LINTAS PAROKI

PEMBEKALAN CALON PENGURUS: DPP, DKP, PRO-DIAKON, KETUA LINGKUNGAN DAN KETUA KBG PAROKI SANTO PETRUS NEGARA

NEGARA, Jelang pelantikan DPP, DKP, dan Pro-Diakon Paroki Santo Petrus-Negara oleh bapak Uskup Denpasar, Pastor Paroki Negara, mengundang  RD, Herman Yoseph Babey (Vikjen Keuskupan Denpasar yang sekaligus juga sebagai Direktur Puspas Keuskupan Denpasar) memberikan pembekalan bagi Calon DPP, DKP dan Pro Diakon Paroki St. Petrus Negara.

Kegatan pembekalan tersebut berlangsung pada tanggal 10 Pebruari 2026, bertempat di Aula Paroki St.Petrus Negara.

Selain DPP, DKP, dan Pro-Diakon, hadir pula para Ketua Lingkungan, Ketua KBG, Perwakilan Organisasi Kategorial, dan utusan biara (suster OSF Negara).

Dalam  balutan suasana persaudaraan, peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang dijadwalkan mulai pkl.18.00 Wita dan berakhir pada jam 21.00 Wita.

Untuk memelihara antusias peserta tim “ice breaking” dari Puspas Keuskupan Denpasar (Blasius Naya Manuk dan Christin Herman), meyakini para peserta akan kehadiran Tuhan yang akan menolong mereka sebagai fungsionaris pastoral paroki Santo Petrus Negara dengan sebuah lagu, “Tuhanlah Gembalaku”(Maz.23) dengan nada riang-gembira secara berkelompok.

Tim Ice Breaking tengah mengajak peserta untuk siap mengikuti kegiatan pembekalan dengan semangat dan sukacita.

Sesudah itu dilanjutkan dengan doa pembukaan dibawakan oleh pastor rekan paroki Santo Petrus Negara, RD. Bartholomeus Bere. Selanjutnya sambutan dari Pastor Paroki Santo Petrus Negara, RD. Dr. Deni Mari, menyampaikan dua hal penting untuk dipahami oleh para calon, DPP, DKP, Pro-Diakon, para Ketua Lingkungan dan Ketua KBG.

Dua hal penting yang disampaikan oleh romo Deni Mari tersebut mengutip apa yang dikatakan Stephen Covey dalam konsep kepemimpinannya menekankan pentingnya keseimbangan antara management dan leadership. Management berfokus pada efisiensi (how to do the thing right), sementara leadership berfokus pada efektivitas dan arah (how to do the right thing atau visi), yang sering dirangkum dalam habit ”Begin with the End in Mind”.

Pastor Paroki Negara, Romo Dr.Deni Mari saat memberikan sambutan pada acara pembukaan

Dijelaskan oleh romo Deni bahwa :

1). How to do the thing right (Management/Efisiensi) itu berkaitan dengan pengelolaan teknis, atau cara mengerjakan sesuatu dengan benar, efisien, dan terstruktur. Ini menjawab pertanyaan “bagaimana cara melakukan ini?”.

2). How to do the right thing (Leadership/Efektivitas): Ini berkaitan dengan visi, arah, dan tujuan utama. Ini menjawab pertanyaan “apakah kita melakukan hal yang benar?”. Seorang pemimpin harus memastikan tim berada di tangga yang tepat, bukan hanya mendaki tangga tersebut dengan cepat.

Covey menekankan bahwa manajemen tanpa kepemimpinan seperti mengatur kursi di geladak kapal Titanic—efisien, tapi salah arah. Keduanya harus bersinergi untuk mencapai sukses yang berkelanjutan.

Karena itu Romo Deni mengharapkan melalui pembekalan management pastoral paroki, DPP,DKP, Pro Diakon dan juga para Ketua Lingkungan dan Ketua KBG, dapat mengetahui dan memahami tugas dan fungsinya masing-masing, dan bersinergi untuk memcapai sukses bersama.

PEDOMAN MANAGEMEN PASTORAL PAROKI

Vikjen Keuskupan Denpasar, RD.Herman Yoseph Babey  dalam pemaparan materinya mengangkat tema tentang, “Pedoman Managemen Pastoral Paroki”. Romo Babey mengingatkan kepada calon pengurus DPP, DKP, Pro-Diakon, para Ketua Lingkungan dan Ketua KBG, bahwa sejak Sinode I Keuskupan Denpasar tahun 2001 yang hasilnya kemudian ditetapkan oleh Uskup Denpasar kala itu yakni Mgr. Dr. Benyamin Yosef Bria.

Romo Babey saat menyampaikan materi tentang “Pedoman Managemen Pastoral Paroki.”

