanya membuka matanya sendiri, tetapi juga membuka matanya untuk melihat bahwa Yesus adalah Tuhan,” ungkap Romo Ferdi.
Lebih lanjut, Romo Ferdi menjelaskan bahwa dalam kisah Injil tersebut terdapat dua kondisi kebutaan yang berbeda, yaitu kebutaan fisik dan kebutaan hati.
Orang buta yang disembuhkan oleh Yesus mengalami kebutaan fisik, sementara orang-orang Farisi digambarkan mengalami kebutaan hati karena mereka menolak percaya meskipun telah menyaksikan mukjizat yang dilakukan Yesus.

Menurutnya, pesan Injil ini menjadi pengingat bagi umat bahwa masa Prapaskah adalah masa penyembuhan dan perbaikan dari kebutaan hati. Kesibukan hidup sering kali membuat manusia lupa akan Tuhan dan menjauh dari-Nya.
“Karena itu, Gereja mengajak umat untuk menempuh tiga jalan pertobatan selama masa Prapaskah, yaitu doa, puasa, dan sedekah. Melalui doa, umat diajak semakin dekat dengan Tuhan; melalui puasa, umat belajar melepaskan diri dari berbagai keterikatan; dan melalui sedekah, umat membuka mata terhadap sesama yang membutuhkan,” urainya.
Pesan tersebut juga menjadi refleksi yang mendalam bagi para katekumen yang sedang menjalani perjalanan iman menuju pembaptisan. Seperti orang buta dalam Injil yang mengalami pemulihan penglihatan, para katekumen pun diundang untuk semakin membuka hati mereka terhadap karya keselamatan Allah.

Setelah homili, Romo Ferdi melanjutkan dengan ritus pelantikan 31 katekumen yang akan menerima Sakramen Inisiasi pada Paskah mendatang. Pelantikan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan iman mereka sebagai calon anggota Gereja.
Dengan penuh sukacita, umat yang hadir dalam perayaan tersebut turut mendukung dan mendoakan para katekumen agar mereka dapat menjalani masa persiapan ini dengan setia hingga akhirnya menerima sakramen-sakramen inisiasi pada malam Paskah.*
Penulis :

Hizkia Martinus Colson Satu Tann
Editor : Hiro/KomsosKD



