LINTAS PERISTIWA

JOMK Dekenat NTB Resmi Dibuka, Uskup: Bukan Stroberi, Jadilah Seperti Pohon Kelapa

SUMBAWA – Jumpa Orang Muda Katolik (JOMK) Denekat Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dibuka oleh Bapak Uskup Denpasar, Mgr. Silvester San, Selasa (24/6/2025) petang, di Gereja Sang Penebus Sumbawa Besar.

JOMK diawali dengan seremonial penyambutan Bapak Uskup dan rombongan berupa pengalungan selendang khas NTB oleh Pastor Paroki Sumbawa Besar RD. Laurensius Maryono dan Ketua Umum Panitia JOMK RD. Danan Pamungkas.

Selain Bapak Uskup, turut dikalungi selendang antara lain Vikjen/Direktur Puspas RD. Herman Yoseph Babey, Sekretaris/Ekonom Keuskupan Denpasar RD. Agustinus Sugiyarto, Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan KWI RD. Frans Kristi Adi Prasetya, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Denpasar RD. Rony Alfridus Bere Lelo dan Deken NTB RD. Martinus Emanuel Ano.

OMK berbari membentuk pagar betis saat acara penyambutan Bapak Uskup dan ketika menuju gereja untuk misa pembukaan JOMK

Penyambutan dilakukan di halaman rumah retret St. Ignasius Sumbawa Besar. Dalam seremonial ini, seluruh peserta dan panitia berdiri rapi membetuk pagar betis mulai dari depan rumah retret sampai di depan gereja.

Setelah pengalungan, Bapak Uskup dan rombongan serta para imam yang berkarya di Dekenat NTB berjalan di tengah barisan OMK itu menuju gereja untuk mengikuti misa pembukaan.

Bapak Uskup dan sejumlah pejabat Gereja dikalungi seledang khas Sumbawa

Misa berlangsung mulai pukul 17.00 Wita, dipimpin Bapak Uskup selaku Selebran Utama, didampingi 13 imam yang hadir. Misa pembukaan JOMK yang berlangsung 24-27 Juni 2025 ini, bertepatan dengan hari raya pesta kelahiran Yohanes Pembaptis.

Dalam homilinya Bapak Uskup mengajak orang muda untuk meneladani Yohanes Pembaptis yang membuka jalan bagi kehadiran Yesus sebagai Mesias di tengah dunia dan membiarkan Yesus semakin besar dan dirinya semakin kecil. Yohanes Pembaptis juga tidak pernah cemburu dengan Yesus, justru ikut bergembira ketika Yesus lebih ‘besar’ dari dirinya.

Perarakan masuk gereja didahului oleh perwakilan OMK pembawa bendera merah putih dan bendera Vatikan serta masing-masing paroki se-NTB

Demikian pula dengan OMK, Bapak Uskup mengajak agar dalam tugas menghidupkan gereja dan karya pelayanan hendaknya bersikap seperti Yohanes Pembaptis, hanya demi kemuliaan Tuhan, serta tidak cemburu terhadap teman yang sukses, justru turut bergembira kalau ada teman yang hidup baik.

Bapak Uskup juga mengajak OMK supaya berani menyampaikan kebenaran di manapun dan dalam situasi apapun. “Kalau takut itu tidak cocok sebagai Orang Muda Katolik,” tegas Mgr. San, sambil berharap agar JOMK ini bermanfaat bagi OMK sendiri.

Bapak Uskup menambahkan, agar OMK sungguh mengalami pendampingan dan mampu membina diri agar menjadi generasi yang handal bagi Gereja dan Negara, serta menjadi gererasi yang kuat dan teguh dalam iman maupun karakter dan kepribadian.

Jadilah Pohon Kelapa

JOMK Dekenet NTB, mengusung tema “Membangun Iman yang Militan Bagi Generasi Stroberi.” Generasi Stroberi, kata Deken NTB, ibarat buah stroberi yang indah kelihatannya tapi saat disentuh sangat mudah rapuh dan lembek serta cepat rusak, tidak tahan dalam menghadapi tekanan.

Dalam sambutannya, Bapak Uskup turut mengomentari tema JOMK yang cukup menarik ini. Menurut Bapak Uskup, generasi stroberi adalah generasi yang dianggap mudah terpengaruh, sensitif dan kurang tangguh.

