LINTAS PAROKI

Hari Anak Misioner Sedunia di Gereja MBSB, Anak-Anak Diutus Dalam Misi Tuhan

NUSA DUA – Memperingati Hari Anak Misioner Seduni ke 183, Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua merayakannya dalam Misa Kudus, Minggu (04/01/2026). Hari Anak Misioner Sedunia selalu bertepatan atau jatuh pada Hari Raya Penampakan Tuhan (Epiphany).

Dalam perayaan Hari Anak Misioner Sedunia yang ke-183 ini, Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) menetapkan tema “One in Christ, United in Mission” yang berarti anak-anak tidak hanya dipanggil untuk mengenal Kristus, tetapi ambil bagian dalam misi-Nya bagi dunia.

Perayaan ekaristi di Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua pada Minggu (04/01/2026) pagi, pukul 09.30 WITA, juga memiliki suasana yang unik. Petugas liturgi dan paduan suara (koor) yang mengiringi misa berasal dari Sekami Santo Aloysius Gonzaga (St. Algonz). Tampak sukacita di wajah anak-anak Sekami yang bertugas pada pagi hari itu.

Pastor Paroki MBSB, RD. Adianto Paulus Harun, menjadi pemimpin dalam misa pagi. Sebelum memberikan homili, RD. Adianto sempat mengajak anak-anak Sekami untuk berdialog mengenai Hari Anak Misioner Sedunia dan Hari Raya Penampakan Tuhan. Anak-anak pun antusias dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh RD. Adianto kepada mereka.

RD. Adianto lantas mengatakan bahwa tema Hari Anak Misioner Sedunia mengajak orang-orang beriman untuk bersatu pada Yesus yang menjadi sumber kekuatan dan keselamatan manusia. Dengan bersatu kepada Yesus, maka manusia sudah dapat mulai melaksanakan misi kepada Allah.

“Kita juga harus menyadari bahwa kita dipanggil untuk bersama-sama, bersatu hati melaksanakan karya misi. Ada dua tugas pokok dari kita, orang-orang Katolik. Pertama, kita bertugas untuk mengusahakan suatu kehidupan yang senantiasa bersatu dengan Yesus sebagai pokok keselamatan kita. Kedua, kita dipanggil oleh Allah untuk melaksanakan misi,” terang RD. Adianto ketika mengawali homilinya.

Misi tersebut tidak hanya dilakukan secara pribadi, tetapi bersama-sama dengan Yesus dan dengan persatuan dengan sesama manusia, baik dengan sesama Katolik maupun dengan yang memiliki latar belakang lain. Dengan demikian, manusia mampu untuk memancarkan cahaya Yesus dalam tindakan kasih dan perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan.

Pada misa tersebut, injil yang diwartakan adalah mengenai kedatangan tiga orang Majus dari timur. RD. Adianto mengatakan, kisah tersebut memiliki pesan bahwa meskipun mereka berasal dari tempat yang jauh, tetapi mereka mau datang kepada Kristus yang menjadi bintang sejati.

“Melalui kedatangan tiga orang Majus ini, terdapat satu pesan kepada kita. Bahwa karya keselamatan Allah, terang yang dibawa Kristus sang bintang sejati tidak hanya dimunculkan kepada orang Yahudi atau orang Israel, tetapi kepada semua bangsa,” ungkapnya.

Ketiga orang Majus tersebut merupakan orang-orang yang memiliki pengetahuan yang luas mengenai bintang-bintang dan sejarah, sehingga mereka mengetahui tentang nubuat para nabi yang menyebutkan bahwa akan datang bintang yang terang di kalangan orang Israel, yakni di Betlehem. Bintang tersebut merupakan lambang lahirnya seorang penguasa.

“Mereka mencari dan menemukan Yesus, lalu menyembah-Nya. Sebagai orang-orang beriman, kita juga telah dianugerahi pengetahuan dan kecerdasan yang membuat kita mampu untuk membaca tanda-tanda zaman, yang membuat kita mampu untuk merefleksikan segala pengalaman hidup kita, dan yang pada akhirnya menyadarkan kita bahwa Tuhan hadir dalam kehidupan kita,” kata RD. Adianto.

RD. Adianto menyebut, ketika Yesus lahir sebagai anak Allah dan sabda yang menjelma menjadi manusia, dia juga mengajak kita untuk turun terlibat dalam seluruh karya misi yang dibuat menggunakan seluruh kemampuan dan talenta yang kita miliki. Dengan kemampuan tersebut pula, manusia dapat menggunakannya untuk memancarkan terang keselamatan bagi semua orang.

“Secara khusus pada hari ini, gereja mengajak kita agar kita turut melindungi anak-anak kita yang ada dalam keluarga, agar mereka terus bertumbuh dan beriman dalam Tuhan, serta agar dengan bersatu dengan Yesus, mereka turut terlibat dalam melakukan karya besar Gereja, yaitu mewartakan kasih, mewartakan kebaikan Tuhan, dan keselamatan,” ucap RD. Adianto.

Menutup homilinya, RD. Adianto menyerukan ajakan gereja untuk bersama-sama mengemban misi Kristus, yaitu membagikan kasih, kebaikan, dan bantuan kepada sesama. Dia juga berdoa bagi anak-anak untuk tetap bersemangat dalam mengambil bagian dalam menjalankan misi Kristus.

Dalam misa, turut didaraskan pula Doa Anak Misioner oleh anak-anak Sekami St. Algonz. Doa tersebut berisikan permohonan oleh para anak-anak untuk diutus menjadi berkat dan pembawa harapan seperti Yesus; menjadi sahabat bagi sesamanya yang lemah, menderita, kesepian; serta membawa kegembiraan dengan bimbingan Roh Kudus. *

Penulis: Sandra-komsos Paroki MBSB
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button