LINTAS PERISTIWA

Visitasi Kanonik Uskup Denpasar di Paroki Palasari

PALASARI – Sepanjang tahun 2025 Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, memiliki agenda melakukan visitasi (kunjungan) Kanonik ke paroki-paroki di Keuksupan Denpasar. Sampai saat ini sebagian paroki telah dilakukan kunjungan dan akan menyusul paroki-paroki lainnya.

Kunjungan Kanonik merupakan kunjungan yang dilakukan oleh seorang Superior Gerejawi, seperti Uskup atau Pimpinan Tarekat ke paroki, biara, atau institusi gerejawi lainnya untuk memelihara iman dan disiplin, meninjau administrasi, mengoreksi penyalahgunaan, serta meneguhkan dan memotivasi umat dan pelayanan gereja sesuai dengan Hukum Kanonik. Kunjungan ini merupakan bagian dari tanggung jawab struktural gereja dan dilakukan secara berkala.

Paroki yang mendapat kunjungan Kanonik terakhir adalah Paroki Hati Kudus Yesus Palasari. Dilaksanakan pada Minggu, 21 September 2025, petang. Visitasi ini satu rangkaian dengan lawatan Bapak Uskup di paroki itu dalam rangka perayaan syukur 85 tahun Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Palasari.

Dalam kunjungan itu, Bapak Uskup yang didampingi Sekretaris Uskup RD. Agustinus Sugiyarto, bertemu dengan Pastor Paroki dan Pastor Rekan, DPP-DKP serta fungsionaris pastoral lainnya dan tokoh umat. Pertemuan dilaksanakan di aula paroki itu.

Bapak Uskup (kiri) dan Sekretaris Uskup Rm. Agus

Acara diawali doa pembuka yang dipimpin Pastor Rekan Palasari RD. Yohan Ferrel Castillo dilanjutkan sapaan kasih dari Pastor Paroki HKY Palasari RD. Y.B. Nyoman Suryana, atau akrab disapa Rm. Komang.

Rm. Komang, dalam sapaannya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Uskup dan Sekretaris atas kunjungan itu untuk bertemu langsung dengan umat, mendengarkan perkembangan Paroki Palasari dari berbagai aspek di antaranya administrasi, asset-aset gereja maupun karya pastoral paroki, sekaligus mendengarkan secara langsung suara hati umat.

Pastor Paroki Palasari RD. Nyoman Suryana

“Kunjungan Kanonik adalah kunjungan berdasarkan hukum gereja. Bapak Uskup ingin mengetahui berbagai hal dari proki kita tentang data perkembangan paroki, administrasi, harta kekayaan gereja, karya pastoral, dan lain-lain,” ungkapnya, seraya menambahkan bahwa dalam kesempatan ini, umat bisa berdialog dengan Bapak Uskup menyampaikan harapannya.

Selesai sapaan kasih Pastor Paroki, dilanjutkan dengan laporan tentang kondisi dan perkembangan Paroki Hati Kudus Yesus Palasari, yang dipaparkan Ketua Bidang Pembinaan Iman (BPI) Paroki Palasari Agustinus Jawa Weja.

Agus Jawa memaparkan mulai dari Administrasi dan Keuangan Gereja, antara lain tentang data dan situasi umat. Jawa melaporkan Paroki Palasari terdiri dari 3 Lingkungan, 2 Stasi, 16 KBG. Total umat 382 KK dan 1.359 jiwa.

Mengenai transparansi keuangan, disampaikan bahwa laporan keuangan dilakukan secara berkala kepada umat saat misa hari Minggu, serta laporan tertulis kepada Ekonom Keuskupan Denpasar setiap bulan.

Dilaporkan juga tentang kondisi keuangan saat ini, baik kas kecil, bank dan koperasi. Pada bagian lain dilaporkan juga kondisi sarana prasarana Gereja serta rencana pembangunan dan renovasi beberapa sarana, serta kebutuhan fasilitas pendukung pastoral.

Aset gereja, katanya, terdiri dari harta bergerak dan harta tidak bergerak. Paroki ini memiliki tiga gedung gereja yaitu gereja Palasari dan gereja Candikusuma dengan status hak Milik, serta gereja stasi Gilimanuk berstatus Hak Guna Bangunan (HGB).

Mengenai administrasi lainnya seperti buku penerimaan sakramen-sakramen yaitu buku baptis, buku perkawinan dan buku kematian tersimpan baik di sekretariat paroki.

Jawa juga menyampaikan tentang karya pastoral seperti kehidupan iman dan liturgi di mana partisipasi umat dalam misa dan pelayanan sakramen mengalami peningkatan.

Sesi tanya jawab, nampak Ketika seorang umat bertanya

Paroki Palasari saat ini juga rutin menyelenggarakan live streaming untuk misa hari Minggu dan misa harian (kecuali Senin karena misa di komunitas suster) setelah didukung sarana digital yang cukup memadai. Ini bagian dari avangelisasi digital.

Aneka pembinaan iman umat seperti doa, pendalaman-pendalaman serta berbagai kesiapan umat dalam menerima sakramen berjalan dengan baik. Pastor Paroki maupun Pastor Rekan juga selalu memberikan pembekalan maupun katekese singkat kepada umat.