Suasana misa pembukaan

Buah stroberi, lanjut Bapak Uskup, memang menarik kelihatannya, tapi mudah rusak dan lembek. Gereja menghendaki agar Orang Muda Katolik tidak seperti buah stroberi itu, tapi harus seperti pohon kelapa.

“Saya berharap Anda sebagai Orang Muda Katolik, harus seperti pohon kelapa, dari atas sampai akarnya bermanfaat. Mulai dari daun, buah dan batangnya yang keras semua berguna, akarnya pun sangat kuat. Pohon kelapa juga tumbuh tinggi dan kokoh, terus berbuah dalam kondisi apapun,” kata Bapak Uskup.

Bapak Uskup, dalam kesempatan yang sama, juga mengatakan menyambut gembira JOMK Dekenat NTB. “OMK adalah generasi masa kini sekaligus masa depan. OMK adalah tiang Gereja dan Bangsa. Memiliki semangat tinggi, sehingga membuat Gereja hidup dan bergelora. Karena itu OMK menjadi kebanggaan Gereja dan Negara,” ungkap Mgr. San

Bapak Uskup, mengajak OMK untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keterampilan yang memadai dan memiliki sikap mental yang kuat, serta iman tangguh dan karakter yang berintegritas. Mengharapkan pula, agar orang muda bijaksana dalam menggunakan medsos sebab medsos sangat mempengaruhi kehidupan manusia baik bersifat positif maupun negatif.

Sementara Sekretaris Eksekutif Komkep KWI RD. Frans Kristi Adi Prasetya, dalam sambutan sebelumnya mengingatkan OMK untuk memaknai kata jumpa dengan benar. Perjumpaan itu, menurut Rm. Kristi, tidak pernah di belakang, tapi wajah ketemu wajah.

“Kita sering kali takut, minder, bersembunyi di belakang Tuhan. Perjumpaan itu membutuhkan keberanian. Kita diundang untuk berani menatap wajah Yesus yang penuh kasih. Kita harus berani berjumpa dengan Tuhan, dengan sahabat maupun dengan wajah dunia yang sedang tidak baik-baik saja saat ini,” katanya.

Bapak Uskup dan para imam konselebrasi

Romo Kristi, menambahkan dalam perjumpaan ini hendaknya kaum muda berani untuk saling mengenal lebih dekat dengan teman-teman, kalau bisa saling jatuh cinta dan menemukan jodoh dalam perjumpaan ini.

Oleh karena itu OMK harus berani, jangan takut, termasuk berani juga mewartakan Yesus dalam kesaksian hidup OMK.

Sementara Deken NTB, RD. M. Emanuel Ano, mengatakan kehadian Bapak Uskup dan Kuria Keuskupan yang komplit dalam JOMK ini, ditambah kehadiran Sekretaris Eksekutif Komkep KWI dan Ketua Komisi Kepemudaan serta Pembimas Katolik NTB, menunjukkan OMK itu penting sebagai bagian masa kini dan masa depan Gereja.

“OMK adalah asset masa kini dan masa depan Gereja, maka harus militant dalam iman dan kepribadian serta menjadi bagian dari Gereja Sinodal yang solid ke dalam dan solider ke luar. Jangan menjadi seperti stroberi yang indah dipandang tetapi jiwanya rapuh dan mudah goyah,” harapnya.

Bapak Uskup, para imam dan seluruh peserta dan panitia JOMK Dekenat NTB

Bapak Uskup yang diberi kesempatan sambutan terakhir, selanjutnya membuka JOMK Dekenat NTB secara resmi dengan pemukulan gong sebanyak 3 kali. Bapak Uskup didampingi Sekretaris Eksekutif Komkep KWI, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Denpasar, Deken NTB, Pastor Paroki Sumbawa Besar, Ketua Umum Panitia JOMK dan Pembimas Katolik NTB Kordi Gadur, dalam acara ini.

Setelah misa dan seremonial pembukaan acara hari pertama dilanjutkan dengan talk show tentang militansi OMK yang menghadirkan Bapak Uskup, Sekeretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan KWI dan Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Denpasar. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button