LINTAS PERISTIWA

Gedung Pastoran Baru Jadi Kado Istimewa HUT Ke-37 Gereja St. Petrus Denpasar

DENPASAR – Gereja Katolik St. Petrus Denpasar merayakan hari ulang tahun (HUT) ke- 37 sekaligus HUT ke-12 menjadi paroki. Pemberkatan dan peresmian gedung pastoran baru yang megah di atas lahan pastoran lama menjadi kado istimewa ulang tahun gereja paroki itu.

Perayaan Ekaristi dalam rangka ulang tahun dan pemberkatan gedung pastoran itu dilaksanakan pada Jumat (20/12/2024). Fakta menarik bahwa pemberkatan dan peresmian gedung pastoran berlantai 4 ini, tepat satu tahun peletakan batu pertama pembangunan yaitu 20 Desember 2023.

Perayaan dipimpin langsung oleh Gembala tertinggi Keuskupan Denpasar (Bali-NTB) Mgr. Silvester San, didampingi oleh 14 orang imam konselebarasi, antara lain Pastor Paroki dan Pastor Rekan Paroki St. Petrus RD. Yohanes Martanto dan RD. Iwan Karwayu.

Umat dan undangan yang hadir misa HUT gereja dan pemberkatan gedung pastoran

Hadir pula Vikjen RD. Herman Yoseph Babey, Sekretaris/Ekonom Keuskupan RD. Agustinus Sugiyarto dan Deken Bali Timur RP. Laurensius I Ketut Supryanto, SVD. Sejumlah imam lainnya, RP. Yosef Wora, SVD. RD. Dominikus I Gusti Bagus Kusumawanta, RD. Bartholomeus Bere, RD. Thomas Almasan, RD. Yohanes Kadek Ariana, RP. Baldus, OCD, RP. Gabi, SVD, RP. Klemens, CDD dan RD. Yulius Kehi.

Sebagian besar imam tersebut pernah berkarya di Paroki St. Petrus Denpasar, baik sebagai Pastor Paroki, ada juga sebagai Pastor Rekan.

Misa berlangsung meriah diiringi koor paroki. Selain umat Paroki St. Petrus Denpasar yang memadati gereja yang terletak di tengah Perumnas Monang-Maning Denpasar, juga dihadiri oleh undangan antara lain para donator, utusan DPP paroki-paroki terdekat dan undangan lainnya.

Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, dalam homilinya mengajak untuk meneladani Maria, Bunda Tuhan Yesus yang memiliki iman yang tangguh kepada Allah dengan sikap penyerahan diri secara total kepada kehendak Tuhan.

Bapak Uskup sedang mereciki air berkat

Dengan mendasarkan pada bacaan Injil (Bdk Luk. 1:26-38), yang mengisahkan tentang kehadiran Malaikat Gabriel yang diutus Tuhan untuk memberitahu bahwa Maria akan segera mengadung dan menjadi Bunda Allah. Sebagai manusia biasa, Maria yang masih perawan itu terkejut atas berita tersebut, tetapi dengan penuh iman dan kepasrahakan pada kehendak Allah, Maria mengatakan “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

“Hendaklah Maria menjadi teladan bagi kita terutama dalam menghadapi tantangan dan kesulitan dengan menyerahka diri secara total pada kehendak Tuhan, sebab tidak ada yang mustahil bagi Tuhan,” tegas Bapak Uskup San.

Sementara itu, lanjut Bapak Uskup, sikap yang tidak perlu diteladani adalah sikap raja Ahas yang mau berkoalisi dengan Raja Asur yang memiliki wilayah kerajaan besar dalam bacaan pertama. Raja Ahas, kata Bapak Uskup, tidak percaya kepada Yahwa, Tuhan Allah Israel, karena dia lebih mengandalkan kekuatan militernya.

Pemberkatan gedung pastoran; tampak Rm. Bartho sedang memerciki gedung baru

Bapak Uskup, juga molontarkan sebuah pertanyaan releksi, “Kalau sungguh meneladani iman seperti Maria, masing-masing orang dapat bertanya kepada diri sendiri, apakah kita seperti Maria yang beriman teguh kepada Tuhan? Ataukah malah kita lebih banyak percaya kepada setan dan leak, atau kepada dukun dan paranormal? Silahkan renung masing-masing.”

Atas ulang tahun ke-37 Gereja St. Petrus Denpasar dan HUT ke-12 menjadi Paroki, di sela-sela homilinya mengucapkan syukur kepada Tuhan seraya memohon bantuanNya agar umat di paroki itu terus bertumbuh dan berkembang secara kuantitas dan terutama secara kualitas.

