Peringati HPS 2026, PSE Paroki Sumbawa Besar Ajak Umat Rawat Bumi dan Cegah Kanker

SUMBAWA – Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki Sang Penebus Sumbawa Besar menggelar Lomba Tumpeng Non-Beras serta Seminar Gizi dan Deteksi Dini Kanker pada Sabtu (17/10/2026). Bertempat di Aula Retret paroki sumbawa, kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026.
Acara diawali pukul 10.00 WITA dengan Lomba menata Tumpeng Non-Beras yang diikuti oleh utusan dari enam lingkungan, Orang Muda Katolik (OMK), dan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI). Penggunaan bahan pangan lokal non-beras ini menjadi langkah konkret Gereja dalam mengampanyekan diversifikasi pangan yang sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada pukul 16.00 WITA dengan seminar bertajuk “Merawat Perempuan, Merawat Bumi”. Seminar yang dibuka dengan doa oleh Frater Rio Armando ini dihadiri oleh 150 peserta perempuan yang terdiri dari ibu-ibu Komunitas Basis Gerejani (KBG), anggota WKRI, serta remaja putri OMK.
Pastor Paroki Sang Penebus Sumbawa Besar, RD. Laurensius Maryono, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan HPS tahun ini mengusung semangat sinodalitas untuk mendengarkan jeritan bumi dan penghuninya demi keadilan ekologis.
“Bumi diibaratkan sebagai perempuan karena disebut Ibu Pertiwi. Melihat banyaknya bencana alam akibat ulah manusia saat ini, kita diajak melakukan tobat ekologis dengan merawat rumah kita bersama, mengurangi sampah plastik dan pestisida, menanam pohon, serta kembali ke pangan lokal,” tegas Romo Maryono.

Romo juga juga berharap seminar ini mampu meningkatkan kesadaran umat dalam mencegah risiko penyakit kanker di tengah keluarga.
Edukasi Gizi dan Pencegahan Kanker
Dalam sesi seminar yang berlangsung interaktif, panitia menghadirkan tiga dokter ahli sebagai narasumber: dr. Ni Gusti Ayu Dewi Pramoni, S.KM., M.PH. membawakan materi Penyuluhan Gizi Seimbang. Ia memaparkan pentingnya pangan sebagai pilar ketahanan keluarga melalui panduan “Isi Piringku”, batasan konsumsi gula, garam, dan lemak, pengenalan 8 bahan pangan pokok lokal, serta pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan.

Kedua, dr. Agung Widnyana Putra, Sp.OG. memaparkan topik Cegah Ca Serviks Demi Masa Depan Sehat dan Produktif. Ia mengedukasi peserta mengenai faktor risiko, gejala, serta pentingnya vaksinasi dan deteksi dini (skrining) kanker leher rahim.

Lalu ada dr. Andi Angka Wijaya, Sp.B. menyampaikan materi Penerapan Pola Hidup Sehat untuk Menekan Risiko Kanker Payudara. Ia mengulas faktor pemicu kanker dari makanan, gaya hidup, dan genetik, sekaligus memandu cara pemeriksaan dini untuk menekan risiko komplikasi.

Para peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari cara mengenali sayuran bebas pestisida hingga efektivitas vaksin serviks. Sebagai bentuk apresiasi, panitia membagikan suvenir bagi peserta yang aktif bertanya serta menyerahkan cenderamata kepada para narasumber.
Di sela-sela acara, tim juri lomba tumpeng yang terdiri dari RD. Laurensius Maryono, dr. Ni Gusti Ayu Dewi Pramoni, S.KM., M.PH., dan Sr. Maris Stella Saroinsong, SJMJ., melakukan penilaian lomba berdasarkan kriteria cita rasa, estetika, dan kandungan gizi.

Rangkaian peringatan HPS 2026 ini ditutup dengan pengumuman pemenang Lomba Tumpeng Non-Beras. Juara I berhasil diraih oleh WKRI, disusul Lingkungan Karolus sebagai Juara II, dan Lingkungan Fransiskus sebagai Juara III. Seluruh kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dalam suasana penuh keakraban.
Penulis: Ni Made Suryani-Komsos Sumbawa Besar
Editor: Hiro/KomsosKD



