LINTAS PERISTIWA

KEMBALI KE SDK SOVERDI JIMBARAN

Dirdios KMKI: “Jangan Biarkan AI Menggeser Martabat Manusia!”

Jimbaran-Bali, Kemah SEKAMI Remaja Empat Dekenat Keuskupan Denpasar berakhir  di Bali Timur. Sebelumnya digelar di Dekenat Bali Tengah, NTB, dan Bali Barat. Kemah Bali Tengah diselenggarakan di SDK Soverdi Jimbaran dan Kembali ke SDK Soverdi Jimbaran untuk Dekenat Bali Timur, 10–12 Juli 2026.

Meski berlangsung pada penghujung masa liburan sekolah bahkan sehari sebelum para peserta kembali masuk sekolah pada 13 Juli semangat ratusan peserta tidak surut sedikit pun. Mereka tetap antusias tanpa dibayangi rasa khawatir usai kemah esoknya ke sekolah.

Foto: Dok. Panitia Kemah

Dibuka dengan Perayaan Ekaristi

Kemah dibuka dengan Perayaan Ekaristi  dipimpin langsung oleh Yang Mulia Bapak Uskup Denpasar Mgr. Silvester San bersama para imam konselebran, yakni RD. Herman Yoseph Babey (Vikaris Jenderal sekaligus Direktur KMKI Keuskupan Denpasar), RP. Laurensius Ketut Supriyanto (Pastor Deken Bali Timur sekaligus Pastor Paroki Santo Yoseph Denpasar), RP. Gregorius Wangge (Ketua Panitia sekaligus Pastor Rekan Paroki Yesus Gembala Yang Baik Ubung), RP. Yohanes Madia (Pastor Paroki YGYB Ubung), RD. Yulius Kehi (Pastor Rekan Paroki Santa Maria Ratu Rosari Gianyar), RD. Firgianus Botu (Pastor Rekan Paroki St.Petrus Denpasar, serta Diakon Pedro Lazar.

Foto: Dok. Panitia Kemah

Dalam homilinya, Bapak Uskup mengajak seluruh peserta menyadari identitas mereka sebagai murid-murid Kristus yang diutus mewartakan Injil di tengah dunia.

Mengacu pada Injil Matius 10:16, beliau mengingatkan bahwa tugas perutusan tidak pernah mudah.

“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah serigala. Sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”

Menurut Bapak Uskup, murid Kristus akan selalu menghadapi tantangan, penolakan, bahkan penganiayaan. Di zaman sekarang, tantangan itu hadir dalam berbagai bentuk seperti dunia digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), narkoba, kemalasan, hedonisme, materialisme, sekularisme hingga korupsi.

Karena itu, kaum remaja diajak memiliki kebijaksanaan dalam menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan kemurnian hati.

Foto: Panitia Kemah

“Cerdik seperti ular berarti bijaksana, waspada dan mampu menghindari bahaya. Tulus seperti merpati berarti tetap jujur, murni dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan,” pesan Bapak Uskup.

Beliau juga mengingatkan bahwa kehidupan doa dan keterbukaan terhadap bimbingan Roh Kudus menjadi kekuatan utama agar remaja mampu menjalankan perutusannya sebagai pribadi yang misioner, solid, dan solider.

Bersyukur atas Dukungan Banyak Pihak

Usai Perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan acara pembukaan resmi dan sambutan.

Ketua Panitia, RP. Gregorius Wangge atau yang akrab disapa Romo Gery, mengajak seluruh peserta bersyukur karena Tuhan menganugerahkan cuaca yang sangat baik.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Bapak Uskup Denpasar, Direktur KMKI, para imam, para donatur, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kemah.

Foto: Komsos Denpasar

Kepada para peserta, Romo Gery berpesan agar momentum kemah dimanfaatkan untuk semakin mengenal diri sebagai orang Katolik, memperdalam iman, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang siap diutus ke tengah keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Program Pastoral untuk Remaja

Pastor Deken Bali Timur, RP. Laurensius Ketut Supriyanto, menjelaskan bahwa Kemah SEKAMI Remaja merupakan program pastoral yang telah dirancang dan disahkan dalam Rapat Pleno Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar tahun 2025. Program ini juga merupakan salah satu tindak lanjut amanat Sinode V Keuskupan Denpasar yang memberi perhatian khusus terhadap pembinaan remaja.

“Kita memang berada di penghujung liburan sekolah. Selesai kemah  anak-anak sudah kembali belajar. Namun saya melihat semangat anak-anak sungguh  luar biasa,” ujar Pastor Deken Bali Timur, RP. Laurensius Ketut Supriyanto.

Ia berharap kegiatan ini menghasilkan buah-buah yang baik bagi masa depan Gereja, termasuk tumbuhnya benih-benih panggilan khusus.

Foto: Komsos Denpasar

Romo Ketut juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah bersedia menjadi utusan dari paroki masing-masing.