Bapak Uskup juga meminta agar umat bersama para fungsionaris pastoral dan para imam di paroki itu senantiasa mewujudkan Gereja Sinodal: persekutuan, partisipasi dan misi. Juga berharap melalui semangat Gereja Sinodal dapat menyukseskan karya pastoral Keuskupan Denpasar 2025 dengan tema: Bangkit dan Bergerak Bersama Mewujudkan Gereja Sinodal yang Militan Melalui Katekese Kontekstual.

Terkait dengan selesainya pembangunan gedung pastoran yang baru, Bapak Uskup juga berharap agar rumah paston itu menjadi berkat bagi semua pastor yang tinggal di dalamnya dan juga berkat bagi para fungsionaris pastoral lainnya dan seluruh umat yang berkunjung serta semuanya senantiasa dilindungi Tuhan.

Usai homili, perayaan dilanjutkan dengan pemberkatan gedung Pastoran yang baru dengan direciki oleh air bercampur garam yang diberkati Bapak Uskup pada setiap lantai, ruangan dan sekitar area gedung itu. Bapak Uskup dibantu oleh beberapa imam yang hadir memerciki air berkat di seluruh areal gedung pastoran.

Bapak Uskup, para imam dan petugas liturgi usai misa

Selepas pemberkatan gedung, perayaan dilanjutkan sampai selesai. Namun, sebelum terima berkat perutusan dari Bapak Uskup di akhir misa, diisi dengan sebuah sambutan singkat dari Ketua Panitia Pembangunan Gedung Pastoran, Petrus Romualdus Budi Prayito.

Menurut Ketua Panitia, selesainya pembangunan gedung pastoran yang pada hari itu diberkati oleh Bapak Uskup dan diresmikan oleh Walikota Denpasar menjadi hadiah yang sangat istimewa saat gereja itu merayakan ulang tahun ke-37.

Ketua Panitia Pembangunan Budi Prayitno

“Ini hadiah istimewa bagi kami, gedung pastoran yang bagus dan indah. Kado HUT ke-37 gereja kami ini. Kami umat sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Uskup yang telah banyak membantu dan juga seluruh donatur dan umat Allah yang telah mendukung pembangunan ini,” ungkap Bapak Budi Prayitno.

Budi Prayitno menjelaskan bahwa pada hari pemberkatan dan peresmian gedung ini tepat satu tahun peletakan batu pertama pembangunan di mana saat peletakan batu pertama juga dilakukan oleh Bapak Uskup dan Walikota Denpasar.

“Gedung ini selesai tepat waktu dan tepat kualiti. Semoga gedung ini menjadi berkat bagi seluruh umat” katanya.

Dia menambahkan, inisiatif memulai pembangunan gedung ini sudah sejak dua pastor paroki terdahulu yang kini telah dipanggil Tuhan yaitu RP. Rosarius geli, SVD dan RP. Wayan Supryadi,SVD. Tetapi baru dapat terealisasi pada kepemipinan RD. Yohanes Martanto yang didukung secara penuh oleh Bapak Uskup.

Peresmian Gedung

Seusai misa dan pemberkatan dilanjutkan seremonial peresmian gedung. Pada acara peresmian itu dihadiri oleh Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa, mewakili Walikota yang berhalangan hadir karena ada acara lain.

Hadir juga sejumlah pejabat lainnya, seperti Kepala Kesbangpol Kota Denpasar, Anggota DPRD Provinsi Bali Grace Anastasia, Anggota DPRD Kota Denpasar Ni Luh Gede Ernawati, Camat Denpasar Barat, Perbekal (Lurah) Tegal Harum, Klian Dinas dan Klian Adat setempat dan pejabat pemerintah lainnya.

Acara peresmian ditandai dengan pemotongan pita yang masih melintas di pintu masuk menuju gedung, dilanjutkan penandatangan prasasti pemberkatan dan persemian gadung pastoran oleh Bapak Uskup dan Wakil Walikota Denpasar.

Acara selanjutnya berlangsung di aula gedung baru yang terletak di lantai 3 berupa acara pemotongan tumpeng ulang tahun, sambutan dan resepsi bersama diringi beberapa lagu persembahan umat dan OMK paroki itu.

Pastor Paroki St. Petrus Denpasar RD. Yohanes Martanto, dalam sambutannya mengungkapkan rasa sukacitanya. “Hari ini adalah hari sukacita bagi kami dan kita semua. Pembangunan gedung ini sampai hari persemian ini genap satu tahun,” katanya.

