LINTAS PAROKI

Tenaga Medis Katolik Sumbawa Jemput Pasien dan Lansia Mengikuti Misa HOS

SUMBAWA, Hujan lebat yang mengguyur Sumbawa pada Rabu sore (11/02/2026) tidak menyurutkan langkah umat untuk hadir memenuhi Gereja Sang Penebus.

Tepat pukul 17.00 Wita, suasana haru dan khidmat menyelimuti perayaan Ekaristi Hari Orang Sakit Sedunia (HOS) ke-34, sebuah momen syukur dan penguatan bagi mereka yang tengah berjuang melawan kerapuhan fisik.

Menjemput Harapan

Hal paling menyentuh dari perayaan tahun ini adalah inisiatif luar biasa dari para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan Katolik di Sumbawa. Para tenaga medis itu secara sukarela menjemput langsung para pasien dan lansia yang kesulitan transportasi agar dapat hadir di gereja.

“Tugas kami bukan sekadar di rumah sakit. Melalui misa ini, kami ingin memastikan tidak ada
saudara kita yang merasa sendirian dalam penderitaannya,” ungkap salah seorang tenaga medis
dengan mata berkaca-kaca.

 

Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa profesi medis adalah panggilan iman untuk menjemput harapan bagi pasien dan lansia, serta menjadi perpanjangan tangan penyembuhan Kristus.

Liturgi semakin indah dengan iringan koor dari anak-anak Sekami Sumbawa. Suara jernih
para ‘malaikat kecil’ ini menghadirkan nuansa misioner yang kuat, seolah membawa pesan bahwa doa anak-anak adalah kekuatan bagi mereka yang sakit.

Misa dipimpin secara konselebrasi oleh Pastor Paroki RD. Laurensius Maryono, didampingi Pastor Rekan RD. Damianus Hyoga Langi serta RD. Alfons Kolo (Pastor Paroki Pecatu), yang sedang berkunjung ke Sumbawa.

Dalam homilinya, Romo Laurensius menekankan teladan Orang Samaria yang murah hati, melalui tiga aksi nyata. Pertama, berhenti dan mendekat kepada yang menderita; kedua, menanggung beban sesama dengan kesetiaan; ketiga, meneladani Bunda Maria yang tetap teguh berdiri di kaki Salib.

Romo Maryono juga menguatkan umat dengan kutipan Surat Yakobus, yang menekankan bahwa doa yang lahir dari iman memiliki kuasa penyembuhan. “Kunci kesembuhan adalah percaya bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kita,” tegasnya.

Sakramen dan Jamahan Monstran

Momen yang menyentuh hati terjadi saat pelaksanaan Sakramen Minyak Suci dan berkat khusus lansia dan puncak spiritualitas dirasakan umat ketika Monstran (Sakramen Mahakudus) diarak keliling menjamah umat satu per satu. Layaknya wanita yang menjamah jumbai jubah Yesus, umat tertunduk dalam doa, memasrahkan segala sakit penyakit kepada Sang Penebus yang hadir secara nyata.

Belas kasih tidak berhenti saat berkat penutup diucapkan. Usai misa, tim medis telah menyiapkan
hidangan hangat berupa ubi rebus, kacang rebus, dan aneka panganan lokal untuk para lansia dan
orang sakit.

 

Sebagai penutup aksi kasih, tim medis kembali mengantarkan para pasien pulang ke rumah masing-masing dengan aman.

 

Umat pulang dengan sukacita dan tertib, membawa pulang bukan hanya tubuh yang dikuatkan,
tetapi juga semangat baru untuk terus saling menjaga di tengah kerapuhan. *

Penulis: Made Suryani-Komsos Sumbawa Besar
Editor: Hiro/KomsosKD

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button