LINTAS PERISTIWA

Caritas-PSE Salurkan 166 Paket Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir

DENPASAR – Caritas-PSE Keuskupan Denpasar, telah menyalurkan 166 paket bantuan bagi sejumlah umat (warga) yang terdampak banjir bandang yang melanda Kota Denpasar dan daerah lainnnya di Bali.

Paket bantuan itu disalurkan ke tiga titik (tiga paroki) yaitu Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar, Paroki St. Petrus Denpasar dan Paroki St. Fransiskus Xaverius Kuta (Badung).

Sesuai informasi dan data yang dimiliki Caritas-PSE Keuskupan Denpasar, hanya tiga paroki ini yang melakukan kajian cepat dengan mengumpulkan data ke lapangan dan mengirimkan data-data itu ke Caritas-PSE Keuskupan, khususnya data warga terdampak atau penerima manfaat serta kebutuhan mereka saat ini.

Kajian cepat dilakukan oleh Seksi PSE Paroki setelah mendapatkan permintaan resmi dari Caritas-PSE Keuskupan Denpasar. Berdasarakan data yang masuk itulah Carita-PSE Keuskupan Denpasar bergerak.

Pendistribusian paket bantuan pada masa darurat ini, telah dilaksanakan pada Jumat, 19 September 2025.

Ketua Caritas-PSE Keuskupan Denpasar, RD. Evensius Dewantoro, saat ditemui di aula Keuskupan Denpasar mengatakan, “Hari ini (Jumat kemarin), kita melakukan pendistribusian kebutuhan warga terdampak untuk 3 paroki sesuai data yang masuk. Di samping umat Katolik, juga ada bebrapa warga non Katolik yang merupakan tetangga umat kita sebagai penerima manfaat karena ikut terdampak.”

Acara serah terima bantuan. RD. Evensius Dewantoto, Ketua Caritas-PSE Keuskupan Denpasar (berdir), didamping Vikjen RD. Herman Yoseph Babey (kanan) dan Handoko (kiri)

Menurut Rm. Venus, pendistribusian bantuan ini, mekanismenya yaitu Seksi PSE bersama relawan kemanusiaan dari tiga paroki itu datang ke keuskupan untuk menerima paket bantuan yang telah disiapkan oleh Caritas-PSE.

“Mengenai distribusinya di paroki-paroki, warga penerima manfaat akan datang ke paroki untuk menerima paket bantuan,” katanya.

Sekitar pukul 10.00 Wita, Seksi PSE bersama relawan dari tiga paroki itu sudah berkumpul di aula Keuskupan Denpasar, dan masing-masing membawa kendaraan untuk mengangkut paket logistik sesuai jatah masing-masing.

Namun sebelum paket bantuan diserah-terimakan, didahului seremonial pendistribusian bantun. Dalam acara seremonial itu juga terjadi dialog, baik menyangkut mekanisme pembagian lebih lanjut di paroki kepada warga (umat) penerima manfaat, juga cara membuat laporan serta data-data apa saja yang perlu digali dari penerima maanfaat itu untuk respons tahap berikutnya.

Dalam acara seremonial itu, Ketua Caritas-PSE Rm. Venus, demikian akrab disapa, kembali mengungkapkan bahwa di tengah keprihatinan atas musibah yang terjadi, juga ada berkat yang diterima dari banyak orang termasuk dari Caritas Indonesia untuk berbagi dengan mereka yang terdampak secara langsung.

Seksi PSE dan relawan dari 3 paroki saat seremonial serah terima bantuan untuk diteruskan kepada penerima manfaat

“Kita ini adalah agen penyalur harapan dari Tuhan untuk mereka yang terdampak langsung. Pengadaan barang-barang yang akan kita salurkan sekarang sesuai kebutuhan warga terdampak berdasarkan data yang diambil oleh tim PSE paroki-paroki,” ungkap Rm. Venus.

Rm. Venus menambahkan bahwa pengadaan barang-barang itu berasal dari uang umat yang dikumpulkan dari puasa dan pantang umat melalui PSE dan sebagian diteruskan ke KWI.

Dikatakan Rm. Venus, respons darurat yang dilakukan saat ini berasal dari uang bantuan Caritas Indonesia sebesar 100 juta rupiah ditambah dengan subsidi dari Carita-PSE Keuskupan Denpasar.

