LINTAS PAROKI

32 Katekumen Dibaptis Saat Hari Raya Paskah di Gereja MBSB Nusa Dua

NUSA DUA – Umat Katolik merayakan Hari Raya Paskah pada Minggu (05/04/2026) dengan sukacita, tidak terkecuali di Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Nusa Dua.

Dalam ajaran Katolik, Paskah merupakan puncak dalam perayaan iman yang merayakan kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga, serta kemenangan atas maut dan dosa.

Misa Hari Raya Paskah di Gereja MBSB Nusa Dua terbagi menjadi tiga sesi, yakni 07.00 WITA, 09.30 WITA, dan 18.00 WITA. Misa pada pukul 09.30 WITA menjadi yang istimewa karena terdapat penerimaan Sakramen Inisiasi oleh 32 orang katekumen.

Misa tersebut dipimpin oleh Pastor Paroki RD. Adianto Paulus Harun.

Koor dari OMK Saint Joan of Arc yang bertugas mengiringi misa tersebut.

Dalam homilinya di hadapan para katekumen dan umat, RD. Adianto, mengatakan Hari Raya Paskah merupakan kebangkitan iman bagi orang Katolik.

Inti dari pengajaran iman Katolik adalah tentang Yesus yang bangkit dan kebangkitan Yesus menjadi awal dari seluruh karya dan warta gereja, mulai dari zaman para Rasul hingga kita saat ini.

“Tidak terlalu berlebihan kalau Paulus mengatakan, jika Yesus tidak bangkit, maka sia-sialah iman kita dan sia-sialah kewartaan gereja. Karena Yesus bangkit, maka kita percaya bahwa Allah itu hidup dan Dia akan senantiasa hidup dalam diri kita,” ungkap RD. Adianto.

Bacaan Injil pada Hari Raya Paskah menceritakan tentang Maria Magdalena yang saat itu bersama dengan murid yang dikasihi Yesus. Dalam bacaan, Maria Magdalena datang ke kubur pagi-pagi benar untuk menemui Yesus.

Namun, ketika dia telah sampai ke kubur, dia melihat bahwa batu yang menutup kubur Yesus sudah hilang. Ketika dia menengok ke dalam, yang tersisa hanyalah kain kafan yang menutup jenazah Yesus.

“Ketika melihat kenyataan bahwa kubur itu kosong, dia berlari-lari untuk mendapatkan para murid, terutama Petrus dan murid yang dikasihi Yesus, yang seringkali orang tulis sebagai Yohanes,” terang RD. Adianto.

Setelah mendengar kabar bahwa Yesus tidak lagi ada di makam, Petrus dan murid-murid lainnya berlari menuju kubur. RD. Adianto menyampaikan, berlari tersebut menjadi tindakan yang terdorong oleh semangat dan rasa penasaran yang besar untuk mengetahui dan mencari kebenaran akan Yesus.

Ketika berada di kubur, ada dua reaksi yang ditampakkan oleh Petrus dan Yohanes. Ketika Petrus masuk ke dalam kubur tersebut, dia hanya terdiam dan tidak melakukan apa-apa. Namun, Yohanes melangkah lebih jauh dan percaya. Dia mengingat segala sesuatu yang disampaikan oleh Yesus dan ramalan para Nabi.

“Ketika Yesus masih ada bersama-sama dengan mereka, Yesus menyampaikan bahwa Anak Manusia akan dibunuh dan pada hari ketiga, Dia akan bangkit. Kubur kosong melambangkan bahwa Yesus sungguh-sungguh telah bangkit,” jelasnya.

Para katekumen yang menerima Sakramen Inisiasi pada Hari Raya Paskah di Gereja MBSB berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda dan selama lima bulan mengikuti pelajaran.

RD. Adianto melihat terdapat kerinduan dan semangat dalam wajah mereka, seperti Maria Magdalena dan murid-murid Yesus.

“Setelah kita melihat dan percaya bahwa Yesus sungguh-sungguh ada, Yesus sungguh-sungguh telah bangkit, dia sungguh hadir dan tinggal beserta kita, maka saatnya bagi kita untuk pergi dan mewartakan atau menyampaikan kepada yang lain, bahwa Yesus sungguh bangkit dan Dia mengutus kita untuk mewartakan kebangkitan-Nya,” ungkap RD. Adianto.

Kepada para katekumen, RD. Adianto mengatakan bahwa pembaptisan adalah awal untuk mengikuti Yesus. Pelajaran yang didapatkan selama katekumen hanyalah awal, tetapi dengan mengikuti Yesus, umat Katolik harus siap memikul salib. Seperti Yesus yang menderita, orang Katolik juga akan mengalami penderitaan, kesulitan, dan kematian.

“Di balik semua itu, ada kebangkitan dan kemuliaan. Maka, jangan takut karena Yesus sendiri telah menunjukkan itu. Yesus sendiri mencapai kebangkitan dan kemuliaan itu. Dia setia kepada Allah, tekun untuk berada bersama-sama dengan Allah,” tambahnya.

RD. Adianto mengakhiri homilinya dengan mengajak umat Katolik untuk berjalan bersama dan terus menjadikan Yesus sebagai patokan hidup. Apabila terjatuh, maka kita akan bangun bersama dengan Dia.

Misa dilanjutkan dengan pendarasan Litani Para Kudus dan pembaptisan bagi para katekumen. Terlihat kegembiraan dalam wajah mereka ketika mereka dibaptis secara Katolik.

Menjelang akhir misa, RD. Adianto berpesan kepada para baptisan baru untuk mulai ikut dalam kegiatan menggereja, seperti mendaftarkan diri ke Komunitas Basis Gerejawi (KBG) dan mulai mengenal anggota lingkungan.

Penulis: Sandra -Komsos Paroki MBSB

Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button