LINTAS PAROKI

Gelora Semangat Anak Sekami Paroki Donggo Rayakan Yobel 100 Tahun Hari Minggu Misi

DONGGO–Memeriahkan Hari Minggu Misi Sedunia yang ke-100 tahun, para remaja misioner dan anak-anak Sekami di pusat Paroki St. Yohanes Maria Vianney Donggo dan Stasi St. Paulus Mbawa menggelar beberapa kegiatan yang bertajuk misi dalam semangat persaudaraan.

Perayaan ini menjadi momentum penting bagi Gereja untuk membawa anak-anak semakin mengenal tugas dan perutusannya sebagai bintang-bintang kecil Kristus.

Kegiatan ini bertolak dari permenungan atas Pesan Bapa Suci Paus Leo XIV pada Hari Minggu Misi Sedunia 2026 yang mengusung tema “One in Christ, United in Mission” (Satu dalam Kristus, Bersekutu dalam Misi). Dalam pesannya, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa karya misi bukanlah tugas kelompok tertentu saja, melainkan panggilan bersama seluruh umat beriman yang bersumber dari persatuan hidup dengan Kristus untuk membawa kasih Allah kepada semua orang, khususnya mereka yang miskin, lemah, dan menderita.

Rangkaian perayaan di tingkat paroki diawali dengan Perayaan Ekaristi di pusa paroki di Tolonggeru. Misa dipimpin oleh Pastor Rekan Paroki, RD. Danan Pamungkas. Dalam Misa Kudus tersebut, anak-anak diajak untuk senantiasa menjaga api misi dan menjadi saksi kasih Kristus di tengah masyarakat.

Usai Misa Kudus, suasana kegembiraan berlanjut dengan sesi animasi misi. Dipandu oleh para pendamping Sekami, anak-anak bernyanyi, menari, dan memuji Tuhan dengan penuh antusias.

Semangat Misi tersebut tidak berhenti di lingkungan gereja. Dipimpin oleh para pendamping Sekami, anak-anak melangkah keluar untuk mewujudkan Misi Kasih secara nyata dengan berkunjung ke rumah warga dan umat yang sedang sakit.

Dalam kunjungan misioner itu, anak-anak Sekami mendatangi dua rumah warga terdekat untuk berdoa bersama, memberikan penghiburan, serta menguatkan saudara-saudari yang sedang terbaring sakit.

Pada kesempatan tersebut, Bapa Jhon selaku Prodiakon Paroki turut memberikan Pelayanan Komuni Kudus bagi warga yang dikunjungi. Momen haru tercipta saat doa-doa tulus dan polos dari para misioner cilik melambung bagi kesembuhan sesama.

Aksi nyata ini merupakan bentuk solidaritas dan pelayanan yang berakar langsung dari semangat Yesus Kristus. Sebagaimana ditegaskan dalam permenungan Hari Minggu Misi, Misi Kristus tidak hanya ditujukan kepada mereka yang sehat dan berkeberadaan, tetapi secara khusus menyapa mereka yang lemah, sakit, dan miskin papa.

Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, anak-anak Sekami Paroki Donggo belajar menghidupi pesan Paus Leo XIV: menjadi satu dalam Kristus dan bergerak bersama dalam misi membawa terang serta pengharapan bagi dunia.

Kebersamaan, Sharing, Kuis Kitab Suci

Sementara itu di Stasi St. Paulus Mbawa, perayaan diawali dengan Ibadat Komuni bersama umat. Usai ibadat, anak-anak beserta para pendamping SEKAMI bersiap dan makan bersama dalam suasana penuh kekeluargaan, sebelum merapikan perlengkapan dan menuju ke kompleks gereja.

Kegiatan dibuka dengan doa bersama dan dilanjutkan sesi animasi interaktif yang dipandu para pendamping. Anak-anak mengikuti setiap dinamika dengan penuh gembira sehingga suasana menjadi semakin akrab dan meriah.

Setelah animasi, anak-anak diberi kesempatan berbagi pengalaman (sharing) mengenai keterlibatan mereka selama persiapan Hari Minggu Misi. Sesi ini melatih mereka untuk mengungkapkan perasaan, mendengarkan teman, dan menghargai setiap bentuk pelayanan bersama.

Tri, salah seorang pendamping SEKAMI Stasi Mbawa, turut membagikan refleksinya. Ia mengungkapkan bahwa walau merasa lelah selama proses persiapan dan pelaksanaan, ia tetap bahagia dapat mendampingi adik-adik SEKAMI. Pengalaman ini mengajarkan bahwa pelayanan yang berlandaskan kasih dan ketulusan selalu menghadirkan kebahagiaan sejati.

Acara di Stasi Mbawa semakin semarak dengan digelarnya Kuis Kitab Suci. Anak-anak tampak antusias menjawab pertanyaan seputar ajaran Kristus. Kuis ini bukan sekadar menguji pengetahuan, melainkan mengajak anak-anak semakin mencintai Sabda Tuhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menjadi Misionaris Cilik di Tengah Dunia

Rangkaian perayaan di Paroki St. Yohanes Maria Vianney Donggo dan Stasi St. Paulus Mbawa memberikan pengalaman berharga bagi seluruh anggota SEKAMI. Melalui doa, kebersamaan, aksi sosial, sharing, dan pendalaman Kitab Suci, mereka belajar bahwa menjadi seorang misionaris tidak harus dimulai dari hal-hal besar.

Semangat misi dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana: membantu teman, menengok yang sakit, berbagi dengan sesama, serta melayani dengan tulus. Diharapkan melalui peringatan Yobel 100 Tahun Hari Minggu Misi Sedunia ini, semangat anak-anak SEKAMI untuk mengenal, mencintai, dan mengikuti Yesus semakin bertumbuh subur.

Mereka diharapkan terus menjadi misionaris cilik yang membawa sukacita dan terang kasih Kristus di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat, serta senantiasa menghidupi semangat One in Christ, United in Mission.

Penulis: Fr. Raymond/Frater TOP Paroki Donggo
Editor: Hiro/Komsos

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button