Hanya saja dilaporkan, peran serta kaum muda (OMK) dalam kegiatan gereja masih memprihatinkan karena antara pembina dengan yang dibina kerap mengalami perbedaan selera sehingga sering berbeda pendapat, OMK kurang berminat pada kegiatan rohani.

Solusinya, kata Jawa, Pembina dan OMK ke depannya perlu dibuatkan kalender kegiatan tahunan dan gereja sudah membuatkan jadwal khusus OMK untuk tugas koor mingguan dan hari raya.

Pastoral dan katekese berdasarkan usia di paroki ini berjalan dengan baik seperti pembinaan iman bagi anak-anak, remaja, OMK dan dewasa. Kelompok kategorial yang ada juga melaksanakan kegiatannya secara rutin.

Ada juga upaya lain yang dilakukan seperti evangelisasi dan pelayanan sosial, tindakan pastoral terhadap umat yang kurang aktif atau bermasalah.

Disampaikan juga aspek Pendidikan, di mana di paroki itu ada TKK, SDK dan SMPK milik Yayasan Insan Mandiri. Peran Pastor Paroki dalam mendukung sekolah-sekolah ini sangat nyata, antara lain terlibat dalam kegiatan promosi sekolah, bahkan mengusahakan fasilitas seperti alat band, perlengkapan drum band dan lapangan basket.

Tantangan dan Harapan

Ketua BPI kemudian memaparkan tentang tantangan dan harapan. Masalah sosial atau pastoral yang dihadapi paroki, di antaranya banyak umat (laki-laki) yang bekerja di luar, termasuk luar negeri sehingga kesulitan saat ada kerja bakti, sementara umat yang tinggal di Palasari didominasi perempuan.

Masalah lainnya dualisme status umat Palasari yakni mereka yang tercatat sebagai umat paroki, juga tercatat di paroki lainnya sehingga terjadi pendobelan. Lalu, ketiadaan katekis untuk pendidikan rohani siswa-siswi, terutama perhatian terhadap siswa-siswi yang sekolah di sekolah Negeri.

Dari persoalan di atas, umat Palasari memiliki harapan kepada Bapak Uskup dan keuskupan. Mereka berharap keterlibatan dan perhatian Bapak Uskup saat ada kegiatan di paroki, serta lebih sering mengadakan kunjungan di luar agenda rutin.

Harapan lainnya keterlibatan dan perhatian Bapak Uskup dan Keuskupan dalam pemeliharaan dan perawatan makam rohaniwan Palasari. Hal lain, mereka minta saat mutasi imam, agar tidak sekalian pastor paroki dan rekan dipindahkan secara bersamaan.

Menanggapi laporan tersebut, Bapak Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, menyampaikan terima kasih kepada Paroki Palasari, karena dari laporan tersebut mendapatkan gambaran singkat dan jelas tentang paroki Palasari.

“Kita di paroki ini banyak asset tanah seperti dilaporkan. Saya harap kepemilikannya harus jelas, maka perlu diurus sertifikat bagi yang belum ada sertifikatnya. Kemudian tak kalah penting adalah bagaimana pemanfaatan tanah-tanah ini, hanya lahan tidur atau produktif,” kata Bapak Uskup.

Mengenai pemeliharan sarana prasarana, menurut Bapak Uskup, itu menjadi tanggung jawab bersama. “Uskup memiliki perpanjangan tangan yaitu Pastor Paroki, DPP-DPK. Organ ini harus bersama-sama memperhatikan hal ini,” lanjut Bapak Uskup, seraya mengatakan untuk kegiatan pastoral atau kebutuhan sarana-prasarana paroki bisa ajukan dana ke DSAK KWI.

Tentang OMK, Mgr. Silvester, menyarankan perlu diperhatikan dengan terus didampingi, karena mereka asset gereja masa kini dan masa depan. Sedangkam tentang pengangkatan katekis, menurut Bapak Uskup, subsidi dari Roma sudah tidak ada lagi, sehingga jangan terlalu tergantung pada katekis, perlu pengembangan dan peran DPP untuk mengatasi pembinaan iman umat.

Perawatan makam rohaniwan, Bapak Uskup berharap dapat ditangani umat di Palasari, cukup dibersihkan dan dirapikan.

Sekretaris Uskup yang juga Ekonom Keuskupan RD. Agustinus Sugiyarto menambahkan khusus tentang laporan keuangan. Rm. Agus mengapresiasi Paroki Palasari karena laporan keuangan bulanan tertib.

“Dari Ekonom berharap ini dipertahankan dan laporan sebaiknya dalam bentuk soft copy dan hard copy untuk kepentingan laporan pajak,” katanya.

Mantan Pastor Paroki Palasari ini juga mengingatkan tentang tanah gereja yang dipinjam atau disewakan kepada orang harus ada surat perjanjian yang jelas.

Acara dilajutkan dengan sesi dialog atau tanya jawab antara umat dan Bapak Uskup. Setiap pertanyaan yang disampaikan ditanggapi dengan baik oleh Bapak Uskup.

Acara berlangsung sekitar 2,5 jam, diakhiri dengan santap malam bersama. Setelah itu Bapak Uskup dan Sekretaris langsung pulang ke Denpasar. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button