LINTAS PAROKI

Misa Pertama 2026 di Gereja Paroki MBSB Nusa Dua: Merenungkan Bunda Maria

NUSA DUA – Sukacita menyelimuti Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua pada hari pertama di tahun 2026. Tampak umat berbondong-bondong menghadiri misa perdana di tahun yang baru atau dikenal sebagai Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah.

Misa dilakukan dua kali, yaitu pagi hari yang dimulai pukul 08.00 WITA dan sore hari di 18.00 WITA. Misa senja hari dipimpin oleh Pastor Paroki RD. Adianto Paulus Harun.

Dalam homilinya, RD. Adianto mengungkap bahwa pada awal tahun, gereja selalu mengajak umatnya untuk merenungkan mengenai Bunda Maria. Dalam kitab suci, Bunda Maria adalah seorang wanita yang dipilih Allah untuk menjadi seorang ibu.

Sebelum Yesus dilahirkan, nubuat tentang Bunda Maria telah dikemukakan jauh hari sebagai seorang perawan atau anak dara oleh Nabi Yesaya. Dia merupakan seorang wanita sederhana yang dipilih karena kasih dan kebaikan Allah yang bekerja di dalam dirinya. Ketika menerima kabar bahwa ia mengandung Sang Juru selamat, Bunda Maria menyerahkan dirinya kepada Allah.

“Maria kemudian mengatakan, sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan. Jadilah padaku menurut perkataan-Mu. Ini adalah pernyataan kerendahan hati Maria yang menyadari kekecilan dan kesederhanaan, yang menyadari ketidakmampuannya untuk menjalankan tugas dan panggilan Allah ketika dia mengandalkan dirinya sendiri sebagai seorang manusia,” kata RD. Adianto dalam homilinya, Kamis (01/01/2026) petang.

Pernyataan tersebut menunjukkan iman Bunda Maria yang menyerahkan hidupnya untuk tugas dan karya besar yang dianugerahkan Allah kepadanya. Hal tersebut, ungkap RD. Adianto, adalah suatu teladan bagi umat manusia sebagai orang yang memiliki kelemahan dan keterbatasan.

“Tidak jarang, kita mengalami kasih dan kehadiran Allah yang besar. Kita mengalami kehadiran Allah dalam kesuksesan yang kita alami, dalam pekerjaan kita, dan dalam pengalaman-pengalaman yang terjadi dalam hidup kita. Kita menyadari kehadiran Allah ketika kita merasakan bahwa doa-doa kita dikabulkan dan dibebaskan dari segala persoalan hidup kita,” terang RD. Adianto.

Namun, dalam praktiknya, manusia sering lupa bahwa keselamatan yang terjadi atas dirinya bukan karena kehebatan manusia, tetapi karena kasih Allah yang senantiasa menyertai hidup manusia itu sendiri. Manusia lupa bahwa dia adalah alat yang digunakan oleh Tuhan untuk menyalurkan berkat, kebaikan, dan kasih dalam tugas dan tanggung jawabnya.

“Sekarang ini, mudahnya kita membuat status untuk segala kehebatan yang kita miliki. Kita lupa bahwa ada Allah yang Maha Besar yang telah bekerja di balik segala kebesaran dan kebaikan yang terjadi atas diri kita. Bunda Maria mengajarkan kepada kita bahwa ketika kita mengalami kebaikan dan segala sesuatu yang menyenangkan, maka yang pertama kita lakukan adalah berdiam diri di hadapan Allah,” ujar RD. Adianto.

Menurut RD. Adianto, berdiam diri di hadapan Allah tersebut dengan maksud untuk mensyukuri segala kebaikan dan berkat Allah, memuji dan memuliakan Dia, serta berdoa dan memohon agar senantiasa dikuatkan untuk tetap menjadi alat yang dapat menghadirkan kebaikan, kasih, dan berkat bagi sesama manusia dan dunia.

“Jangan pernah lupa, bahwa di balik kebaikan, di balik keberadaan kita yang dipuja dan dipuji oleh orang lain, di balik segala pelayanan luar biasa yang telah kita lakukan, ada tangan Allah Maha Besar yang telah memimpin, menuntun, dan memampukan kita, sehingga di tengah kelemahan dan keterbatasan kita sebagai manusia, kita mampu menghadirkan kebaikan,” ungkapnya.

Sebagai penutup homili, RD. Adianto mengatakan agar memulai tahun 2026 dengan memohon berkat dan keselamatan dari Tuhan, serta doa dari Bunda Maria agar Allah yang ada dan tinggal beserta manusia selalu menyertai, membimbing, dan menuntun seluruh perjalanan hidup manusia itu sendiri.

“Dalam seluruh tugas dan pelayanan, dalam seluruh panggilan dan karya-karya yang kita lakukan, semoga Tuhan menyertai kita, Bunda Maria yang bersatu dengan Allah mendoakan dan menyertai kita,” tutupnya.

Penulis: Sandra-Komsos Paroki MBSB
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button