PUSAT PASTORAL

“Mulai Hari Ini Fungsionaris Komunikasi Sosial Gereja Bersatu”

Workshop Menyongsong Hari KOMSOS Sedunia Ke-60

AMPENAN – Menyongsong perayaan hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60, Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Denpasar mengadakan workshop dengan tema “Menjaga Suara & Wajah Manusia”, Senin (11/05/2026) di rumah Ret-Ret Aryo Ampenan.

Peserta yang hadir merupakan utusan dari 3 paroki di Lombok yang terdiri dari para ketua bidang DPP, seksi KOMSOS, OMK, pendamping keluarga, dan pendamping SEKAMI.

Workshop dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Pastor Paroki Ampenan, RP. Sifronisius Iron Risdianto, SVD, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Deken NTB, RD. Martinus Emanuel Ano.

Deken NTB, RD. Martinus Emanuel Ano saat memberikan sapaan kasih.

Masuk ke inti acara, RD. Herman Yoseph Babey selaku Ketua KOMSOS Keuskupan Denpasar memaparkan materi yang diambil dari pesan Sri Paus Leo XIV dalam rangka hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 tahun 2026, yang mengangkat tema “Menjaga Suara & Wajah Manusia”. Di era di mana mesin bisa meniru suara dan wajah manusia (melalui deepfake atau AI), Gereja dipanggil untuk menggunakan kebijaksanaan dalam menyikapinya.

“Mulai hari ini fungsionaris komunikasi sosial gereja bersatu,” tegas Romo Babey. Beliau menekankan bahwa tidak mudah menghadapi tantangan yang ada, tetapi dengan tim dan dukungan yang ada di paroki, harapannya pesan kasih Tuhan dapat menjangkau sudut-sudut digital yang lebih luas.

Ketua KOMSOS Keuskupan Denpasar, RD. Herman Yoseph Babey

Kegiatan dilanjutkan dengan melibatkan peserta untuk berdiskusi menjawab beberapa pertanyaan. Kelompok dibagi menjadi 4 yaitu DPP & Keluarga, OMK, pendamping SEKAMI, dan seksi KOMSOS.

“Teknologi akan membawa manfaat jika digunakan secara bijak dan tidak menggantikan relasi antarmanusia. Kehangatan keluarga tidak dibangun oleh kecanggihan teknologi, melainkan oleh perhatian, komunikasi nyata, dan kasih yang tulus,” tutur Grace, perwakilan diskusi forum DPP & Keluarga.

Suasana diskusi kelompok pengurus DPP

Setelah mendengar dari berbagai sudut pandang terkait pemanfaatan teknologi, kelompok diajak untuk menghasilkan sebuah konten video sederhana. Salah satunya kelompok OMK yang membuat konten relate tentang FOMO.

“Saya senang bisa berdinamika dengan OMK di pulau Lombok dan juga berkesempatan praktik membuat konten,” ungkap Stella, Wakil Ketua OMK Paroki Mataram.

Kelompok OMK merefleksikan menjadi video pendek

Ketua BPU Paroki Ampenan, Kordianus Gadur, turut menyampaikan kesannya. “Kegiatan ini luar biasa, karena dengan media kita bisa mewartakan melalui peran kita sebagai tokoh umat dan pembina, juga semakin selektif terhadap media,” ujarnya.

Harapan juga disampaikan oleh Sekretaris DPP Paroki Praya- Selong, Yohanes Happy Fernandes. “Semoga kita selalu menjadi agen pembawa damai dan kebaikan,” ungkapnya.

Action Kelompok KOMSOS saat membuat konten.

Melalui Workshop ini Gereja mau menegaskan bahwa komunikasi sosial adalah tentang kehadiran yang nyata. Walaupun setiap paroki punya tantangan tersendiri, workshop ini telah membekali para fungsionaris KOMSOS untuk tetap bergerak dalam pewartaan Gereja melalui media komunikasi.

Selamat Menyongsong Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 !

Penulis : Evelyn-Komsos Ampenan
Editor : Bowo

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button