“Kalian datang bukan hanya untuk berkemah, tetapi untuk belajar mengenal diri, bertumbuh dalam iman, dan siap bermisi dengan tulus serta bijaksana,” pesannya.

Jangan Biarkan AI Menggeser Martabat Manusia

Direktur KMKI Keuskupan Denpasar, RD. Herman Yoseph Babey, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta bersyukur karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), membawa manfaat besar, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan serius apabila disalahgunakan.

“AI sekarang mampu memalsukan wajah dan suara manusia. Gereja mengingatkan agar teknologi tidak sampai menggeser martabat manusia sebagai citra Allah,” ujarnya.

Mengutip pesan Paus Leo XIV pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia Tahun 2026, Romo Babey mengajak generasi muda untuk menggunakan teknologi secara bijaksana dan tidak membiarkan hidup mereka dikendalikan oleh mesin.

Foto: Komsos Denpasar

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Uskup Denpasar yang secara langsung hadir membuka seluruh rangkaian Kemah SEKAMI Remaja di empat dekenat.

“Jangan bertumbuh dalam AI, tetapi bertumbuhlah dalam iman. Hadirkan Kerajaan Allah melalui hidup kalian,” tegasnya.

Belajar Mandiri dan Hidup Sederhana

Dalam sambutannya Bapak Uskup Denpasar menegaskan bahwa kehidupan berkemah menjadi sarana pembelajaran yang sangat baik bagi remaja.

Di tempat kemah, peserta belajar hidup mandiri, disiplin, saling peduli, bersaudara, serta membangun semangat hidup sederhana.

Meskipun Dekenat Bali Timur menjadi dekenat terakhir penyelenggaran kemah, bukan berarti karena tidak penting. Semuanya penting baik yang diawal maupun yang terakhir “Last but not least-terakhir tapi bukan yang paling tidak penting”.

Senada dengan Romo babey, Beliau kembali mengingatkan agar para remaja mampu menggunakan AI secara bijaksana.

“AI sangat membantu manusia, tetapi jika digunakan secara keliru dapat membuat kita menjadi malas dan egois.”

Tema kemah, lanjut Bapak Uskup, mengajak seluruh peserta menjadi orang Katolik sejati yang memiliki fondasi iman kokoh dan siap diutus Tuhan.

Bapak Uskup juga mengingatkan berbagai godaan yang dekat dengan kehidupan remaja, seperti kecanduan permainan digital yang membuat seseorang malas berdoa, ke gereja maupun belajar.

Foto: Komsos Denpasar

“Iman yang solid tidak mudah tergoda. Karena itu rajinlah mengikuti kegiatan SEKAMI.”

Lebih jauh, beliau mengajak para peserta menghidupi iman dalam tindakan nyata melalui kepedulian kepada sesama sesuai motto SEKAMI, Children Helping Children, yang diwujudkan melalui semangat Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian (2D2K).

Pembukaan Resmi dan Sukacita Bersama

Kemah SEKAMI Remaja Dekenat Bali Timur secara resmi dibuka oleh Uskup Denpasar didampingi Direktur KMKI, Pastor Deken Bali Timur, Ketua dan Wakil Ketua Panitia.

Prosesi pembukaan ditandai dengan membunyikan angklung, dilanjutkan pemotongan tumpeng dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-76 Keuskupan Denpasar.

Foto : Dok. Panitia Kemah

Suasana sukacita dan kebersamaan pun mewarnai seluruh peserta yang hadir.

Foto: Dok. Panitia Kemah

Talkshow Bersama Uskup

Hari pertama kemah ditutup dengan sesi talkshow bersama Uskup Denpasar.

Kegiatan ini menjadi kesempatan istimewa bagi para peserta untuk berdialog langsung dengan gembala Keuskupan Denpasar yang tidak setiap hari dapat mereka jumpai.

Foto: Komsos Denpasar

Beragam pertanyaan muncul, mulai dari kehidupan iman, tantangan dunia digital, hingga bagaimana menjadi pribadi yang tetap memiliki iman tangguh di tengah perkembangan teknologi.

Foto: Komsos Denpasar

Sebagai bentuk apresiasi, setiap peserta yang mengajukan pertanyaan menerima hadiah rosario dari Bapak Uskup Uskup. Hal itu membuat suasana semakin hidup karena semakin banyak peserta yang mengangkat tangan untuk bertanya.

Foto: Dok. Panitia Kemah

Antusiasme para remaja menjadi tanda harapan bahwa Gereja memiliki generasi muda yang berani, aktif, dan siap bertumbuh dalam iman di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan dunia digital.

Foto: Komsos Denpasar

Semoga melalui Kemah SEKAMI Remaja ini lahir semakin banyak remaja Katolik yang mengenal jati dirinya, memiliki iman yang tangguh, serta berani menjadi murid-murid Kristus yang misioner di tengah keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat. Salam Misioner. Christin***

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button