“Kita masih open donasi untuk pengadaan barang-barang guna disalurkan pada respons berikutnya. Semoga Bali dan daerah lainnya sudah aman dari masalah banjir dan juga sampah,” katanya.

Penyerahan kepada penerima maanfaat melalui Seksi PSE Paroki St. Petrus Denpasar

Tim PSE Keuskupan Denpasar, Handoko, kemudian menjelaskan terkait distribusi bantuan, sambil mengingatkan tentang standar pemberian bantuaan dari Caritas Indonesia.

“Bantuan kita tidak boleh memberikan dampak buruk bagi penerima maafaat, baik dari sisi keamanan maupun kehidupan warga penerima maanfaat sehari-hari, juga keamanan kita sebagai penyalur bantuan. Jangan sampai menimbulkan konflik sosial,” kata Handoko, seraya meminta agar dalam penyaluran kepada penerima manfaat sungguh memperhatikan hal ini, sehingga paling aman distribusinya dipusatkan di paroki dengan mengundang penerima manfaat sesuai data yang ada.

Untuk pelaporan, menurut Handoko, karena pihak Caritas-PSE masih membuka donasi, maka perlu kembali data kk, lalu 1 kk terdiri dari beberapa orang, lengkap dengan nomor hp, serta berisi keterangan misalnya 3-5 item kebutuhan ke depan dan ini penting untuk respons kedua.

Penyerahan paket bantuan melalui Seksi Paroki Katedral Denpasar

“Ingat saat pengumpulan data jangan pernah menjanjikan apa-apa. Perlu dijelaskan juga di awal kepada siapapun termasuk warga non Katolik bahwa ini misi kemanusiaan dari Gereja Katolik, tidak ada tujuan kristenisasi atau tujuan politis apa pun,” Handoko mengingatkan.

Selanjutnya ada dialog atau tanya jawab antara Seksi PSE Paroki dengan pihak Caritas-PSE, tentang banyak hal terkait respons atas bencana sampai dengan penyaluran bantuan yang aman, nyaman dan tidak menimbulkan konflik.

Para Pengurus Seksi PSE, seperti Priska Simbolon dari Katedral, Goris dan Andro dari Kuta serta Dayu dari St. Petrus Denpasar, mengisahkan respons dan kajian cepat yang telah mereka lakukan pasca bencana serta menyalurkan bantuan darurat seperti sembako maupun kebutuhan darurat lainnya yang dilakukan oleh masing-masing paroki, dan nanti dilanjutkan dengan pembagian bantuan yang berasal dari Caritas-PSE ini.

Saat barang-barang kebutuhan dimasukan ke masing-masing mobil pengangkut

Vikjen Keuskupan Denpasar RD. Herman Yoseph Babey, yang hadir dalam acara ini, dalam pengarahannya mengatakan bahawa kemanusiaan itu jauh lebih tinggi dari apapun. Gereja Katolik, katanya, memiliki kekhasan untuk selalu hadir di tengah penderitaan orang lain tanpa melihat latar belakang agama apapun termasuk identitas lainnya.

“Kita segera mendistribusikan bantuan, pasti banyak reaksi dari mereka yang luput dari perhatian kita. Kita lepaskan egoisme, memberikan berkat yang tulus dari Allah melalui kita. Kalau ada kendala jangan diam, bangun komunikasi supaya bisa menemukan solusi. Ini karya luhur dari Allah untuk menolong mereka yang menderita akibat banjir,” kata Rm. Babey.

Bantuan yang disalurkan Caritas-PSE melalui Seksi PSE dari tiga paroki terdiri dari 9 item per paket masing-masing 1 buah wajan, ½ lusin sendok, ½ lusin piring, 1 buah bantal, 1 buah kasur gulung, 1 tabung gas yang sudah ada isinya, 1 buah kompor gas dua tungku, 1 buah regulator kompor gas, dan 1 buah rice coocer.

Beberapa item barang kebutuhan darurat kepada penerima manafaat

Berdasarkan data, 166 paket bantuan yang disalurkan antara lain ke Paroki Katedral ada 85 orang penerima manfaat, Paroki Kuta 48 penerima manfaat dan Paroki St. Petrus Denpasar 33 penerima manfaat.

Sebagaimana diketahui, banjir besar melanda Kota Denpasar dan daerah lainnya di Bali, Rabu (10/9) pekan lalu. Selain merenggut belasan korban jiwa, tidak sedikit pula warga di berbagai titik yang mengalami kerugian secara materi termasuk umat Katolik. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button