LINTAS PERISTIWA

Katekese Tanya Jawab Iman Katolik Fokus Pertemuan Komisi Kateketik Regio Nusra

KUTA, BALI – Komisi Kateketik Keuskupan se-Regio Nusa Tenggara (Nusra) mengadakan pertemuan tahunan yang ke-40 di Kuta, Bali. Pertemuan ini berlangsung pada 26 – 30 Agustus 2024.

Pertemuan kali ini fokus pada isu strategis yang pernah dibicarakan pada pertemuan tahunan sebelumnya di Keuskupan Agung Ende tahun 2023 yaitu minimnya pengetahun iman umat sehingga dibutuhkan adanya buku pegangan berupa tanya jawab iman katolik.

Berangkat dari keprihatinan itu, maka tema yang diusung dalam pertemuan regio ke-40 ini adalah “Meningkatkan Pengetahuan Iman Umat melalui Katekese Tanya Jawab Iman Katolik.”

Menurut Penghubung Regio RD. Agustinus Sugiyarto, disinyalir bahwa pengetuan iman umat akan iman Katolik sangat minim, bahkan di sekolah-sekolah Katolik pun lebih banyak mengajarkan budi pekerti daripada pengetahuan iman. Sehingga banyak umat Katolik gagap atau tidak tahu menjelaskan ketika ditanyakan tentang imannya oleh orang lain.

Pertemuan tersebut dibuka dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, didampingi Penghubung Regio RD. Agustinus Sugiyarto dan RD. Festo Da Santo selaku Sekretaris Eksekutif Komisi Kateketik KWI.

Uskup Mgr. Silvester San didampingi RD. Festo Da Santo (kiri) dan RD. Agustinus Sugiyarto (kanan) saat pimpin Misa Pembukaan pertemuan Regio Nusra

Uskup dalam homilinya, terinspirasi dari sikap Yesus dalam bacaan Injil pada perayaan ini menegaskan bahwa Yesus tidak suka kemunafikan, yang tahu berbicara saja namun antara kata-kata dan perbuatan tidak sejalan seperti para ahli taurat dan orang farisi.

“Berkata-kata atau berbicara (pengetahuan) saja tidak cukup, harus dengan tindakan nyata. Kesaksian hidup itu lebih kuat berbicara daripada hanya dengan kata-kata,” ungkap Uskup San.

Menyinggung soal tema yang diangkat dalam pertemuan ini, mengingatkannya pada buku katekismus zaman dulu, di mana ini hanya menambah ilmu saja, sehingga lahir ketekese antropologis yang bertolak dari pengalaman nyata.

Uskup berharap supaya dengan katekismus tanya jawab iman Katolik yang akan dibuat dalam pertemuan ini, tidak hanya meningkatkan pengetahuan iman tetapi bagaimana penghayatannya.

Pertemuan regio ini dihadiri oleh semua utusan dari delapan keuskupan yang ada di Regio Nusra yakni Keuskupan Agung (KA) Kupang, Keuskupan Atambua, Keuskupan Weetebula, KA Ende, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Maumere, Keuskupan Ruteng dan Keuskupan Denpasar sebagai tuan rumah.

Dalam acara pembukaan pertemuan ini, selain mengungkapkan latar belakang diusungnya tema pertemuan ini, RD. Agustinus Sugiyarto, yang juga Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Denpasar menegaskan, sesuai harapan Uskup dalam homilinya bahwa pengetahuan iman perlu, sama perlunya dengan penghayatan iman itu.

Di sisi lain, Penghubung Regio juga mengungkapkan di era digital ini kebanyakan orang malas membaca buku, dan lebih suka membaca lewat handphone (HP). Untuk itu, penting juga segera merealisasikan katekese digital termasuk tentang tanya jawab iman ini, nantinya dibuatkan versi digitalnya.

Sekretaris Eksekutif Komisi Kateketik RD. Festo Da Santo dalam kesempatan yang sama mengatakan apresiasi kepada Regio Nusra yang tahun ini sudah mencapai panca windu pertemuan tahunan. Menurut Romo Festo, Regio Nusra dan Jawa adalah dua regio yang paling aktif melakukan pertemuan regio dibanding regio lainnya.

Dikatakannnya, dari pertemuan Regio Nusra ini sudah banyak menghasilkan bahan katekese yang menarik. “Regio Nusra kaya dengan bahan-bahan katekese dan saya berharap itu perlu diedit kembali menyesuaikan dengan situasi terkini sehingga harapannya tidak saja digunakan keuskupan di regio ini tapi juga dapat dipakai oleh keuskupan lainnya.

Pertemuan Regio Nusra ke-40 ini dibuka oleh Direktur Puspas Keuskupan Denpasar RD. Herman Yoseph Babey. Sebelum buka secara resmi kegiatan, Romo Babey mengungkapkan, pertemuan ini bukan hanya moment mempererat persaudaraan, tetapi kesempatan untuk merenungkan bagaimana meningkatkan pengetahuan iman Katolik umat yang tepat manfaat di era modern ini.

Dari kiri: Rm. Festo (Sekretaria Eksekutif Komkat KWI), Rm. Babey (Direktur Puspas Keuskupan Denpasar) dan Rm. Agus (Penghubung Regio Nusra) ketika selesai acara pembukaan

“Era modern ini dengan perkembangan digitalisasi yang sulit terbendung, minat orang untuk belajar tentang imannya semakin memprihatinkan sehingga banyak orang tidak memahami imannya,” ungkap Direktur Puspas Keuskupan Denpasar itu.

Menurut Romo Babey, melalui pertemuan ini para peserta bisa saling bertukar pikiran dan pengalaman sehingga pada akhir pertemuan dapat menghasilkan buku katekismus yang mudah dipahami dan menjawab kerinduan komisi Kateketik maupun kerinduan umat sendiri.

Usai dibuka secara resmi oleh Romo Babey, dilanjukan acara perkenalan masing-masing utusan keuskupan sekaligus menggali harapan mereka terhadap pertemuan ke-40 ini. Sesi ini dipandu oleh Sekretaris Komkat Keuskupan Denpasar Blasius Naya Manuk.

Hampir seluruh peserta berharap agar dari pertemuan ini menghasilkan buku kecil berisi tanya jawab iman Katolik selaras dengan tema.

“Saya berharap agar pertemuan ini dapat menghasilkan katekese berupa tanya jawab iman Katolik,” harap Niko Tnano, Katekis senior dari Keuskupan Atambua.

Suasana pembukaan kegiatan pertemuan Komisi Kateketik Regio Nusra

Isabel Maria Amaral dari KA Kupang, yang pertama kali mengikuti pertemuan regio mengungkapkan akan banyak belajar dalam pertemuan ini dan memiliki harapan yang sama dengan Keuskupan Atambua maupun keuskupan lainnya agar pertemuan ini menghasilkan buku mini untuk meningkatkan pengetahuan iman Katolik di regio ini.

Romo Ancis dari Keuskupan Larantuka berharap pertemuan ini mampu mengembalikan semangat awal dalam penyusunan keteksimus yang sederhana sesuai konteks Regio Nusra.

Sementara itu, Venan dari Keuskupan Ruteng mengatakan dengan adanya buku tentang tanya jawab iman Katolik yang kiranya dapat dibuat dalam pertemuan ini, sejatinya menemukan kekayaan Gereja di dalamnya.

Selesai dengan perkenalan dan harapan, pada sesi berikutnya Penghubung Regio Nusra memaparkan tentang orientasi acara dari hari pertama sampai selesai. *

Hironimus Adil

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button