Paroki Sumbawa Rayakan Seabad Hari Minggu Misi: Bersatu dalam Kristus, Bermisi Mulai dari Keluarga

SUMBAWA – Umat Katolik Paroki Sang Penebus Sumbawa merayakan 100 Tahun Hari Minggu Misi Sedunia dengan penuh sukacita dalam perayaan Ekaristi, Minggu (18/10/2026). Perayaan Ekaristi dimulai pukul 08.00 WITA, dipimpin Pastor Paroki, RD. Laurensius Maryono.
Perayaan satu abad Hari Minggu Misi ini tampak semarak. Perarakan masuk diawali barisan anak-anak SEKAMI St. Tarsisius Sumbawa yang membawa bendera lima benua, diiringi koor mereka yang lantang. Area sekitar altar juga tampak asri dengan dekorasi sayur-mayur dan buah-buahan segar sebagai simbol kesuburan karya misi dan syukur atas pemeliharaan Tuhan.

Mengawali homilinya dengan yel-yel bersama anak-anak SEKAMI, RD. Laurensius Maryono mengajak umat merenungkan tema yang diangkat dari Paus Leo XIV untuk Hari Minggu Misi ke 100: “One in Christ, United in Mission” (Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi).
Romo Maryono, menegaskan bahwa Kristus adalah pusat perutusan Gereja untuk menghidupi semangat 2D2K (Doa, Derma, Korban, dan Kesaksian). Romo Maryono, juga menekankan bahwa bermisi tidak harus pergi jauh ke luar negeri, melainkan dimulai dari keluarga sendiri.
“Anak-anak dapat menjadi misionaris dengan mengajak orang tua berdoa Rosario di KBG, mengajak orang tua yang hanya mengantar-jemput untuk ikut masuk merayakan Misa, serta menjadi pengingat kasih agar orang tua menjauhi pertengkaran dan kebiasaan mabuk-mabukan,” ungkap Romo Mar, sapaan akrabnya.
Menurut Pastor Paroki, kesaksian misioner juga perlu diwujudkan lewat sikap jujur, disiplin, dan menjadi teladan baik di sekolah, asrama, tempat kerja, hingga dunia digital.
Menutup renungannya, Romo Mar mengajak umat menatap masa depan karya misi dengan penuh harapan di tengah tantangan keretakan rumah tangga, perpecahan suku dan agama, serta krisis kemanusiaan.
Romo juga mengingatkan, selaras dengan tema pastoral Keuskupan Denpasar tahun 2026, umat diminta untuk semakin solid ke dalam dan solider ke luar, Gereja dipanggil untuk terus mempersatukan dan menyembuhkan.

“Seperti anak-anak SEKAMI yang bernyanyi gembira dan hasil bumi yang menghiasi altar, hidup kita pun harus berbuah manis dan membawa sukacita Injil bagi sesama,” pesan Romo Mar. Perayaan Ekaristi berlangsung khidmat dan diakhiri dengan berkat perutusan misioner. *
Penulis: Ni Made Suryani
Editor: Hiro/KomsosKD