Menurut romo Babey, mengenai  Pedoman/Panduan Struktur Gereja Partikular dan Tugas-Tugas serta Fungsinya,  belum pernah satu pun Sinode selanjutnya yang merevisi atau membatalkan pedoman tersebut. Karena itu dalam karya pastoral Keuskupan Denpasar, Dekenat dan Paroki/Stasi, Lingkungan dan sampai ke KBG (Komunitas Basis Gerejawi), masih tetap menggunakan pedoman pastoral hasil Sinode I tahun 2001.

TUGAS DPP(Dewan Pastoral Paroki)

Selanjutnya romo Babey menjelaskan beberapa tugas DPP antara lain :

  • Membantu pastor paroki dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi program pastoral paroki.
  • Mewujudkan semangat persekutuan dan pelayanan di tengah umat melalui koordinasi lintas wilayah dan kategorial.
  • Menjadi sarana komunikasi dua arah antara umat dan hirarki Gereja.
  • Menghidupkan Komunitas Basis Gerejani (KBG).
  • Mendukung Kegiatan Liturgi, Katekese, Sosial, Keluarga, OMK, dan sebagainya.
  • Melakukan evaluasi berkala terhadap program dan kegiatan pastoral
  • Memberikan masukan dan rekomendasi kepada pastor paroki.
Romo Deni Mari (paling kiri di depan dan di sebelah kanannya Romo Barthol Bere tampak serius mendengarkan pemaparan materi dari Romo Babey.

TUGAS DKP(Dewan Keusngan Paroki)

Dijelaskan oleh romo Babey, Dewan Keuangan Paroki (DKP)adalah badan penunjang Pastor Paroki dalam hal pengelolaan keuangan dan aset paroki, agar dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan hukum Gereja serta peraturan sipil yang berlaku.

Tugas Pokok DKP adalah Menyusun, mendampingi, dan mengevaluasi anggaran paroki bersama pastor paroki. Selain itu membuat laporan keuangan secara berkala dan menyampaikan kepada Bapak Uskup dan umat.

DKP juga bertugas menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja paroki (RAPBP) tahunan, serta menyesuaikan anggaran dengan rencana pastoral. Tujuannya mewujudkan komunitas iman yang saling mendukung dalam hidup sehari-hari. Juga memudahkan koordinasi dan pelayanan Gereja kepada umat serta menjadi sarana evangelisasi di tengah Masyarakat.

TENTANG KBG

Mengenai KBG romo Babey mengatakan KBG (Komunitas Basis Gerejawi) memiliki ciri-ciri sebagaiberikut :

  • Bersifat kecil dan dekat (kekeluargaan). Artinya para anggota KBG hidup dalam lingkungan yang saling berdekatan (5-15 KK), berbasis wilayah atau kelompok minat.
  • Berfokus pada iman, sabda dan pelayanan.
  • KBG menjadikan Sharing Injil sebagai pijakan dalam pertemuan-pertemuannya.

Pada bagian akhir pemaparan materinya, romo Babey menyampaikan peneguhan kepada para peserta baik bahwa setiap orang yang mau melayani Gereja harus siap mengambil bagian dalam penderitaan Yesus.

Suasana antusias saat dialog antara para peserta dan Nara sumber.

Sama seperti Simon dari Kirene, walau terpaksa memikul salib Yesus karena dipaksa oleh para algoju yang sedang memaksa dan menyiksa Yesus dalam perjalanan menuju Golgota, namun ia akhirnya menjalaninya sebagai bentuk dari mengambil bagian dalam penderitaan Krisrus.

Kepada  para calon pengurus: DPP, DKP, Pro-Diakon, maupun Ketua Lingkungan dan Ketua KBG,  romo Babey bertanya, apakah ada yang tidak siap? Jika ada yang tidak siap masih ada waktu untuk mengundurkan diri. Namun semuanya menjawab siap!

Ada sukacita dari Tim Puspas di akhir acara bersama pastor paroki dan pastor rekan.

Karena itu, sebelum akhir pertemuan, Tim Ice Breaking Puspas Keuskupan Denpasar (Blasius Manuk dan Christin Herman) mengajak para peserta menyanyikan sebuah lagu “Ku Mau Cinta Yesus Selamanya…), sebagai tanda dukungan dan penguatan bagi para calon Pengurus DPP, DKP, Pro-Diakon, Ketua Lingkungan dan Ketua KBG.

Setelah menyanyikan lagu tersebut, acara diakhiri dengan sapaan dan doa penutup dari Pastor paroki serta berkat dari Vikjen Keuskupan Denpasar. ***

Peliput : Blasius Naya Manuk.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button