Menurut Rm. Martanto, dasar dibuatnya pembangunan ini karena gedung pastoran lama sudah tidak layak lagi, juga fasilitas yang tidak memadai. Maka, dengan gedung baru ini, selain untuk rumah yang layak dihuni bagi pastor, juga dilengkapi fasilitas yang cukup memadai untuk karya pastoral.

 

“Kami senang sekali karena ini selesai diberkati oleh pimpinan Gereja dan diresmikan oleh Pemerintah Daerah Kota Denpasar. Bersyukur kepada Tuhan karena telah menunujukan mukjizat yang luar biasa bagi umat St. Petrus Denpasar,” katanya serara mengucapkan terima kasih kepada Bapak Uskup yang telah mendukung penuh, paroki-paroki yang menjadi donator utama, para donatur lainnya, umat dan semua pihak yang dengan caranya mendukung pembangunan itu.

Romo Martanto juga berterima kasih atas kehadiran Wakil Walikota Denpasar serta semua pejabat dan undangan yang hadir.

Sementara Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, dalam kesempatan itu menerangkan bahwa pastoran adalah rumah tinggal pastor yang berkarya di paroki itu. Hidup para pastor, katanya, untuk melayani umat karena itu perlu tempat tinggal yang layak dan memadai dari sisi fasilitas, sebab selain rumah tinggal pastor juga menjadi pusat karya pastoral paroki.

Dengan demikian gedung ini dilengkapi dengan fasilitas yang menunjang karya pastoral seperti ruang pertemuan, pembinaan iman, kantor/sekretariat paroki, ruang doa/adorasi, maupun fasilitas-fasilitas lain sesuai kebutuhan. “Di Keuskupan Denpasar, ini adalah satu-satunya pastoran yang lengkap dengan lift,” seloroh Bapak Uskup.

“Selaku pimpinan Gereja Lokal Keuskupan Denpasar yang meliputi wilayah pelayanan Provinsi Bali dan NTB, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi dan proficiat kepada Pastor Paroki dan Rekan, para fungsionaris Pastoral dan seluruh umat St. Petrus Denpasar,” ungkap Mgr. San, seraya berterima kasih juga kepada para donator, kontraktor yang membangun gedung itu dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam pembangunan.

Bapak Uskup mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Walikota yang mewakili Walikota Denpasar serta semua jajaran pejabat termasuk dari anggota DPRD Provinsi Bali dan Kota Denpasar.

Kehadiran Wakil Walikota dan jajaran pejabat lainnya hingga Lurah dan Klian Adat dan Dinas, kata Bapak Uskup, sungguh menguatkan umat Katolik, khususnya umat di Paroki St. Petrus ini.

Umat Katolik, lanjut Bapak Uskup, adalah kawan kecil namun sebagai bagian integral dari Bali dan Kota Denpasar, lewat perannya masing-masing berusaha memberikan kontribusi bagi pembangunan di daerah ini serta ikut berkontribusi dalam menjaga keamanan, keharmonisan dan kesehteraan untuk Bali umumnya dan Kota Denpasar khususnya.

Fungsi Gedung

Pastor Rekan Paroki St. Petrus Denpasar RD. Iwan Karwayu, disela-sela acara kepada media ini menjelaskan bahwa gedung pastoran ini akan berfungsi sebagai rumah tinggal pastor dan juga untuk karya pastoral.

Menurut Romo Iwan, gedung baru itu terdiri dari 4 lantai terdiri dari Ground berfungsi sebagai Sakristi dan parkir sepeda motor; lalu lantai 1 untuk parkir sepeda motor dan kantor/sekretariat. Lantai 2 sebagai pastoran tempat tinggal pastor dan ruang pertemuan dan pembinaan, sedangkan lantai 3 ada aula dan ruang adorasi.

Tampak pemandangan Kota Denpasar dari Rooftop pastoran St. Petrus Denpasar yang baru

Gedung ini lengkap juga dengan rooftop yang berada paling atas gedung. Dari rooftop itu memiliki pemandangan yang indah, dapat melihat view Kota Denpasar bahkan sejauh mata memandang dapat melihat wilayah lainnya di pulau Bali yang indah ini.

Menurut Pastor Paroki Rm. Martanto, ketika sambutan bahwa rooftop itu dapat dijadikan café rohani sambil menikmati pemandangan eksotik ke seluruh arah. Profciat Paroki St. Petrus! *

Penulis : Hironimus Adil
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button